<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063</id><updated>2012-02-03T02:58:05.756+07:00</updated><title type='text'>elvenworld</title><subtitle type='html'>People of the stars, the Eldar, a name given by the Vala Orome to all the elves...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-2609661646467252815</id><published>2007-12-14T16:13:00.000+07:00</published><updated>2007-12-14T21:13:27.615+07:00</updated><title type='text'>Reunited</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a rel="nofollow" href="/photos/hi-res/upload/R2KOAgoKCDoAADJkVHg1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arweneldarin.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R2KOAgoKCDoAADJkVHg1/TN-Hurin_Finds_Morwen.jpg?et=vMzIcKCSA0cam5mni4f8Cg&amp;nmid=" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Di akhir buku Narn i Chin Hurin (terjemahan bebas: Anak-anak Pak Hurin), kisah tragis Hurin dan Morwen berakhir lebih tragis lagi. Oya, anak2nya Pak Hurin dan Bu Morwen adalah Turin Turambar dan Nienor Niniel.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt; Setelah Nienor Niniel terjun bebas dari atas jurang tanpa tali bungee,&lt;br&gt; dan Turin Turambar Dagnir Glaurunga (narsis dot com banget namanya)&lt;br&gt; mati jantungan karena tiba2 pedangnya, Gurthang, bisa ngomong sendiri,&lt;br&gt; barulah Morgoth melepaskan ayah mereka, Hurin, dari penjara di Angband.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Hurin tersaruk-saruk melintasi Forest of Brethil, sampai akhirnya tiba&lt;br&gt; di tempat Turin meninggal. Dan di sana ada seorang perempuan tua duduk&lt;br&gt; bersandar di batu nisan Turin. Ternyata itu Morwen, istrinya sendiri.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Eledhwen? Mami? Mamiiii!"&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Huh? Papi? Kok bisa ada di sini?"&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Duh, Mami...Papi cari2 anak2 nggak ketemu."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Telat, Pi! Mereka udah mati, menderita pula."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Abis gimana? Papi kan dipenjara dan disiksa Morgoth. Mami dong&lt;br&gt; harusnya yang cari."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Mami juga udah jalan kaki ratusan kilometer nyari anak2, Pi, emangnya&lt;br&gt; selama ini Mami ngapain? Jadi selirnya Thingol? Gak sudi ya! Mami&lt;br&gt; capek, Pi. Mami juga mo mati aja."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Lho, Mi, jangan dong....kan kita baru reunited gini, masa udah mo&lt;br&gt; mati aja?"&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Abisnya Papi udah nggak keren lagi, kayak jembel gitu, Mami males&lt;br&gt; idup ah."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Ye! Mami juga udah ompong, bau lagi!"&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Mami mo nyusul Niniel dan Turin ajah! Dadah Papiiii..."&lt;br&gt; *goleran di tanah*&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Mamiiiiiiiiiii!!!!"&lt;br&gt; &lt;br&gt; Inilah akibatnya kalo punya anak gampang sewot model Turin...&lt;br&gt;&lt;br&gt;*celingukan nyari Chris dan Adam Tolkien, takut dibunuh mereka*&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lukisan oleh Ted Nasmith dari www.tednasmith.com&lt;br&gt; &lt;br&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-2609661646467252815?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/2609661646467252815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=2609661646467252815' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/2609661646467252815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/2609661646467252815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2007/12/reunited.html' title='Reunited'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-1234878992196169833</id><published>2007-12-14T15:40:00.000+07:00</published><updated>2007-12-14T20:40:19.464+07:00</updated><title type='text'>The Saundering of the Elves</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a rel="nofollow" href="/photos/hi-res/upload/R2KF2AoKCDoAAHhRLXw1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.arweneldarin.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R2KF2AoKCDoAAHhRLXw1/ElvenWallpaper.jpe?et=CkqC8dLCtBIXaJh8s6rDZQ&amp;nmid=" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Euh...karena baru bahas Narn i Chin Hurin sama adik, jadi maunya berleha-leha posting tentang Middle-earth mulu. Ini tentang Saundering of the Elves, udah dari zaman first age dibahas di milis &lt;a rel="nofollow" href="http://groups.yahoo.com/group/indo-LOTR/message/2583"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Eorlingas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt; Ada berapa jenis elf yang menempati Middle-earth? Sebetulnya elf&lt;br&gt; hanya terdiri dari satu jenis pada permulaan zaman. Namun kejadian&lt;br&gt; yang mengharuskan mereka berangkat ke Blessed Realm (Aman) membuat&lt;br&gt; mereka menjadi beberapa kelompok.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Quendi (elves) diciptakan oleh Eru dan mereka pertama kali&lt;br&gt; dibangunkan di Cuiviénen. Karena saat itu Melkor/Morgoth telah membangun&lt;br&gt; markas gelapnya di Utumno dan Angband untuk memusnahkan segala&lt;br&gt; makhluk ciptaan Eru, maka para Valar meminta mereka untuk pindah ke&lt;br&gt; Aman, untuk tinggal dalam lindungan cahaya Two Trees of Valinor,&lt;br&gt; karena di Middle-earth belum diciptakan bulan dan matahari, hanya ada&lt;br&gt; cahaya bintang samar-samar. Dipilih tiga pemimpin elf untuk menjadi&lt;br&gt; ambasador dan yang pertama kali bertandang ke Aman: Ingwë, Finwë dan&lt;br&gt; Elwë. Kemudian ketiga elf ini meyakinkan anak buah mereka untuk ikut&lt;br&gt; pindah ke Aman.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Namun ada sekelompok elf yang menolak pergi ke Aman, merasa tinggal&lt;br&gt; dibawah naungan bintang lebih baik daripada perjalanan panjang dan&lt;br&gt; melelahkan menuju suatu tempat yang belum jelas. Mereka disebut The&lt;br&gt; Avari.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Maka dibentuklah tiga kelompok yang berangkat menuju Aman: The Vanyar&lt;br&gt; (dengan raja mereka Ingwë, yang kemudian menjadi raja elf tertinggi),&lt;br&gt; The Noldor (dengan raja mereka Finwë) dan The Teleri (dengan raja-&lt;br&gt; raja mereka Elwë dan Olwë karena kelompok ini yang terbesar&lt;br&gt; jumlahnya). Ketiga kelompok yang melakukan perjalanan panjang ke Aman&lt;br&gt; ini disebut The Eldar.&lt;br&gt; &lt;br&gt; The Vanyar, The Noldor dan sebagian dari The Teleri yang tiba di Aman&lt;br&gt; disebut Calaquendi (Elves of the Light). Namun sebagian kaum Teleri&lt;br&gt; tidak sampai ke Aman, dan mereka bersama-sama kaum Avari disebut&lt;br&gt; Moriquendi atau The Elves of Darkness karena mereka tak pernah&lt;br&gt; melihat cahaya Two Trees of Valinor. Kaum Teleri yang tertinggal ini&lt;br&gt; tinggal di Beleriand setelah menempuh setengah jalan menuju Aman.&lt;br&gt; Namun mereka tetap mengidamkan tinggal di Aman.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sebagian dari kaum Teleri ini tertinggal karena Elwë, raja mereka,&lt;br&gt; sempat menghilang beberapa lama karena bertemu dengan sang Maia&lt;br&gt; Melian dan jatuh cinta padanya. Kemudian ia memutuskan untuk tetap&lt;br&gt; tinggal di Middle-earth meskipun ia dianggap salah seorang Calaquendi&lt;br&gt; karena pernah melihat Two Trees of Valinor. Tapi kaum Teleri yang&lt;br&gt; dipimpin Olwë sebagian berhasil tiba di Aman, meskipun akhirnya ada&lt;br&gt; juga yang memutuskan untuk menetap di pinggir laut (disebut kaum&lt;br&gt; Falathrim) dan menguasai seni perkapalan. Pemimpin mereka adalah&lt;br&gt; Círdan the Shipwright.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sebagian kaum teleri yang tertinggal di Middle-earth adalah kaum&lt;br&gt; Sindar (yang tinggal di daratan Beleriand), kaum Nandor (yang tinggal&lt;br&gt; di sebelah timur Misty Mountains) dan kaum Laiquendi (Green elves of&lt;br&gt; Ossiriand) yang merupakan sebagian dari kaum Nandor yang kemudian&lt;br&gt; memasuki daerah Beleriand. Ketiga kaum ini disebut Úmanyar, yaitu&lt;br&gt; kelompok Eldar yang tak pernah sampai ke Aman. Maka mereka pun&lt;br&gt; termasuk dalam kaum Moriquendi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bingung? Akhirnya sih nggak juga. Tapi inilah awal mula&lt;br&gt; pengelompokkan elf yang kemudian semakin meluas karena kaum Noldor&lt;br&gt; akhirnya kembali ke Middle-earth untuk memerangi Melkor/Morgoth yang mencuri&lt;br&gt; The Silmarils. Dan mereka menempati beberapa daerah Middle-earth&lt;br&gt; sebagai daerah kekuasaan, terdiri dari banyak kaum dan banyak raja.&lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-1234878992196169833?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/1234878992196169833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=1234878992196169833' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/1234878992196169833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/1234878992196169833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2007/12/saundering-of-elves.html' title='The Saundering of the Elves'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-5609709234151920696</id><published>2007-09-06T12:46:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T13:02:05.040+07:00</updated><title type='text'>The Music of the Ainur</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_48FwbUaw2R4/Rt-WIU_nHMI/AAAAAAAAAAk/oa7DfvY0Q0c/s1600-h/Music_of_the_Ainur.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106965572280065218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_48FwbUaw2R4/Rt-WIU_nHMI/AAAAAAAAAAk/oa7DfvY0Q0c/s200/Music_of_the_Ainur.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(dari bahasan di milis &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/indo-LOTR"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Eorlingas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Draft&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelum menulis manuskrip ini dengan lengkap menggunakan pena,Tolkien menulis draft dengan pensil yang ditorehkan secara terburu-buru serta banyak koreksian. Dalam draft ini tampak mula2 bentuk jamak Ainur adalah "Ainu" dan Iluvatar mula2 disebut "Ilu" tapi juga kadang ditulis "Iluvatar". Ulmo ditulis sebagai "Linqil" tapi kemudian dikoreksi menjadi "Ulmo". Valar disebut juga sebagai "Vali"(mungkin bentuk jamaknya pertama kali) dan dalam draft ditulis "Valur" dan "Valir" (mungkin untuk membedakan maskulin dan feminin). Thank God Tolkien abandoned this, karena kalo nggak gue tambah lieur (bahasa Sundarin, artinya puyeng).&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Music of Ainur&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rumil bercerita kepada Eriol bahwa yang mengisahkan terjadinya dunia(Arda) adalah Manwe Sulimo, Lord of Elves and Men, kepada nenek moyangnya [Manwe adalah Vala/dewa]. Sebelum menciptakan apa pun, Iluvatar pertama kali menciptakan Ainur dengan nyanyian. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian Iluvatar menitahkan para Ainur memainkan harmoni musik untuk menciptakan dunia. [Di sini tidak banyak perbedaan dengan hasil akhir Ainulindale di Silmarillion yg ditulis Tolkien 30 tahun kemudian, pun kelakuan Melko yg menyabot musik itu jadi sumbang, lalu pura2 menyesal tapi dalam hati masih mendongkol karena kena omel Iluvatar.]&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah menghentikan musik yg dirusak Melko, Iluvatar berkata, "Mighty are the Ainur, dan glorious, and among them is Melko the most powerful in knowledge; but that he may know, and all theAinur, that I am Iluvatar, those things that ye have sung and played, lo! I have caused to be---"&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;[Dilanjutkan dengan `sumpah-serapah' terhadap Melko yg bandel, dan penjelasan panjang lebar meski para Ainur berkuasa, yang Maha Kuasa adalah Iluvatar. Seperti yg sudah kita ketahui, di Silmarillion kalimat ini dipersingkat tanpa `sumpah-serapah' kepada Melkor: &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Mighty are the Ainur, and mightiest among them is Melkor; but tha the may know, and all the Ainur, that I am Iluvatar, those things that ye have sung, I will show them forth, that ye may see what ye have done..."&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Omelan Iluvatar kepada Melkor pun dipersingkat dan diperhalus.]&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah itu Iluvatar mengajak para Ainur menuju `void' di mana telah tercipta dunia akibat nyanyian mereka. Dan `Secret Fire' berada dalam inti bumi. Para Ainur benar2 melihat wujud bumi dengan kalimat "even now the world unfolds and history begins." Kemudian Iluvatar berkata makhluk pertama yg akan diciptakannyaadalah Eldar, lalu Manusia. Eldar dikatakan bakal lahir kembali dalam tubuh anak2 mereka (semacam reinkarnasi) dan Manusia diberi `hadiah' kematian. Dan diam2 Melko berencana untuk memerangi Eldar danManusia. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Empat Ainur yang paling kuat adalah Manwe, Melko, Ulmo dan Aule. Mereka segera `turun ke bumi' untuk memebentuknya, Melko tentu saja membentuk daerah2 gelap, gersang dan mengerikan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Commentary&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak pertama kali manuskrip ini ditulis, banyak perubahan terjadi pada hasil akhirnya 30 tahun kemudian. Salah satu perubahan besar adalah bagaimana para Ainur melihat bumi tercipta. Di Book of Lost Tales para Ainur memang melihat bumi berkembang dalam wujudnya, sementara di Silmarillion Iluvatar hanya memberi visi dan kemudian terbentuklah bumi begitu saja setelah ia berkata, "Ea! Let these things Be!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perubahan juga terjadi pada terciptanya Valar/Ainur, di Book of Lost Tales ditulis dalam kalimat, "Behold, Iluvatar dwelt alone. Before all things he sang into being the Ainur first..." sementara diSilmarillion kalimat ini berubah menjadi, "There was Eru, the One, who in Arda is called Iluvatar; and he made first the Ainur, the Holy Ones, that were the offspring of his thought..." Di mana perubahannya? Pada kata "sang" dan "thought". Rupanya Eru nggak kebayang oleh Tolkien nyanyi sendirian *dikutuk Eru*&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Manwe sudah disebut sebagai `ruler of the airs and wind' serta beristri Varda, Queen of the Stars, dan Eldar kesayangan Manwe adalah kaum Teleri (yg kemudian menjadi Vanyar). Empat Ainur yg paling kuat (the Aratar) kemudian berubah menjadi sembilan tapi tingkatan hirarkinya berubah-ubah sampai pada hasil akhir di Silmarillion (ada empat belas Valar). Manwe dan Varda di Book of Lost Tales dikisahkan memiliki anak, Fionwe-Urion dan Erinti. Erinti kemudian menjadi Ilmare sang `dayang2 Varda' di Silmarillion, sedangkan Fionwe (namanya berubah menjadi Eonwe) menjadi Herlad of Manwe, ketika ide tentang para Valar yg memiliki anak diabaikan Tolkien. Ide tentang Maiar (pembantu Valar, beberapa adalah Istari termasuk Gandalf dan Saruman) sendiri baru muncul setelah bertahun-tahun kemudian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alue disebut sebagai `bapaknya' kaum Noldoli dan disebut sebagai pencipta bahasa dan aksara. Sementara di Silmarillion (meski tak disebutkan secara eksplisit) terdapat kesan kaum Noldor lah yg menciptakan bahasa dan aksara dibantu Aule. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ulmo di Book of Lost Tales dikatakan tinggal di Ulmonan, terdapat di Vai (Outer Ocean) dan pengikutnya terdapat Salmar, Osse dan Onen(kemudian diubah menjadi Uinen) meski di sini mereka juga disebut sebagai Valar, belum menjadi Maiar. Kaum Eldar kesayangan Ulmo adalah kaum Solosimpi (yg kemudian menjadi Teleri).&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara di Book of Lost Tales kisah tentang para Ainur/Valar ini disatukan dengan manuskrip "The Coming of the Valar and the Building of Valinor", di Silmarillion penjelasannya dipisahkan menjadi Valaquenta (History of the Valar) sebelum akhirnya menuju kisah Quenta Silmarillion.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-5609709234151920696?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/5609709234151920696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=5609709234151920696' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/5609709234151920696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/5609709234151920696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2007/09/music-of-ainur.html' title='The Music of the Ainur'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_48FwbUaw2R4/Rt-WIU_nHMI/AAAAAAAAAAk/oa7DfvY0Q0c/s72-c/Music_of_the_Ainur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-2575240910829932219</id><published>2007-09-06T12:34:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T12:44:29.849+07:00</updated><title type='text'>The Link between Cottage of Lost Play and Music of Ainur</title><content type='html'>(dari bahasan di milis &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/indo-LOTR"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Eorlingas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku tulis yang serupa dengan tempat ditulisnya The Cottage of Lost Play, terdapat tulisan tangan Tolkien berjudul &lt;em&gt;"Link betweenCottage of Lost Play and (Tale 2) Music of Ainur"&lt;/em&gt;. Dalam surat Tolkien (Juli 1964) dia berkata bahwa selama di Oxford (bekerja sebagai salah satu kontributor penulis Oxford Dictionary) dia telah menulis kisah berjudul "Music of the Ainur". Karena Tolkien menerima pekerjaan di Oxford pada November 1918, maka disimpulkan dua tahun telah berlalu sejak dia menulis "The Cottage of Lost Play" sebelum mulai menulis "Music of the Ainur".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan tentang "Link" hanya terdiri dari satu copy, mula2 ditulis dengan pensil kemudian ditimpa dengan tinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Link between CoLP and MotA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eriol the mariner memutuskan untuk tinggal sementara di Cottage of Lost Play karena ingin mendengarkan kisah tentang permulaan zaman, tentang para Valar dan kebangkitan kaum Eldar. Pada pagi harinya dia berjalan menuju taman di depan pondok, dan bertemu dengan Rumil. Di sinilah Rumil bercerita bahwa dia telah mempelajari semua bahasa, termasuk bahasa binatang. Lama sebelum The Fall of Gondolin [nanti bakal dibahas tersendiri] Rumil menahan derita sebagai budak dalam kurungan Melko [di manuskrip2 berikutnya diubah menjadi Melkor], dengan cara mempelajari semua bahasa monster dan goblin yang tinggal di sana. Maka Eriol memintanya untuk menceritakan kisah tentang para Valar, karena Rumil tampak begitu bijak dan banyak mengetahui sejarah kelahiran dunia beserta perubahan bahasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumil berkata bahwa bahasa kaum Eldar bervariasi, bahasa kaum Noldoli berbeda dengan bahasa kaum Solosimpi dan Teleri, bahkan kaum Inwir [kaum Inwir termasuk dalam kaum Teleri yang kemudian menjadi Vanyar]. Tapi sekarang bahasa2 itu telah menyatu menjadi bahasa Elves of the Isle, di mana Eriol berada. Hanya beberapa kaum Noldoli masih menggunakan bahasa mereka, karena sebagian masih berada di GreatLands. Atau bahkan bahasa kaum Noldoli sekarang sama sekali berbedakarena sudah berabad-abad mereka tertinggal sejak perjalanan panjangkaum Eldar dari Kor [kemudian menjadi Tirion upon Tuna di Silmarillion, tapi kota dan bukitnya disebut hanya sebagai Kor], dan tidak kembali ke Tol Eressea. Disebut juga bahwa Gnome-speech berbeda dengan bahasa Elfin of the Eldar. Gnome-speech kini dilarang digunakan kaum Eldar, bahkan bagi mereka yang sejak dulu menggunakanGnome-speech, karena saat ini ratu mereka, Meril-i-Turinqi, berbahasa Eldar. Rumil mempelajari bahasa dan `poesy' [poetry dalam bhs Inggris modern] dari Aule, di Kor. Maka Eriol meminta Rumil bercerita tentang para Valar, siapa mereka dan apa yang menciptakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumil menjawab bahwa Sang Permulaan adalah Iluvatar, The Lord of Always. Di sinilah pertama kali kisah Ainulindale terdengar oleh telinga seorang manusia mortal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Commentary&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam manuskrip ini pertama kali disebutkan cikal-bakal kisah The Exile of the Noldor di Silmarillion, dilihat dari kata2 Rumil tentang perjalanan kaum Eldar dari Kor menuju Great Lands. Dilihat juga betapa kaum Noldoli (Gnome) agak terkucilkan karena pemberontakan mereka terhadap para Valar, maka bahasa mereka juga berbeda. Dalam manuskrip ini disimpulkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kaum Teleri, Solosimpi dan Inwir pada zaman dahulu memiliki bahasa berbeda.&lt;br /&gt;2. Namun dialek mereka menyatu menjadi bahasa Island Elves (TolEressea).&lt;br /&gt;3. Bahasa kaum Noldoli (Gnome) berbeda karena mereka pergi dari Kor menuju Great Lands dan ditawan oleh Melko.&lt;br /&gt;4. Kaum Noldoli yang sekarang tinggal di Tol Eressea telah mempelajari bahasa Eldar dan dilarang menggunakan Gnome-speech, tapi sebagian masih berada di Great Lands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya ketika Rumil membicarakan kaum Noldoli yang tertinggal di Great Lands yang dimaksudkannya adalah mereka yang dahulu berangkat dari Kor dan tak kembali ke Tol Eressea. Tapi mungkin juga maksudnya adalah kaum Eldar yang sejak semula menolak panggilan Manwe menujuValinor dan tak pernah meninggalkan Great Lands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini mari kita refresh memori kita tentang perbedaan kaum Quendi (elf) di Silmarillion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quendi: semua kaum elf yang pertama kali dibangkitkan di Cuivienen di first age.&lt;br /&gt;Eldar: kaum Quendi yang menuruti perintah para Valar untuk tinggal diValinor. Eldar terdiri dari tiga kaum: Vanyar, Noldor dan Teleri.&lt;br /&gt;Avari: kaum Quendi yang menolak pergi ke Valinor.&lt;br /&gt;Calaquendi (elves of the light): kaum Quendi yang tiba di Valinor.&lt;br /&gt;Moriquendi (elves of darkness): kaum Quendi yang tidak pergi ke Valinor, termasuk sebagian kaum Teleri yang tertinggal di Beleriand.&lt;br /&gt;Sindar: sebagian kaum Teleri yang tertinggal di Beleriand.&lt;br /&gt;Nandor: sebagian kaum Teleri yang tinggal di timur Misty Mountains.&lt;br /&gt;Laiquendi: green elves of Ossiriand.&lt;br /&gt;Umanyar: kaum Quendi yang berangkat menuju Valinor tapi tak pernah tiba di sana, maka mereka juga termasuk kaum Moriquendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkapnya bisa dibaca pada postingan gue dulu (tahun 2005) di milis ini: &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/indo-LOTR/message/2583"&gt;http://groups.yahoo.com/group/indo-LOTR/message/2583&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada manuskrip ini, kaum Eldar (ingat, Tolkien belum memutuskan term `Eldar' sebagai kaum Quendi yang berangkat menuju Valinor dari Cuivienen) terbagi menjadi tiga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teleri (termasuk kaum Inwir), kemudian diubah menjadi Vanyar.&lt;br /&gt;2. Noldoli (Gnome), kemudian menjadi Noldor.&lt;br /&gt;3. Solosimpi, kemudian menjadi Teleri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Eldar yang memberontak tak lagi boleh disebut sebagai Eldar oleh Manwe, maka mereka dikenal sebagai kaum Gnome. Kaum Gnome kemudian menggunakan bahasa mereka sendiri yang terkucil dari kaum Eldar lainnya. Ini bertentangan dengan hasil akhir mitologi di Silmarillion, yang menyatakan bahwa kaum Noldor mengadaptasi bahasa Sindarin ketika mereka kembali ke Middle-earth. Mereka bicara dengan bahasa Valinorean (turunan dari Quenya) di antara mereka sendiri (termasuk children of Feanor) tapi menggunakan Sindarin sebagai bahasa sehari-hari di antara kaum Quendi yang tinggal di Middle-earth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lengkap tentang perkembangan bahasa mulai dari Quenya menuju Sindarin (Beleriand-mode dan Tehta-mode) ada di Gateway to Sindarin-nya David Salo. But that's another story, because too much of a good thing can make us drunk and dizzy...hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perbedaan bahasa kaum Eldar sendiri, Rumil berkata dia mempelajari bahasa dan poesy lore dari Aule, yaitu menggunakan bahasa para Valar. Di sebuah notes kecil Chris Tolkien menemukan catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The Gods understood the language of the Elves but used it not among themselves. The wiser of the Elves learned much of the speech of the Gods and long treasured that knowledge among both Teleri and Noldoli, but by the time of the coming to Tol Eressea none knew it save the Inwir, and now that knowledge is dead save in Meril's house."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, the speech of the Gods! Apakah ini berarti Quenya? Atau bahasa yang lain sama sekali? We'll see in the next chapters :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-2575240910829932219?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/2575240910829932219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=2575240910829932219' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/2575240910829932219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/2575240910829932219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2007/09/link-between-cottage-of-lost-play-and.html' title='The Link between Cottage of Lost Play and Music of Ainur'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-7162772749582983291</id><published>2007-09-06T12:09:00.000+07:00</published><updated>2007-09-06T12:23:53.685+07:00</updated><title type='text'>The Cottage of Lost Play</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_48FwbUaw2R4/Rt-MV0_nHKI/AAAAAAAAAAU/fm7ueSGnQQY/s1600-h/losttales1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106954809092021410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_48FwbUaw2R4/Rt-MV0_nHKI/AAAAAAAAAAU/fm7ueSGnQQY/s320/losttales1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(dari bahasan di mailing list &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/indo-LOTR"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Eorlingas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Book of Lost Tales pertama kali ditulis pada tahun 1916-17 selamaPD I, saat Tolkien berusia 25 tahun, tapi manuskrip ini diabaikan beberapa tahun kemudian. Di sebuah buku tulis Tolkien menulis: &lt;em&gt;TheCottage of Lost Play, which introduceth [the] Book of Lost Tales&lt;/em&gt;. Disampulnya tertulis inisial istrinya: E.M.T beserta tanggal 12 February 1917. Di buku ini kisah ditulis tangan oleh Edith, salinan dari manuskrip dalam beberapa lembar kertas yg ditulis tangan oleh Tolkien yg wujudnya lebih berantakan (diselipkan ke dalam buku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The Cottage of Lost Play&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ERIOL, seorang pengembara, berlayar dari daratan jauh [di manuskrip ini masih disebut The Great Lands, later becomes Middle-earth] sampai ke Tol Eressea, yg juga disebut Dor Faidwen (Land of Release) oleh kaum Gnome [kaum Gnome kemudian disebut Noldor di manuskrip2 berikutnya]. Setelah berjalan beberapa hari menembus daratan TolEressea ia tiba di sebuah kota di atas bukit dan tertarik melihat sebuah pondok kecil yg nyaman. Ia mengetuk pintu dengan niat menumpang tidur. Pintu dibuka seseorang dan berkata bahwa pondok itu bernama Mar Vanwa Tyalieva atau Cottage of Lost Play. Tuan rumahnya adalah Lindo dan istrinya Vaire, yg telah membangun pondok itu bertahun-tahun yg lalu. Di sana tinggal banyak sekali teman dan anak-anak tuan rumah. Eriol masuk dan mendapati pondok itu jauh lebih besar daripada kelihatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi makan malam Lindo berkisah bahwa kota ini bernama Kortirion, berada di daerah bernama Alalminore. Ternyata kaum Eldar [saat ini Tolkien belum memutuskan term 'Eldar' adalah kaum elf yg berangkat dipanggil Manwe ke Valinor dari Cuivienen] yg tersisa tinggal di sana. Pulau itu juga pada zaman dahulu memiliki jalan masuk melalui daratan dari Great Lands. Bahkan di sana tinggal pula Rumil, elf tua yg mengaku pernah dirantai dan dikurung oleh Melkor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Seperti yg kita ingat, di Silmarillion Rumil tidak jadi bergabung dengan kaum Feanorean yg membelot ke ME setelah Melkor mencuri Silmaril.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak anak manusia yg bertandang ke Kortirion dan tidak kembali, tapi banyak pula yg kembali dan diingat Eriol sebagai nenek moyangnya yg mengisahkan bahwa zaman dahulu kaum elf masih tinggal bersama kaum manusia. Dimulailah pengalaman Eriol mendengarkan kisah tentang terjadinya Arda, terciptanya para Valar dan Maiar dan perseteruan mereka dengan Melkor melalui Rumil dan Lindo serta Vaire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini bakal gue bahas di bab2 berikutnya, sebisa mungkin diberi penjelasan bagaimana konsep ini berubah dan menjadi Silmarillion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Commentary&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Eriol the mariner adalah sentral dari konsep mitologi yg dibuat oleh Tolkien pertama kali. Pada masa itu, ia mengaku tujuan utama ia menulis mitologi ini adalah untuk membuat literatur Inggris yg khusus tentang term literatur 'fairie', seperti yg ditulisnya dalam surat kepada sahabatnya Milton Waldman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It was from early days grieved by the poverty of my own beloved country: it has no stories of its own (bound up with its tongue and soil), not of the quality that I sought, and found (as an ingredient) in legends of other lands. There was Greek, dan Celtic, and Romance, and Germanic, Scandinavian and Finnish (which greatly affected me); but nothing English, save impoverished chap-book stuff."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eriol sendiri dikisahkan sebagai kerabat dekat manusia2 legendaris dari North-western Europe. Kisah Eriol ini adalah yg paling ribet dari keseluruhan sejarah ME dan Aman (at least menurut Chris Tolkien), karena sepertinya Tolkien menginginkan Eriol berperan besar sebagai seseorang yg menyaksikan secara langsung kehancuran kaum elf Tol Eressea dan menceritakan kembali legenda kaum elf kepada anak cucunya di daratan. Akhirnya Tolkien mangabaikan konsep ini sebelum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada konsep pertama Eriol bukanlah orang Inggris. Inggris dalam konsep pertama ini bahkan belum tercipta. Eriol berasal dari zaman sebelum kaum Anglo-Saxon menginvasi Inggris. Karena faktanya (dalam konsep ini) pulau elf ke mana Eriol tiba (Tol Eressea) ADALAH Inggris. Atau lebih tepatnya, Tol Eressea kemudian menjadi Inggris, dan the Great Lands dari mana Eriol tiba adalah Eropa daratan. Kortirion kemudian akan menjadi Warwick (dilihat dari etimologi, ada hubungan dengan elemen kata 'Kor' dan 'War'), Alalminore akan menjadi Warwickshire dan Tavrobel (tempat di mana Eriol akhirnya tinggal sementara di Tol Eressea) akan menjadi desa Straffordshire di Great Haywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta di atas tidak dituliskan secara eksplisit di Book of Lost Tales, tapi ditulis pada catatan2 yg menyertai manuksrip. Maka semakin jelaslah tujuan Tolkien dalam membuat konsep pertama mitologi ini, agar Inggris memiliki 'sejarah' legendanya sendiri, seperti yg telah dikatakannya kepada Milton Waldman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan pada cover buku: Andrew Burward-Hoy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-7162772749582983291?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/7162772749582983291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=7162772749582983291' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/7162772749582983291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/7162772749582983291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2007/09/cottage-of-lost-play.html' title='The Cottage of Lost Play'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_48FwbUaw2R4/Rt-MV0_nHKI/AAAAAAAAAAU/fm7ueSGnQQY/s72-c/losttales1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-9134204000187630762</id><published>2007-05-30T21:29:00.001+07:00</published><updated>2007-05-30T21:33:59.857+07:00</updated><title type='text'>Nirnaeth Arnoediad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_48FwbUaw2R4/Rl2KhyNiI_I/AAAAAAAAAAM/MtmaKqwaCUc/s1600-h/TN-Fingon_and_Gothmog-Web.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_48FwbUaw2R4/Rl2KhyNiI_I/AAAAAAAAAAM/MtmaKqwaCUc/s320/TN-Fingon_and_Gothmog-Web.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5070361068507898866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;First Age, Hithlum, Middle-earth, saat kaum manusia baru dimunculkan, baru mencapai generasi keempat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kaum Eldar (elf) dan Edain (manusia) serta dwarf siap menyerang Angband, benteng pertahanan Morgoth, the first Dark Lord. Dua pasukan yang dipimpin Maedhros (putra Feanor) dan Fingon (Raja kaum Noldor) berada di posisi mereka. Fingon dibantu pasukan manusia dari Dor-lomin, dipimpin Hurin dan Huor, kakak-beradik kaum Hador Goldenhead. Juga pasukan manusia dari Brethil, yang dimpimpin Haldir putra Halmir. Fingon menatap Thangorodrim, pegunungan yang melindungi Angband, dan keraguan meliputinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Namun terdengar seruan perang dari arah selatan, dan Fingon tahu bahwa Turgon, adiknya, tanpa diminta dan dipanggil, telah keluar dari daerah kekuasaannya yang tersembunyi, Gondolin, membawa pasukan. Dan ketika Fingon mendengar trompet pasukan Turgon, rasa ragunya lenyap, dan ia berteriak: &lt;i&gt;“Utulie’n aure! Aiya Eldalie ar Atanatarni, utulie’n aure!”&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (“The day has come! Behold, people of the Eldar and Fathers of Men, the day has come!”)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Perang dimulai. Pasukan Morgoth dari Angband tak terhitung jumlahnya, membanjiri Hithlum, dan pasukan yang lebih besar sudah mulai menjegal jalan pasukan Maedhros, menghalangi para Raja kaum Eldar untuk menyatu. Demi memancing pasukan Fingon, Kapten pasukan Morgoth menyeret seorang sandra dari perang sebelumnya (&lt;i&gt;Dagor Bragollach&lt;/i&gt;---The Battle of Sudden Flame) bernama Gelmir putra Guilin, berasal dari Nargothrond. Di hadapan saudaranya, Gwindor putra Guilin, yang berada di garis depan, pasukan Morgoth memenggal tangan dan kaki Gelmir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dibutakan kemarahan, Gwindor segera menyerang bersama seluruh anggota pasukan yang berasal dari Nargothrond, langsung masuk ke Angband. Melihat pasukannya yang berapi-api, Fingon akhirnya meniup trompet dan seluruh sisa pasukan menyerbu dari daerah perbukitan. Pasukan Morgoth kocar-kacir, kemarahan pasukan Fingon menyebabkan mereka berhasil menembus gerbang Angband.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Namun Gwindor terjebak dan ditahan hidup-hidup, sementara kaumnya dibantai. Fingon tak sempat membantunya. Dari lorong-lorong bawah tanah Angband, pasukan besar menunggu, siap menyerang dan Fingon terpaksa mundur dengan banyak jumlah korban di pihaknya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kemudian di padang Anfauglith, di hari keempat perang, terjadilah Nirnaeth Arnoediad (Battle of Unnumbered Tears). Pasukan Maedhros dipukul mundur, dan lari dari medan perang. Pasukan Fingon mundur di padang pasir, dan di sana Haldir putra Halmir gugur. Pasukan Angband mengepung, dan mereka bertarung tanpa henti dari pagi hingga malam, pasukan Fingon semakin terdesak. Di pagi hari harapan muncul, karena datang pasukan Turgon dari sisi lain, membantu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pasukan Turgon membantai pasukan orc dari Angband, menyatu dengan pasukan Fingon. Namun pasukan Angband yang berhasil mengusir pasukan Maedhros kini tiba dan menyerang. Jumlah mereka lebih besar daripada pasukan Fingon dan Turgon. Kapten tertinggi pasukan Morgoth, Gothmog, ada di sana. Ia berhasil memisahkan Fingon dengan Turgon dan Hurin. Kemudian Gothmog bertarung melawan Fingon, satu lawan satu, sementara semua pengawal Fingon telah bergelimpangan tewas di sekelilingnya. Fingon bertarung dengan gagah berani, sampai sesosok Balrog mendatanginya dari belakang, membelitnya dengan cambuk sekeras baja. Kemudian Gothmog mengayunkan kapak hitamnya, menghantam kepala Fingon. Maka tewaslah Fingon putra Fingolfin, Raja kaum Noldor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Mereka kalah, namun pasukan dari Dor-lomin pimpinan Hurin dan Huor serta pasukan Gondolin pimpinan Turgon masih bertahan. Hurin berkata pada Turgon untuk mundur dan melarikan diri, selama masih ada kesempatan, agar ia bisa menggantikan abangnya menjadi Raja kaum Noldor di Middle-earth. Mula-mula Turgon menolak, berkata bahwa Gondolin tak bisa lagi tersembunyi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Namun Huor berkata, “Yet if it stands only a little while, then out of your house shall come the hope of Elves and Men. This I say to you, lord, with the eyes of death; though we part here for ever, dan I shall not look on your white walls again, from you and from me a new star shall arise. Farewell!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Firasat Huor ini benar, karena di masa datang, Tuor putra Huor akan menikah dengan Idril putri Turgon, dan dari mereka lahirlah Earendil, yang beserta kapalnya, Vingilot, disucikan oleh para Valar dan diorbitkan ke langit, menjadi bintang terang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Maka pasukan Turgon mundur, dilindungi oleh pasukan manusia dari Dor-lomin. Setelah pasukan Turgon berhasil melarikan diri, Hurin dan Huor bertahan, menyambut ajal. Pasukan Angband mengepung mereka, tubuh bergelimpangan, Huor tewas dengan mata tertusuk panah beracun. Tak ada korban sebanyak ini sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Akhirnya Hurin berdiri sendiri, menyambar kapak Kapten orc dan tiap kali ia mengayunkannya ia berteriak, &lt;i&gt;“Aure entuluva!” &lt;/i&gt;(“Day shall come again!”). Tujuh puluh kali ia meneriakkan kata-kata itu, tapi ia disandra hidup-hidup, atas perintah Morgoth, yang berniat menyiksanya dengan lebih kejam daripada memberinya kematian. Kemudian Gothmog mengikat Hurin dan menyeretnya masuk ke Angband, dan berakhirlah Nirnaeth Arnoediad. Matahari tenggelam di Hithlum, dan badai menyapu ke arah barat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sumber: Silmarillion, Narn i Hin Hurin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Lukisan Fingon dan Gothmog: Ted Nasmith&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-9134204000187630762?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/9134204000187630762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=9134204000187630762' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/9134204000187630762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/9134204000187630762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2007/05/nirnaeth-arnoediad.html' title='Nirnaeth Arnoediad'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_48FwbUaw2R4/Rl2KhyNiI_I/AAAAAAAAAAM/MtmaKqwaCUc/s72-c/TN-Fingon_and_Gothmog-Web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-116919826568800530</id><published>2007-01-19T15:41:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T16:35:43.930+07:00</updated><title type='text'>FËANOR OF THE NOLDOR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3413/897/1600/30829/feanor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/3413/897/320/549566/feanor.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Catatan:&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Arda: dunia&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aman: benua para dewa&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Valinor: kota para dewa&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Valar: dewa-dewa (Vala: singular, Valar: plural)&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Eldar: kaum elf yang berangkat ke Aman dari Middle-earth pada permulaan zaman&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Vanyar, Noldor, Teleri: tiga kaum elf&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hall of Mandos: tempat di mana Vala Mandos mengumpulkan roh-roh elf yang mati&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Finwë adalah raja kaum Noldor, tinggal di Valinor (Blessed Realm) pada First Age. Míriel, istrinya, melahirkan anak pertama mereka di istana Finwë di Eldamar. Nama putra mereka adalah Curufinwë, tapi oleh ibunya ia dijuluki Fëanor, Spirit of Fire. Setelah melahirkan, Míriel merasa letih lahir batin sehingga memohon agar nyawanya dicabut saja.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; “Never again shall I bear child; for strength that would nourished the life of many has gone forth to Fëanor.”&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Míriel membaringkan tubuhnya di taman Vala Lórien, namun rohnya telah pergi ke Hall of Mandos. Finwë menunggu, berharap Míriel kembali, tapi sia-sia. Akhirnya Finwë tidak lagi menunggu Míriel dan menikah lagi dengan Indis dari kaum Vanyar dan memiliki dua putra: Fingolfin dan Finarfin.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Fëanor tumbuh menjadi elf yang tinggi, tampan dan keras hati. Ia mempelajari seni menulis dan menempa, dan terbukti memiliki bakat hebat. Di antara para Eldar ia menjadi yang paling masterful.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Fëanor tidak menyukai pernikahan kedua ayahnya. Ia tidak menyukai Indis maupun kedua saudara tirinya, maka ia tinggal terpisah dari mereka, menjelajahi tanah Aman dan menyibukkan diri dengan ilmu pengetahuan dan seni menempa yang dicintainya.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Suatu ketika, Melkor (Vala yang memberontak), yang setelah memorak-porandakan Middle-earth ditangkap dan dikurung, meminta pengampunan. Manwë, lord of the Valar, memaafkannya. Tapi Melkor tetap diawasi dan tidak diperkenankan meninggalkan Aman.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Meski demikian, Melkor yang tetap membenci kaum Eldar melihat kesempatan untuk memecah-belah mereka. Ia membisikkan cerita-cerita bohong di antara kaum Noldor, yang dianggapnya paling memiliki semangat menyala-nyala. Ia menyebarkan kebohongan bahwa para Valar menginginkan kaum Eldar tinggal di Valinor agar tidak menguasai Middle-earth. Para Valar lah yang ingin menguasai semuanya dan bakal diciptakan pula ras Manusia yang mortal, yang bakal diberi kekuasaan di Middle-earth. Tujuannya adalah memicu pemberontakan kaum Eldar terhadap para Valar. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;The Silmarils&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Fëanor menempa tiga permata yang diberi nama Silmaril, permata paling indah yang pernah diciptakan. Ia berhasil memasukkan cahaya Two Trees of Valinor (dua pohon yang memberi penerangan di Valinor) ke dalam Silmarils, dan Vala Varda menyucikannya sehingga tak ada tangan-tangan jahat yang bisa menyentuhnya tanpa terbakar. Kemudian Vala Mandos meramalkan bahwa nasib Arda, tanah, laut dan udara, bergantung pada ketiga permata itu.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Melkor tentu saja menginginkan Silmarils dan mulai meracuni Fëanor dengan kebohongan bahwa adik tirinya, Fingolfin, berusaha menyikutnya dari kedudukan sebagai pangeran kaum Noldor, mengambil alih tahta Finwë dan menyingkirkan Fëanor beserta ketujuh putranya. Lama-kelamaan Fëanor mulai termakan hasutan, bicara terang-terangan pada kaumnya bahwa ia tidak mau menuruti perintah para Valar dan akan pergi kembali ke Middle-earth di mana ia bisa berkuasa, mengajak sebanyak mungkin pengikut. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;/b&gt;Fingolfin yang khawatir mendesak ayahnya, Finwë, agar menahan Fëanor dan menyadarkannya. Namun Fëanor malah menantang adik tirinya dengan menghunuskan pedang, menyangka Fingolfin memang berusaha menyingkirkannya. Tapi Fingolfin tidak menyambut tantangannya dan pergi menemui adiknya, Finarfin.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Para Valar, mengetahui tingkah Fëanor, menganggap kelakuannya sudah keterlaluan, menjadi arogan dan memicu terjadinya keresahan serta mengepalai gerakan anti Valar di antara kaum Noldor. Maka para Valar menghukum Fëanor dan mengasingkannya selama 12 tahun jauh dari Valinor. Meski Fingolfin meminta para Valar mengampuni abangnya, Fëanor yang congkak tak mengindahkannya dan berangkat ke Utara Valinor, di mana ia tinggal dalam pengasingan bersama ketujuh putranya di perbukitan dan membangun benteng bernama Formenos.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; King Finwë, karena cintanya pada putra pertamanya, ikut mengasingkan diri ke sana. Akhirnya kaum Noldor di Valinor dipimpin oleh Fingolfin dan maka, tampaknya kebohongan Melkor seakan benar, bahwa Fingolfin berusaha mengambil alih tahta, meski sebenarnya hal ini terjadi akibat perbuatan Fëanor sendiri.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Fëanor membawa serta Silmarils ke Formenos. Dan Melkor, setelah para Valar mengetahui tindak-tanduknya yang berusaha meracuni kaum Eldar, pergi menyembunyikan diri. Tapi karena masih ingin menguasai Silmarils, Melkor sempat mendatangi Fëanor ke Formenos, berusaha berteman dengannya, dengan harapan akhirnya bisa menguasai Silmarils. Tapi Fëanor mengusirnya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Darkening of Valinor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Melkor mencari jalan lain untuk melawan para Valar. Ia membujuk Ungoliant, labah-labah raksasa, untuk menjadi pengikutnya dan membantunya menghancurkan Two Trees of Valinor. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Tiba saatnya diadakan festival pemujaan Eru di Valinor. Manwë, Lord of the Valar, memerintahkan Fëanor untuk datang sendiri. Tapi Fëanor menolak membawa Silmarils yang terkunci rapat di bentengnya di Formenos. Di festival ia bertemu dengan Fingolfin dan Fingolfin mengulurkan perdamaian. Sambil menjabat tangan Fëanor, Fingolfin berkata, &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; “Half brother in blood, full brother in heart will I be. Thou shalt lead and I will follow. May no new grief divide us.”&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Pada saat itu, Melkor dan Ungoliant datang. Ungoliant, yang selalu diliputi kegelapan di mana pun ia berada, menebarkan kegelapan pada Two Trees of Valinor dan Melkor membabat habis keduanya. Secepat kedatangannya, mereka pun pergi. Maka gelaplah Valinor karena kedua sumber cahaya telah mati.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Para Valar bersidang dan meminta Fëanor menyerahkan Silmarils, agar dari cahayanya bisa dibuat lagi pohon cahaya. Namun Fëanor berkata ia takkan melakukannya dengan sukarela, dan jika para Valar memaksanya maka mereka ternyata sama saja seperti Melkor: pencuri.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Tapi saat itu tiba utusan dari Formenos, mengabarkan bahwa Melkor yang diliputi kegelapan telah datang ke Formenos, mencuri ketiga Silmarils dan membunuh Finwë.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;The Flight of the Noldor&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Feanor murka. Ia menyebut Melkor sebagai Morgoth (the Black Foe of the World) dan juga murka pada para Valar yang telah menyuruhnya datang ke Valinor. Karena dipikirnya, jika ia ada di Formenos, ia bisa mempertahankan Silmarils dan menyelamatkan ayahnya.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Maka ia menyatakan pemberontakan terhadap para Valar dan mengumpulkan kaumnya agar ikut bersamanya mengejar Morgoth ke Middle-earth, berusaha merebut kembali Silmarils. Para Valar melarang mereka pergi, tapi Feanor tak mengindahkan. Banyak sekali kaum Noldor yang terbakar kata-kata Fëanor dan siap mengikuti pangeran mereka berangkat ke Middle-earth. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Fingolfin memutuskan untuk ikut, sebagian karena sumpahnya untuk selalu mengikuti Fëanor, sebagian karena merasa waswas membiarkan rakyatnya dimpimpin oleh Fëanor yang sembrono. Finarfin, dengan alasan yang sama, juga memutuskan untuk ikut ke Middle-earth, meski dirinya dan para pengikutnya adalah mereka yang paling enggan meninggalkan Valinor.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kemudian Fëanor mengucapkan sumpah yang juga diikuti oleh ketujuh putranya, bahwa mereka akan memburu dan memerangi siapa saja sampai akhir dunia, baik Vala, Demon, Elf, atau Manusia yang belum dilahirkan, atau makhluk apa saja, kecil maupun besar, baik maupun jahat yang berani mengambil Silmarils dari tangan mereka. Mereka akan menderita jika tidak melaksanakan sumpah itu.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Maka berangkatlah kaum Noldor. Kelompok Fëanor berada di barisan terdepan bersama putra-putranya: Maedhros, Maglor, Celegorm, Caranthir, Curufin, Amrod dan Amras. Kelompok yang lebih besar di bawah bendera Fingolfin dan anak-anaknya berjalan di belakang, enggan meninggalkan tanah Aman. Dalam kelompok ini terdapat Finarfin dan anak-anaknya, yang termuda adalah Galadriel.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kinslaying at Alqualondë&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kelompok Fëanor tiba lebih dulu di Alqualondë, kota tepi pantai yang dihuni elf kaum Teleri, yang merupakan perbatasan Aman dengan laut yang memisahkannya dengan Middle-earth. Kaum Teleri ahli membuat kapal, dan karena untuk tiba di Middle-earth dibutuhkan kapal untuk menyeberang maka Fëanor meminta kaum Teleri untuk ikut atau meminjamkan kapal-kapal mereka.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Tapi King Olwë (raja kaum Teleri yang juga adalah mertua Finarfin) menolak, karena tahu para Valar tidak menyetujui tindakan Fëanor, juga karena mereka mencintai kapal-kapal mereka seperti Fëanor mencintai Silmarils. Fëanor marah dan berusaha merebut kapal-kapal mereka dengan cara menyuruh anak buahnya menyerang kaum Teleri.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kelompok Fingolfin tiba belakangan, melihat pertempuran anatara kaum Noldor dan kaum Teleri, menyangka kaum Teleri berusaha menghalangi mereka dengan cara kasar. Maka mereka membela kaum mereka sendiri tanpa tahu sebenarnya Fëanor-lah yang memicu peperangan itu. Rombongan Finarfin yang tiba paling belakang tidak ikut dalam pertempuran. Banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak namun kaum Noldor berhasil merebut kapal-kapal kaum Teleri dan sebagian (kelompok Fëanor) membawanya menyusuri pantai ke arah Utara, di mana celah antara Aman dan Middle-earth paling pendek, sementara sebagian lagi berjalan kaki.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Ketika mereka tiba di Araman, daerah pegunungan bersalju, mereka melihat sosok besar berdiri menatap ke bawah ke arah mereka yang berada di garis pantai. Beberapa menganggap itu adalah Vala Mandos sendiri, yang kemudian mengucapkan kutukan:&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; “Tears unnumbered ye shall shed; and the Valar will fence Valinor against you, and shut you out, so that not even the echo of your lamentation shall pass over the mountain…”&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Keluarga Fëanor dikutuk dan dilarang kembali menginjakkan kaki di Aman, dikatakan mereka akan menderita akibat sumpah mereka sendiri. Kemudian beberapa menjadi ketakutan dan memutuskan kembali ke Valinor, memohon ampun. Finarfin adalah salah satu yang kembali, dan banyak pengikutnya yang kembali bersamanya, tapi anak-anak Finarfin tetap bertekad berangkat ke Valinor, karena tak mau meninggalkan anak-anak Fingolfin. Maka Finarfin menjadi pemimpin kaum Noldor yang tersisa di Valinor. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Fëanor tidak gentar, karena ia tak pernah menjilat ludah sendiri, apalagi melanggar sumpah. Mereka yang terus berangkat terpaksa melakukannya karena sumpah setia pada Fëanor atau takut akan hukuman yang diberikan para Valar jika mereka kembali ke Valinor. Mereka mengikutinya tapi tidak mencintainya. Mereka menganggap Fëanor adalah biang keladi penderitaan mereka.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Akhirnya mereka tiba di Utara Aman, dataran bersalju menuju Helcaraxë, yang kemudian berbelok ke Timur menyambung dengan daratan Middle-earth. Terjadi perdebatan arah mana yang harus mereka tempuh: melalui Helcaraxë, jalan sulit bersalju, atau menyeberangi laut, tapi kapal-kapal tidak cukup untuk mengangkut mereka semua sekali jalan. Suatu malam Fëanor berangkat diam-diam dengan kapal, membawa para pengikutnya yang paling setia, termasuk ketujuh putranya. Mereka menelantarkan kelompok Fingolfin di Aman.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Mereka mendarat di muara Drengist dan berlabuh. Maedhros, putra tertua Fëanor, sempat ingin kembali membawa kapal-kapal ke Aman untuk menjemput kelompok Fingolfin namun dilarang oleh Fëanor, karena menurutnya kelompok Fingolfin tak layak dan telah meragukannya. Maka, di muara itu seluruh kapal kaum Teleri dibakar habis. Fingolfin, dari daratan Aman, bisa melihat di kejauhan kobaran api yang membakar kapal, maka ia tahu Fëanor telah mengkhianatinya. Kelompok Fingolfin kini memiliki alasan baru untuk terus berjuang melalui Helcaraxë menuju Middle-earth: untuk menghadapi Fëanor.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The End of Fëanor&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Sementara itu kelompok Fëanor tiba di danau Mithrim dan mendirikan kemah di sana. Namun pasukan Morgoth yang melihat kobaran api dari kapal-kapal yang terbakar di Drengist menyerang mereka tiba-tiba, dan terjadilah Dagor-nuin-Giliath, the Battle-under-Stars, karena saat itu belum diciptakan bulan dan matahari, hanya bintang bertaburan di langit dunia.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kaum Noldor berhasil mengusir pasukan Morgoth dan membuat mereka kocar-kacir. Namun Fëanor, dengan semangat menyala-nyala, menganggap ia bisa langsung menghadapi Morgoth dan mengejar pasukannya. Ia berada di garis depan, dan tiba-tiba muncul Balrog-Balrog dari Angband (tanah kekuasaan Morgoth di Utara Middle-earth). Fëanor melawan dengan beringas, namun terluka parah. Putra-putranya menyelamatkannya dan membawanya kembali menuju danau Mithrim. Tapi ketika mereka melewati pegunungan Ered Wethrin, Feanor menyuruh outra-putranya berhenti, dan menatap Thangorodrim, menara tertinggi yang ada di Middle-earth, yang didirikan Morgoth di Angband. Ia tahu nyawanya takkan bertahan. Ia mengutuk nama Morgoth tiga kali dan menitahkan ketujuh putranya untuk tetap mempertahankan sumpah mereka; dan Fëanor pun mengembuskan napas terakhir dan rohnya melayang ke Hall of Mandos, takkan pernah keluar lagi. Tapi tak ada pemakaman bagi Fëanor, karena saking berapi-apinya jiwanya, tubuhnya segera menjadi abu.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Maka berakhirlah kehidupan elf Noldor yang paling kuat, yang karena tindakannya membuat kaum mereka terkenal sekaligus dilimpahi bencana. Namun, perjuangan putra-putra Fëanor untuk merebut kembali Silmarils masih jauh dari selesai. But that’s another story…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-116919826568800530?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/116919826568800530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=116919826568800530' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/116919826568800530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/116919826568800530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2007/01/fanor-of-noldor.html' title='FËANOR OF THE NOLDOR'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-116036651637897246</id><published>2006-10-09T10:56:00.000+07:00</published><updated>2006-10-09T11:01:56.400+07:00</updated><title type='text'>Elendil and the Faithful</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3413/897/1600/elendil1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3413/897/320/elendil1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;h1&gt;The Island of Númenór&lt;/h1&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Saat Morgoth akhirnya dikalahkan dan dikurung di Void di luar Arda, ras manusia yang membantu para Valar dan Eldar memerangi Morgoth---kaum Edain---diberikan hadiah berupa usia panjang dan tanah subur untuk ditinggali. Tanah itu berbentuk pulau yang terletak di tengah laut antara Middle-earth dan Tol Eressëa (pulau para Eldar yang merupakan gerbang menuju Valinor). Pulau itu diberi nama Andor (the Land of Gift) atau Númenórë dalam bahasa High Eldarin. Kaum Edain yang tinggal di sini adalah cikal bakal kaum yang kemudian dikenal dengan Dúnedain: Númenórean.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Raja pertama Númenor adalah Elros Tar-Minyatur, saudara kandung Elrond Halfelven yang memilih menjadi manusia dan ia hidup selama 500 tahun, bertahta selama 410 tahun. Mereka sering berlayar menuju Middle-earth mengunjungi para Eldar yang dipimpin Gil-galad (High Elven King), namun tak diperbolehkan berlayar ke barat, ke arah Tol Eressëa dan Aman, tanah para immortal. Karena meski mereka diberi usia panjang, mereka tak bisa menghindari kematian.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Lama kelamaan keturunan Elros yang pewaris tahta mulai bertanya-tanya mengapa mereka tidak diperbolehkan berkunjung ke Aman dan mengapa keabadian hanya diberikan kepada kaum Eldar. Mereka mulai takut akan kematian dan mulai menentang Ban of the Valar, mula-mula secara diam-diam.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h1&gt;The Faithful&lt;/h1&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Tar-Atanamir, Raja Númenor ke-13 akhirnya berani secara terang-terangan memprotes Ban of the Valar, sehingga kaum Númenorean terbagi dua, mereka yang mengikuti Raja menentang para Valar dan mereka yang disebut The Faithful, yang setia pada para Valar dan tetap ingin berteman dengan kaum Eldar. Para Valar mengirimkan utusan dari Aman ke Númenor untuk meredakan protes mereka dan menjelaskan mengapa mereka harus mematuhi Ban of the Valar. Namun Tar-Atanamir terlalu angkuh untuk bisa diyakinkan.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Maka sejak itu tak ada lagi kaum Eldar yang berkunjung ke Númenor, kelompok The Faithful diam-diam menentang Raja, merindukan persahabatan kaum Eldar. Sebagian dari The Faithful adalah bangsawan kerabat Raja, keturunan Elros tapi bukan dari garis tahta, dan mereka adalah nenek moyang Elessar (Aragorn II), Raja Gondor di akhir Zaman Ketiga.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Pertentangan terus berlangsung sampai akhirnya Ar-Pharazôn, Raja Númenor ke-24 dan terakhir, melakukan kesalahan fatal. Ia adalah Raja yang paling kuat dan paling angkuh, memusuhi kaum Eldar, menetang Valar dan juga memerangi Sauron yang kala itu kembali menebarkan kekuatan jahatnya di Middle-earth. Ar-Pharazôn merasa kaumnya lah yang harus menguasai Arda, bukan Sauron. Maka ia pergi ke Middle-earth, menangkap dan menyandra Sauron di Númenor.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Sauron yang waktu itu masih bisa menampakkan wujud mirip kaum Eldar (tampan dan memesona) tentu saja sengaja menyerahkan diri pada Ar-Pharazôn dengan niat menghasutnya lebih jauh untuk memerangi para Valar. Sauron dengan kata-kata manis dan pujian berhasil mengambil hati Raja dan para penasihatnya. Kecuali satu, Amandil.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Amandil adalah Lord of Andunië, kota paling barat Númenor, yang adalah kerabat Raja sekaligus penasihatnya. Ia juga diam-diam adalah pemimpin kelompok The Faithful. Mencurigai niat Sauron, ia memerintahkan putranya, Elendil, dan kedua putra Elendil, Isildur dan Anárion, untuk mempersiapkan beberapa kapal di pelabuhan Rómenna, yang menghadap ke timur ke arah Middle-earth. Jika terjadi bencana akibat hasutan Sauron, Elendil harus segera memimpin kelompok The Faithful melarikan diri dari Númenor menuju Middle-earth.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Amandil sendiri akan berusaha meminta pengampunan dari para Valar karena perlawanan Ar-Pharazôn, maka ia berlayar menuju Aman bersama beberapa pelayan setianya. Namun keajaiban seperti itu hanya terjadi satu kali pada Eärendil, sehingga nasib Amandil dan para pelayannya tak diketahui lagi setelah mereka berlayar menuju Aman. Sementara itu Ar-Pharazôn membangun ratusan kapal dan mengumpulkan pasukan untuk menyerang Aman, atas hasutan Sauron. Tapi kelompok The Faithful menolak panggilan Raja untuk memerangi kaum Eldar dan para Valar, mereka menunggu di Rómenna. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Begitu pasukan Raja menjejakkan kaki di Aman, di mana kaum Eldar sudah meninggalkan pantai, Eru Illúvatar mengutuk mereka, menyebabkan air pasang dan bumi terbelah, menenggelamkan semua pasukan termasuk Ar-Pharazôn, laut mengamuk menenggelamkan pulau Númenor. Seluruh kebudayaan dan kekayaan kaum Númenor musnah diterjang ombak.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Tapi kelompok The Faithful berhasil selamat melarikan diri ke Middle-earth, di mana Elendil mendirikan kerajaan kembar, Gondor dan Arnor. Elendil memimpin Arnor sendiri, sementara kedua putranya, Isildur dan Anárion, memimpin Gondor bersama-sama. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Sementara itu Sauron, yang kembali terkalahkan dan kini tak bisa lagi berubah wujud (sekarang berwujud mengerikan) tidak mati karena ia bukanlah manusia mortal melainkan Maia, rohnya terbang menuju Middle-earth dan bersarang di Mordor. Sampai akhirnya ia kembali menyerang manusia dan kaum Eldar memicu terjadinya the Last Alliance antara manusia dan elf, memerangi Sauron di akhir Zaman Kedua. Di perang inilah Elendil dan Gil-galad menemui ajal mereka. Tahta Gondor kini dipegang oleh Isildur, yang mengambil pecahan Narsil, pedang Elendil, untuk memotong jari Sauron yang mengenakan the One Ring.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Namun Isildur, yang tentu bakal mengecewakan ayahnya, tak mengindahkan saran Elrond Halfelven yang waktu itu ikut berperang untuk memusnahkan the One Ring ke kawah Mount Doom. And you all know the rest of the story…&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-116036651637897246?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/116036651637897246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=116036651637897246' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/116036651637897246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/116036651637897246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2006/10/elendil-and-faithful.html' title='Elendil and the Faithful'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-115700616748361325</id><published>2006-08-31T13:33:00.000+07:00</published><updated>2006-08-31T13:36:07.496+07:00</updated><title type='text'>The New Shadow</title><content type='html'>Suilad mellyn nin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; di buku The Peoples of Middle-earth Christopher Tolkien menyertakan&lt;br /&gt; sebuah kisah yg ditulis oleh sang profesor tapi akhirnya diabaikan.&lt;br /&gt; Ada tiga manuscript yg ditemukan Christopher: manuscript A, manuscript&lt;br /&gt; B (beberapa kalimat diubah dari manuscript A) dan manuscript C&lt;br /&gt; (ditulis dari awal seperti manuscript B disertai beberapa perubahan&lt;br /&gt; lagi tapi berakhir di tengah2nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kisah ini hanya menampilkan dua tokoh, seorang pemuda Gondor bernama&lt;br /&gt; Egalmoth (manuscript A) diubah namanya menjadi Arthael (manuscript B)&lt;br /&gt; dan diubah lagi namanya menjadi Saelon (manuscript C) dan seorang pria&lt;br /&gt; tua bernama Borlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dimulai dengan kalimat: "This tale begins in the days of Eldarion, son&lt;br /&gt; of that Elessar whom the histories have much to tell", bercerita&lt;br /&gt; tentang datangnya 'New Shadow' yg mengancam keamanan dan kesejahteraan&lt;br /&gt; masyarakat Gondor. Terutama disebabkan oleh kalangan mudanya. Borlas&lt;br /&gt; adalah putra dari Beregond, Kapten Pengawal Prince Faramir yg pertama.&lt;br /&gt; Borlas tua masih ingat zaman kegelapan dulu, saat ayah sang Raja&lt;br /&gt; melawan kekuatan Sauron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari percakapan antara si pria tua dan Saelon, si anak muda, terungkap&lt;br /&gt; bahwa Borlas telah mendengar kabar tentang sebutan 'Herumor'. Herumor&lt;br /&gt; ini mungkin saja gerakan pemberontak, yg dibisikkan dengan takut2 di&lt;br /&gt; kalangan anak muda. Borlas bertanya pada Saelon apakah dia pernah&lt;br /&gt; dengar atau tahu sesuatu tentang Herumor. Saelon hanya meminta Borlas&lt;br /&gt; untuk ikut dengannya malam nanti, berpakaian hitam2, pergi bersamanya&lt;br /&gt; menuju ke suatu tempat di mana ia berjanji akan memberitahu Borlas&lt;br /&gt; tentang Herumor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Borlas gugup tapi kepingin tahu. Ia setia pada raja Eldarion dan salah&lt;br /&gt; satu keputusannya untuk ikut adalah karena ingin memata-matai, jika&lt;br /&gt; benar Saelon ada hubungannya dengan gerakan Herumor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sayangnya, kisah berakhir hanya sampai di sini. Sang profesor tidak&lt;br /&gt; meneruskan karena ia menganggap kisah ini percuma untuk diceritakan.&lt;br /&gt; Bakal jadi thriller yg bagus, memang, tapi percuma. Mengapa diputuskan&lt;br /&gt; begitu? Karena sang profesor menganggap kisah sudah berakhir pada&lt;br /&gt; kejatuhan Sauron. Titik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-115700616748361325?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/115700616748361325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=115700616748361325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/115700616748361325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/115700616748361325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2006/08/new-shadow.html' title='The New Shadow'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-115431582249205086</id><published>2006-07-31T10:09:00.000+07:00</published><updated>2006-07-31T13:43:09.383+07:00</updated><title type='text'>My Tengwar Name</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3413/897/1600/arwen.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3413/897/320/arwen.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Can you read those letters? It's Arwen Undomiel, in Tengwar Sindarin Tehta-mode! Well, actually Undomiel has to be written in Quenya-mode, but since I only manage to learn Sindarin Tehta-mode so far, it'll have to do *grins*. The Arwen part is correctly written, though.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-115431582249205086?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/115431582249205086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=115431582249205086' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/115431582249205086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/115431582249205086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2006/07/my-tengwar-name_31.html' title='My Tengwar Name'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-115155256382749642</id><published>2006-06-29T10:42:00.000+07:00</published><updated>2006-07-29T09:56:02.670+07:00</updated><title type='text'>Galadriel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3413/897/1600/galadriel-input.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3413/897/320/galadriel-input.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Galadriel, atau Altariel dalam bahasa Quenya, yang berarti radiantly-garlanded-maiden, adalah penguasa Lorien. Ia adalah anak dari Finarfin dari kaum Noldor (anak King Finwe dan Indis dari kaum Vanyar) dan Earwen dari kaum Teleri (anak King Olwe). Bagaimana Galadriel bisa menguasai Lorien? Bagaimana dia bertemu dengan Celeborn? Sejarah Galadriel terdiri dari berbagai konsep yang dibuat oleh Tolkien setelah ia selesai menulis LOTR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;The History of Galadriel and Celeborn&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;First Conception:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep pertama yang dibuat Tolkien menyatakan bahwa ‘Galadriel went east over the mountains from Beleriand alone, before the end of First Age and met Celeborn in his own land of Lorien.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan itu dikatakan dalam sebuah tulisan yang tidak dipublikasikan dan mendasari kalimat Galadriel kepada Frodo di &lt;i&gt;Fellowship of the Ring&lt;/i&gt;, dimana ia berkata bahwa Celeborn “has dwelt in the West since the days of dawn, and I have dwelt with him years uncounted; for ere the fall of Nargothrond or Gondolin I passed over the mountains, and together through the ages of the world we have fought the long defeat.”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Bisa disimpulkan bahwa Celeborn adalah elf Nandorin (bagian dari elf Teleri yang menolak menyeberangi Misty Mountains dalam Great Journey dari Cuivienen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi dalam Appendix B LOTR dinyatakan versi lain: di awal Second Age ‘In Lindon south of the Lune dwelt for a time Celeborn, kinsman of Thingol; his wife was Galadriel, greatest of Elven women.’&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Dan di catatan dalam kisah &lt;i&gt;The Road Goes Ever On&lt;/i&gt; (1968, p.60) dikatakan bahwa Galadriel “passed over the Mountains of Eredluin with her husband Celeborn (one of the Sindar) and went to Eregion.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Second Conception:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Di &lt;i&gt;The Silmarillion&lt;/i&gt; disebutkan Galadriel bertemu dengan Celeborn di Doriath (bahwa Celeborn adalah kerabat King Thingol) dan mereka berdua adalah Eldar yang tetap berada di Middle-earth setelah First Age.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Alasan mengapa Galadriel tetap tinggal di Middle-earth bervariasi. Di &lt;i&gt;The Road Goes Ever On &lt;/i&gt;disebutkan “After the overthrow of Morgoth at the end of the First Age a ban was set upon her return, and she had replied proudly that she had no wish to do so.” Tak ada pernyataan sejelas itu di LOTR tapi dalam sebuah surat yang ditulis oleh Tolkien tahun 1967 ia menyatakan:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;‘The Exiles diizinkan untuk kembali kecuali beberapa pelaku utama pemberontakan, dimana saat kisah LOTR terjadi hanya Galadriel yang masih ada. Pada saat Lament in Lorien (Namarie) ia menganggap larangan itu berlaku untuk selamanya. Maka ia menyelesaikan lament-nya dengan harapan dan permintaan agar Frodo diberi tempat kehormatan di Eressea, pulau terpencil dekat Aman, meski baginya tempat itu terlarang. Doanya dikabulkan dan larangan baginya juga dicabut, sebagai hadiah atas perjuangannya melawan Sauron, dan di atas segalanya adalah karena ia telah lulus ujian dengan menolak Ring of Power saat Frodo memberikannya kepadanya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Konsep di atas belum diciptakan saat bab ‘Farewell to Lorien’ dibuat beberapa tahun sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Third Conception:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah philological essay, kisah tentang Galadriel sedikit berbeda. Konsep itu ditulis setelah &lt;i&gt;The Road Goes Ever On&lt;/i&gt; dipublikasikan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahwa Galadriel tidak menyukai Feanor karena dengan kemampuannya melihat benak seseorang ia mengetahui ada kegelapan dalam jiwa Feanor, yang tak lain adalah pamannya sendiri. Namun Galadriel juga memimpikan daerah kekuasannya sendiri, dimana ia dapat memerintah tanpa campur tangan para Valar. Maka saat terjadi pemberontakan kaum Noldor terhadap para Valar ia mengikuti jejak Feanor, menuju Middle-earth untuk mencari daerah kekuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Meskipun ia ikut memerangi Feanor yang menyerang kaum Teleri (kaum ibu Galadriel) untuk mencuri kapal-kapal mereka di Alqualonde, ia tetap meninggalkan Valinor, kali ini dengan tekad untuk mengikuti Feanor kemanapun ia pergi, untuk menjegalnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Keangkuhannya membuat Galadriel memutuskan untuk menolak pemberian maaf para Valar setelah ia ikut berjuang mengalahkan Morgoth dan tetap tinggal di Middle-earth. Keputusannya untuk meninggalkan Valinor dan menetap di Middle-earth dipengaruhi oleh kenyataan bahwa ia berkerabat dengan King Thingol of Doriath di Beleriand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dua age kemudian barulah Galadriel menemukan Ring of Power yang dapat mewujudkan hasratnya sewaktu muda: berkuasa di Middle-earth. Namun dalam usianya kini ia telah bertambah bijak dan ia menolaknya, maka ia kemudian meninggalkan Middle-earth.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas tidak dipaparkan dalam &lt;i&gt;Silmarillion&lt;/i&gt;. Dalam essay ini kemudian dikisahkan meski ia disebut Nerwen (man-maiden, karena tubuhnya yang sangat tinggi) oleh ibunya dan dipanggil Artanis (noble woman) oleh ayahnya, ia memilih Galadriel sebagai nama Sindarinnya “for it was the most beatiful of her names, and had been given to her by her lover, Teleporno of the Teleri, whom she wedded later in Beleriand.” Teleporno adalah Celeborn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Fourth Conception:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang lain sama sekali, yang tidak pernah dipublikasikan, terdapat dalam catatan yang diselesaikan Tolkien beberapa saat sebelum kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkan bahwa Galadriel memang ingin pergi dari daratan Aman menuju Middle-earth, tapi bukan karena dipicu oleh pemberontakan kaum Noldor yang diketuai Feanor. Ia hanya ingin mencari petualangan dan sementara menunggu izin dari Manwe ia tinggal bersama kerabat ibunya di Alqualonde. Disanalah ia bertemu dengan Celeborn (di sini sekali lagi disebut sebagai pangeran kaum Teleri) yang mash sepupunya sendiri. Mereka berdua membuat sebuah kapal untuk berangkat ke Middle-earth bila sewaktu-waktu izin dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Manwe diberikan. Dan di sini juga disebutkan bahwa Manwe tidak pernah melarang mereka pergi dari Valinor.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kaum Noldor menyerang kaum Teleri di Alqualonde, Galadriel dan Celeborn bertarung melawan Feanor. Galadriel kemudian menganggap Valinor sudah tidak lagi menjadi tempat yang tentram karena matinya Two Trees of Valinor dan dicurinya Silmarils oleh Melkor (Morgoth). Ia juga ngeri melihat kebrutalan Feanor. Maka tanpa menunggu izin dari Manwe ia dan Celeborn berangkat menuju Middle-earth lebih karena ingin mengawasi Feanor. Karena itulah ia dikutuk oleh para Valar dan dilarang kembali ke Valinor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan Celeborn sebagai kaum Teleri bertentangan dengan yang dikisahkan di &lt;i&gt;Silmarillion&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;The Road Goes Ever On&lt;/i&gt; dan di Appendix B LOTR. Kisah terakhir ini mungkin dibuat untuk menegaskan bahwa Galadriel berangkat ke Middle-earth secara terpisah dengan Feanor dan tidak ambil bagian dalam pemberontakan kaum Noldor.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang mana sejarah Galadriel sebetulnya? Mungkin Tolkien sendiri tidak tahu, tidak bisa memutuskan, atau belum sempat memutuskannya sebelum ia meninggal dunia. Sang pengarang ternyata kesulitan untuk menentukan kisah yang paling diinginkannya, yang dianggapnya paling tepat. Don’t we all?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sumber: Unfinished Tales, Silmarillion, Appendix B LOTR&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-115155256382749642?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/115155256382749642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=115155256382749642' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/115155256382749642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/115155256382749642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2006/06/galadriel.html' title='Galadriel'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-114370173569738643</id><published>2006-03-30T13:55:00.000+07:00</published><updated>2006-03-30T13:55:35.800+07:00</updated><title type='text'>His Many Names</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/aragorn2.jpg"&gt;&lt;BR&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Mengapa Aragorn memiliki banyak nama? Lahir dari seorang wanita bernama Gilraen yang bersuamikan keturunan langsung Isildur, Arathorn, Aragorn menjadi pewaris tahta Gondor terakhir. Karena keturunan langsung&amp;nbsp;Isildur terancam nyawanya akibat dendam kesumat Sauron, maka Aragorn dilindungi identitasnya oleh Master Elrond Halfelven, yang bertindak selaku ayahnya setelah Arathorn meninggal dunia. Aragorn menjadi Ranger, maka ia tak pernah menetap di satu tempat untuk jangka waktu lama. Karena itulah ia dikenal dengan banyak nama, sesuai dengan daerah-daerah yang dikunjunginya.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Siapa saja nama Aragorn?&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Aragorn son of Arathorn&lt;/STRONG&gt;: nama kelahirannya, yang diberikan oleh ayah dan ibunya&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Strider&lt;/STRONG&gt;: nama yang dikenal di kalangan penduduk Bree, sebagai seorang Ranger&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Estel&lt;/STRONG&gt;: berarti Hope atau harapan, nama yang diberikan Master Elrond kepadanya karena dialah yang menjadi harapan bakal bangkitnya kembali kerajaan Gondor dan berkuasanya manusia di Middle Earth&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Wingfoot&lt;/STRONG&gt;: nama yang diberikan oleh Rohirrim karena kecepatannya mencari jejak Merry dan Pippin&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Stick-at-naught &lt;/STRONG&gt;dan &lt;STRONG&gt;Longshanks&lt;/STRONG&gt;: nama yang diberikan Bill Ferny di Bree, sama sekali bukan pujian&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Thorongil&lt;/STRONG&gt;: nama samarannya saat mengabdi pada raja Thengel of Rohan dan steward Echtelion of Gondor&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Elessar &lt;/STRONG&gt;atau &lt;STRONG&gt;Elfstone&lt;/STRONG&gt;: nama yang digunakannya setelah ia disahkan menjadi raja Gondor&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-114370173569738643?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/114370173569738643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=114370173569738643' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/114370173569738643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/114370173569738643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2006/03/his-many-names.html' title='His Many Names'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-113843184920307824</id><published>2006-01-28T14:04:00.000+07:00</published><updated>2006-01-28T14:04:09.226+07:00</updated><title type='text'>Boromir, Captain of Gondor</title><content type='html'>&lt;PRE&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/ELBoromir.jpg"&gt;&lt;/PRE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;FONT face="Times New Roman, Times, serif" size=3&gt;Setelah Raja Gondor terakhir, Earnur, mangkat tanpa memiliki keturunan, kerajaan Gondor mengalami kemunduran. Negara itu kini diperintah oleh Steward, menggantikan posisi raja untuk memerintah. Pada zaman ketiga saat terjadinya War of the Ring, Steward Gondor, Denethor II, memiliki dua putra, Boromir dan Faramir. Pada saat itu Gondor lebih membutuhkan putra-putra terbaik mereka sebagai panglima perang yang tangguh, sehingga di penghujung Zaman Ketiga banyak diantara keluarga bangsawan lebih mementingkan seni berperang daripada keahlian lainnya. Demikian pula Boromir, yang menjadi Kapten Pasukan Gondor sampai kepergiannya untuk menemui Elrond Halfelven pada tahun 3019 Zaman Ketiga.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;FONT face="Times New Roman, Times, serif" size=3&gt;Boromir senang berperang dan bernegosiasi dengan senjata. Ia adalah seorang pejuang yang berani dan dihormati, pahlawan bagi bangsanya, dan dikagumi karena kegagahannya. Sebagai anak tertua Denethor II, Boromir adalah pewaris tahta Stewardship of the Tower dan maka dari itu, setelah mendapatkan mimpi yang sama seperti adiknya, ia tak mengizinkan siapapun&amp;nbsp;selain dirinya sendiri untuk melakukan perjalanan menuju Utara ke Imladris (Rivendell) , untuk mengungkapkan arti mimpinya yang berkata:&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;EM&gt;Seek for the Sword that was broken; In Imladris it dwells; There shall be counsels taken, Stronger than Morgul-spells. There shall be shown a token, That Doom is near at hand, For Isildur's Bane shall waken, And the Halfling forth shall stand.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Setelah melakukan perjalanan panjang yang berbahaya dan melelahkan selama berbulan-bulan Boromir berhasil tiba di House of Elrond, dimana ia bertemu dengan Aragorn son of Arathorn saat dibentuk Council of Elrond, yang semula tak ingin diakuinya sebagai pewaris tahta Gondor, meskipun diyakinkan oleh Elrond dan beberapa anggota council lainnya. Bahkan Bilbo angkat suara dengan menyerukan:&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;EM&gt;All that is gold does not glitter, Not all those who wonder are lost; The old that is strong does not wither, Deep roots are not reached by the frost. From the ashes fire shall be woken, A light from the shadows shall spring; Renewed shall be blade that was broken: The crownless again shall be king.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Pada akhirnya Boromir menjadi bagian dari The Fellowship of the Ring dan mengakui Aragorn sebagai keturunan langsung Isildur, pewaris tahta Gondor. Ia wafat dengan gagah berani dalam perjalanan menuju Selatan, melindungi para hobbit dari serangan orc.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Sumber: The Complete Tolkien Companian by JEA Tyler dan The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring by JRR Tolkien.&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-113843184920307824?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/113843184920307824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=113843184920307824' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113843184920307824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113843184920307824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2006/01/boromir-captain-of-gondor.html' title='Boromir, Captain of Gondor'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-113799266693369776</id><published>2006-01-23T12:04:00.000+07:00</published><updated>2006-01-23T12:09:43.196+07:00</updated><title type='text'>MESRA vol.4 2006</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Map.jpg" style="HEIGHT: 204px; WIDTH: 300px"&gt;&lt;BR&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Ini adalah tulisan dari salah seorang Shieldmaiden of Rohan di Indonesian Tolkien Society: Illyria alias Agent I alias Novia Stephani. Kepiawaian menulis Agent I membuat para anggota Indonesian Tolkien Society memiliki sesuatu yang ditunggu-tunggu sepanjang waktu. Kalau ingin tahu separah apa jiwa paparazzi para Shieldmaiden of Rohan, silakan bergabung di &lt;A href="http://groups.yahoo.com/group/indo-LOTR/"&gt;http://groups.yahoo.com/group/indo-LOTR/&lt;/A&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;FONT face="Times New Roman, Times, serif" size=4&gt;&lt;TT&gt;Suilad, mellonath nin.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Agent I di sini, kali ini dengan skrip tayangan terbaru MESRA. Setelah sempat&lt;BR&gt;hilang dari peredaran lantaran dicekal beberapa uruk yang menganggap MESRA&lt;BR&gt;mencemarkan nama baik mereka, acara kontroversial ini kembali membawakan gosip2&lt;BR&gt;terhangat para selebriti Middle-earth dari berbagai Age. Harap diketahui, para&lt;BR&gt;uruk akhirnya mencabut tuntutan terhadap MESRA setelah diingatkan bahwa nama&lt;BR&gt;mereka sebenarnya sudah tercemar, dan uruk justru selalu mencari cara agar&lt;BR&gt;namanya makin tercemar. Justru harusnya mereka berterima kasih pada MESRA yang&lt;BR&gt;telah semena-mena mencela dan menghina-dina mereka. Kalau MESRA berupaya&lt;BR&gt;membersihkan nama mereka, nah, boleh deh menuntut ke pengadilan kalo begitu.&lt;BR&gt;Dasar uruk nggak kenal sekolahan (baca: blo'on), mereka percaya aja, dan&lt;BR&gt;pengacara mereka Ugluk Nainggolan SH (ijazah SH-nya hasil ngancem rektor, nama&lt;BR&gt;marga juga hasil embat asal-asalan bin serabutan, bukan karena keturunan batak&lt;BR&gt;asli, tapi cuma lantaran dia liat kebanyakan lawyer keturunan&lt;BR&gt;batak) akhirnya mencabut tuntutan cekal terhadap MESRA. Yay! Let the gossip&lt;BR&gt;continue!&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Agent I&lt;BR&gt;(dalam pelarian lantaran diuber uruk yang ngerasa ketipu dan terhina dengan&lt;BR&gt;sebutan blo'on--mereka lebih suka idiot, lebih ilmiah soalnya)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;SKRIP MESRA&lt;BR&gt;(Panjang syekalee lho, jangan dibaca di warnet ato di kantor. Agent I nggak&lt;BR&gt;bertanggung jawab kalo pembaca cengar-cengir sendiri trus disangkain kurang&lt;BR&gt;sehat ama orang2 di sekitarnya)&lt;BR&gt;====&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hail, halo, suilad. Jumpa lagi dengan saya Ioreth, dalam edisi teranyar&lt;BR&gt;MESRA, Middle-earth Selebriti Radar, tayangan infotainment terpanas, terlengkap,&lt;BR&gt;terakurat di Middle-earth.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pemirsa, seperti biasa MESRA akan menyuguhkan berita terbaru seputar kehidupan&lt;BR&gt;para selebriti kita.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Ada apa sebenarnya di balik isyu tuntutan yang diajukan perusahaan2 farmasi&lt;BR&gt;terhadap King Elessar?"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(gambar Aragorn dikerubutin mike dan recorder para wartawan, tampangnya gahar&lt;BR&gt;kayak lagi siap2 mau membabat orc) "Sekali lagi saya tekanken, saya tidak&lt;BR&gt;menerima uang sepenny pun dari siapa pun." (kamera beralih ke tangannya yang&lt;BR&gt;udah mengusap2 dan ngremes2 gagang Anduril)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Bagaimana pula tanggapan para selebriti kita tentang heboh formalin dalam&lt;BR&gt;makanan?"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(gambar Rosie Cotton berkomentar sambil nyengir lebar.) "Ada juga sih, yang&lt;BR&gt;pakai pengawet."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(gambar Galadriel bertampang sewot saat dikerubuti wartawan) "Saya curiga isyu&lt;BR&gt;ini sengaja diembuskan saingan usaha kami, para produsen cram dari Dale!"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Jangan lewatkan pula gosip terhangat tentang skandal Lord Elrond dengan Lady&lt;BR&gt;Gilraen."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(Glorfindel, kening berkerut berkomentar) "Saya rasa itu agak mustahil, Mas.&lt;BR&gt;Meskipun Elrond itu di mata saya masih anak bau kencur, buat Gilraen ia jelas&lt;BR&gt;terlalu tua."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(Erestor sambil ketawa berkomentar.) "Ya, siapa yang tahan, Mas, kalau di&lt;BR&gt;istananya tinggal janda muda, cantik lagi."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Dan sebagai penutup, ada apa di antara grup musik Tari dan kelompok&lt;BR&gt;legendaris Queen?"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Temukan cerita lengkapnya dalam MESRA kali ini, setelah jeda pariwara&lt;BR&gt;berikut."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Iklan:&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Trailer film "Chronicles of Nargothrond: The Elf-lord, the Dwarf and the&lt;BR&gt;Dragon" Saksikan di bioskop kesayangan Anda.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Sinetron "Mearas Maedhros" episode "Salon Orodreth" tayang Senin-Jumat pukul&lt;BR&gt;18.00&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Shampo Laurelin (Galadriel, duduk di beanbag ala cewek2 yg ngasih testi di&lt;BR&gt;iklan pembalut, ngomong "Tadinya saya udah coba macam-macam shampo, tapi yang&lt;BR&gt;ada rambut saya malah jadi rontok. Tapi setelah pakai Laurelin, sisir saya jadi&lt;BR&gt;bersih, nggak ada rontokan rambut lagi. Jadi waktu Gimli minta rambut dulu itu&lt;BR&gt;terpaksa saya cabut sendiri, bukan diambil dari sisir mana gitu." *ketawa*)&lt;BR&gt;Laurelin, karena anda begitu berharga.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hadiri peragaan busana koleksi musim panas the House of Dior Eluchil&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pemirsa, sulit rasanya dipercaya bahwa King Elessar alias Aragorn, yang juga&lt;BR&gt;dikenal dengan julukan Strider, Wingfoot, Telcontar, Estel, Thorongil,&lt;BR&gt;Longshanks dan Stick-at-naught, yang kita kenal lurus dan bersih kini berada&lt;BR&gt;dalam sorotan kacamata publik akibat tuntutan perusahaan-perusahaan obat di&lt;BR&gt;Gondor, Arnor, Erebor, Mirkwood, bahkan Rivendell. Ada apa gerangan di balik&lt;BR&gt;tuntutan ini? Benarkan kebijaksanaan raja kita ini membunuh usaha orang banyak?&lt;BR&gt;Benarkah ia terlibat kasus penyuapan?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(musik heboh pengantar skandal, biasanya diembat dari OST film epik perang&lt;BR&gt;kayak LOTR, Kingdom of Heaven dan Troy)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Elrond: (manyun) Sejak mantu saya itu mempopulerkan athelas, miruvor saya jadi&lt;BR&gt;kurang laku.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dwarf asal Erebor: (gerutu) Penjualan gigi palsu mithril turun hampir enam&lt;BR&gt;puluh persen sejak Aragorn ke mana2 menyembuhkan orang dengan athelas.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Elf Mirkwood: (cemberut) Ekspor ekstrak sarang laba-laba anjlok drastis sejak&lt;BR&gt;athelas laku keras dan orang jarang sakit.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pengusaha berdasi: Orang sakit sebaiknya dibiarin aja sakit, supaya tetap ada&lt;BR&gt;konsumen untuk produk obat kita.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pengusaha berdasi lainnya: Saya curiga ada kongkalikong antara King Elessar&lt;BR&gt;dengan PT Kingsfoil, Tbk.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tapi benarkah tuduhan2 ini? Apa tanggapan Aragorn tentang semua ini? (montage&lt;BR&gt;beberapa gambar Aragorn pada berbagai kesempatan, diiringi musik dramatis)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Aragorn: (tampang garang) Siapa yang bilang itu? Siapa? (Anduril dihunus dan&lt;BR&gt;disabet2kan)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: (tiarap) Apa benar Paduka terima suap dari PT Kingsfoil, Tbk?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Aragorn: Saya belum pernah dengar perusahaan itu? Di mana itu?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: (belom berani berdiri lantaran Anduril belom disarungin lagi) Katanya&lt;BR&gt;sih di the Blue Mountain.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Aragorn: (jidat berkerut, pedang turun) Wah, saya benar2 belom pernah dengar&lt;BR&gt;tuh, dik.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: (berdiri ati2) Kalau begitu kenapa Paduka ke mana2 nyembuhin orang dan&lt;BR&gt;ngejelasin manfaat athelas? (tiarap lagi)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Aragorn: Kamu ini pertanyaannya aneh2. Saya kan raja, udah tugas saya&lt;BR&gt;menyejahterakan rakyat.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Jadi Paduka benar2 nggak nerima suap?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Aragorn: Sekali lagi saya tekanken, saya tidak menerima uang sepenny pun dari&lt;BR&gt;siapa pun!" (kamera beralih ke tangannya yang udah mengusap2 dan ngremes2&lt;BR&gt;gagang Anduril)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: (ngacir) I..iya, Paduka. Ampun, Paduka. Saya rakyat, Paduka..&lt;BR&gt;(kabur)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Ketika MESRA berusaha mengkonfirmasi bantahan King Elessar ini, berikut&lt;BR&gt;jawaban yang kami dapat.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Faramir: Saya bisa mengerti kenapa King Elessar sering menyembuhkan rakyat&lt;BR&gt;secara cuma2 dan mengkampanyekan apotek hidup athelas di tiap rumah. Ini bagian&lt;BR&gt;dari kampanyenya mengambil hati rakyat, sehubungan dengan rencana kenaikan harga&lt;BR&gt;dedak dan jerami makanan kuda. (tampak panik dan guilty sesaat) Ups.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dwarf satpam PT Kingsfoil, Tbk: Bukan, Mbak, bukan perusahaan...obat? Jamu?&lt;BR&gt;Bukan. Kita bikin aluminium foil kok.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Arwen: (senyam-senyum kenes ke kamera sambil bolak-balik ngerapiin rambut yang&lt;BR&gt;udah rapi) Apa pertanyaannya tadi?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Apa King Elessar menerima suap, Yang Mulia?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Arwen: (cekikikan) Kok tahu sih?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Jadi isyu itu benar, Paduka?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Arwen: Iya dong. (muka bangga) Estel tuh kolokan banget sejak menikah,&lt;BR&gt;mungkin karena lama tinggal di hutan nggak ada yang ngurusin. sekarang kalo&lt;BR&gt;makan maunya disuapin. Dia sambil pura2 sibuk baca berkas-berkas, padahal&lt;BR&gt;sebenernya suka dimanjain gitu. (cekikikan lagi)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(pake nada super serius dan judgmental walopun topiknya konyol dan garing&lt;BR&gt;abis) Jadi, pemirsa, kini penilaian berada di tangan Anda. Apakah King Elessar&lt;BR&gt;memang raja yang bersih dan lurus dalam pemerintahannya, ataukah ia kini layak&lt;BR&gt;mengenakan gelar tambahan: Koruptor. MESRA akan segera kembali dengan topik&lt;BR&gt;berikutnya seusai jeda pariwara berikut ini.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Iklan:&lt;BR&gt;Film "Cirdan and The Lembas Factory." Now out in VHS and DVD.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kosmetik Estel Lauder. "Menjadi Ranger tak selalu berarti mengabaikan&lt;BR&gt;kecantikan kulit Anda."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Reality show "Pemburu Ringwraith" Tayang tiap Rabu pukul 20.30&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pemirsa, isyu penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan kini tengah&lt;BR&gt;menghebohkan para penghuni Middle-earth.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(montage gambar2 slow motion para orc mengawetkan entah daging apa, di pabrik2&lt;BR&gt;jorok penuh kepulan asap dan genangan air kotor, diiringi, lagi2, musik dramatis&lt;BR&gt;yang diembat tanpa credit dari OST LOTR, KOH dan Troy)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Bagaimana tanggapan mereka tentang penyimpangan pemakaian bahan kimia ini,&lt;BR&gt;terutama para hobbit yang terkenal akan kecintaan mereka terhadap makanan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Bagaimana tanggapan Anda terhadap pemakaian formalin dalam makanan?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Rosie Cotton: Memang meresahkan sih, tapi kami para hobbit nggak begitu merasa&lt;BR&gt;terganggu dengan berita2 itu kok.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Kenapa?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Rosie Cotton: Makanan kita jarang sekali yang diawetkan, maklum begitu&lt;BR&gt;dipetik atau dipotong, dimasak, dimakan langsung habis.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Jadi makanan hobbit sama sekali tidak pakai pengawet?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Rosie Cotton: (nyengir) Ada juga sih yang pakai pengawet. Tapi bukan bahan&lt;BR&gt;kimia, lho.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Misalnya?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Rosie Cotton: Jadi begini, Mas, kadang-kadang saya pasang label "Racun Tikus"&lt;BR&gt;di kardus permen, atau tulisan "jangan dimakan, sudah kadaluwarsa" di stoples&lt;BR&gt;kue. Kalo nggak nanti keburu habis semua disikat suami dan anak-anak. Kalo ada&lt;BR&gt;tamu kan malu cuma nyuguhin air putih.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Apa taktik ini berhasil?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Rosie Cotton: (mringis) Yah, pernah sekali saya sempat malu waktu kedatangan&lt;BR&gt;tamu, trus anak saya bilang "Mama kok tamunya dikasih kue&lt;BR&gt;kadal...kadal...kadaluwarsa?" Dan Mas kan sering liat suami saya. Bisa liat&lt;BR&gt;sendiri kan lingkar pinggangnya makin lebar aja?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cut to Galadriel di acara Press Conference "Lembas Enak, Sehat, Bergizi dan&lt;BR&gt;Bebas Formalin."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Galadriel: Lembas dibuat dari bahan2 murni dan alami, sama sekali tanpa bahan&lt;BR&gt;pengawet.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Apa tanggapan Anda tentang tuduhan bahwa lembas diawetkan dengan&lt;BR&gt;formalin, hingga awet dibawa berminggu2 sampai ke Mordor?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Galadriel: Saya membantah keras. Lembas dibuat dengan proses sangat higienis&lt;BR&gt;dan dimonitor 24-jam. Karena itu tidak cepat basi.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Tapi ada tudingan karena makan lembas melulu selama perjalanan ke&lt;BR&gt;Mordor itulah Frodo sakit parah sampai harus diungsikan ke Undying Land.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Galadriel: (melotot) Saya curiga isyu ini sengaja diembuskan saingan usaha&lt;BR&gt;kami, para produsen cram dari Dale! Kalau tuduhan itu memang benar. kenapa Sam,&lt;BR&gt;yang sama2 cuma makan lembas tetap segar bugar dan malah punya 13 keturunan?&lt;BR&gt;Kalau Saudara tidak percaya, Saudara boleh liat sendiri suami saya makan lembas&lt;BR&gt;buatan dapur saya. (ngelirik galak ke Celeborn. Celeborn duduk terkulai sambil&lt;BR&gt;ngelus2 perutnya).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Celeborn: (memelas) Honey, aku kan udah makan dua keping lembas. Udah&lt;BR&gt;kenyang. (bersendawa, trus nutup mulut malu2) Kamu aja yang makan kenapa?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Galadriel: (desis) Aku kan lagi diet! (melotot makin galak, ngelirik dengan&lt;BR&gt;alis terangkat ke lembas di piring di meja konferensi)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Celeborn: (puppy eyes)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Galadriel: (nada galak memberi peringatan) Cel-ly!&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Celeborn: (bersendawa lagi, lebih keras, trus ngeliatin wartawan) Maaf. (ke&lt;BR&gt;bininya) Driel, baby, aku bener2 udah kenyang berat nih.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(di latar belakang terdengar wartawan hoek-hoek jijay ngedenger the Lady and&lt;BR&gt;Lord of Caras Galadhon saling panggil dengan panggilan sayang)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Galadriel: (merajuk) Ya, udah, nanti aku pulangnya ke rumah mantu di Rivendell&lt;BR&gt;aja deh. Jangan jemput sampai lima ratus tahun ya. (cemberut)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Celeborn: (mendesah pasrah dan melonggarkan ikat pinggang, lalu mengambil&lt;BR&gt;sekeping lembas)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pemirsa, kami akan segera kembali setelah jeda pariwara berikut ini.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Iklan&lt;BR&gt;Trailer film "Pirates of the Cardolan II"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kuis "Who Wants to Own a Mumakil." Tayang tiap Sabtu pukul 20.00&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;"Lost" episode IV. Montage aktornya: Nimrodel kesasar di bilangan Dol Amroth;&lt;BR&gt;Beren kesasar di Girdle of Melian, Doriath; Tuor kesasar pas nyari Gondolin;&lt;BR&gt;Frodo cs kesasar di kuburan Barrowdowns; Merry dan Pippin kesasar di Fangorn.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pemirsa, seperti kita tahu, sepeninggal suaminya Arathorn, Lady Gilraen of the&lt;BR&gt;Northern Kingdom mengucilkan diri di Rivendell untuk menyelamatkan anaknya,&lt;BR&gt;Aragorn, satu-satunya pewaris tahta Gondor berdarah Numenor murni. Tapi&lt;BR&gt;benarkah ada alasan lain di balik kesediaan Lord Elrond menerima janda muda ini&lt;BR&gt;di kerajaannya? Apa tanggapan Erestor, penasihat terpercaya Elrond,dan&lt;BR&gt;Glorfindel, elf sakti yang menjalani kehidupan keduanya di Rivendell setelah&lt;BR&gt;sempat mati melawan Balrog demi membela para pengungsi Gondolin di First Age?&lt;BR&gt;Bagaimana tanggapan putra-putri Elrond tentang hal ini? Apa pula pendapat&lt;BR&gt;Aragorn tentang para elf yang menampungnya di Rivendell sepeninggal ayahandanya?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;(montage dengan musik heboh lagi, Gilraen pas pemakaman suaminya; Aragorn&lt;BR&gt;masih bayi pake popok, topi renda dan alas iler, digendong Elrond; si kembar&lt;BR&gt;Elladan dan Elrohir lagi main kuda2an ama Aragorn masih balita, Gilraen&lt;BR&gt;mengawasi di pinggir, di sebelahnya berdiri Elrond)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Glorfindel: Saya nggak meragukan ketulusan Elrond, kok. Dia bener2 cuma&lt;BR&gt;berniat melindungi keturunan Elros, sodara kembarnya. Itu aja kok, nggak ada&lt;BR&gt;motif macam2.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cut to&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Erestor: Ya, siapa yang tahan, Mas, kalau di istananya tinggal janda muda,&lt;BR&gt;cantik lagi. Mana Elrond udah cukup lama ditinggal bininya ke Undying Land&lt;BR&gt;pula.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cut to&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Glorfindel: Saya rasa itu agak mustahil, Mas. Meskipun Elrond itu di mata&lt;BR&gt;saya masih anak bau kencur buat Gilraen ia jelas terlalu tua&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cut to&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Aragorn: (mata menerawang, nostalgic) Saya memang dibesarkan tanpa figur ayah,&lt;BR&gt;tapi itu tidak berarti tidak ada figur lelaki dewasa dalam masa kecil saya.&lt;BR&gt;Saya ingat tiap malam ada saja elf yang datang ke paviliun tempat saya tinggal.&lt;BR&gt;Saya diberi permen atau kue, dipangku dan diajak main, lalu kepala saya&lt;BR&gt;dielus-elus, trus biasanya mereka bilang, "Kasihan ya, Estel harus tumbuh tanpa&lt;BR&gt;panduan seorang ayah." Biasanya kalo sudah begitu ibu saya langsung bilang,&lt;BR&gt;"Estel, udah waktunya bobo."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cut to&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Erestor: Saya nggak bermaksud sok tau, tapi kalaupun terjadi hubungan di&lt;BR&gt;antara mereka berdua memang kenapa? Elrond mungkin sudah hampir dua age&lt;BR&gt;umurnya, ribuan tahun, tapi masih bisa diandalkan kok. Mas ngerti kan maksud&lt;BR&gt;saya? (cengar-cengir, alis naik-turun)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cut to&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Aragorn: Trus ibu bakal bilang pada tamunya "Maaf, ya, Estel udah ngantuk nih.&lt;BR&gt;Harus saya temenin pipis dulu supaya nggak ngompol nanti." Dan elf itu bakal&lt;BR&gt;berdiri dengan tampang harap-harap cemas dan bilang "Besok saya datang lagi,&lt;BR&gt;ya?" tapi akhirnya merasa terusir juga dan ibu saya langsung kunci pintu sambil&lt;BR&gt;geleng2 kepala. (ketawa) Ibu saya kan senengnya tipe lelaki Numenor yang kekar&lt;BR&gt;berisi dan ada brewok2 halusnya, bikin geli katanya, jadi elf2 itu satu pun&lt;BR&gt;nggak ada yang sukses. (ketawa lagi)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cut to&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Glorfindel: Lagipula saya rasa anak-anak Elrond tidak akan merestui ayahnya&lt;BR&gt;punya affair dengan perempuan mortal.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Erestor: Mas pikir kenapa Elladan dan Elrohir jadi luntang-lantung berkelana&lt;BR&gt;ke mana2 dan bukannya tinggal ngejagain Rivendell? Trus Arwen, dia lama tinggal&lt;BR&gt;Lothlorien dengan eyangnya Galadriel dan Celeborn, juga karena nggak setuju&lt;BR&gt;ngeliat bapaknya kegenitan. Mereka sayang ama Aragorn dan Lady Gilraen, tapi&lt;BR&gt;mereka nggak ridho punya ibu tiri yang ribuan tahun lebih muda daripada Arwen.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cut to&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Aragorn: Mungkin karena mereka gerah liat elf2 itu berebut cari perhatian ibu&lt;BR&gt;saya, suatu ketika Elladan dan Elrohir berusaha ngejodohin ibu saya dengan&lt;BR&gt;tukang kayu yang mereka temukan kesasar di hutan dekat Rivendell. Tipenya cocok&lt;BR&gt;dengan kesukaan ibu saya, tinggi besar, rimbun, Keliatannya ia juga ada&lt;BR&gt;perasaan pada ibu saya, sementara walopun ibu saya awalnya acuh tak acuh, lama2&lt;BR&gt;keliatannya ia tertarik juga. Saya jadi panik, karena saya nggak mau diboyong&lt;BR&gt;pergi dari Rivendell. Saya pinjam laboratorium Lord Elrond dan bikin campuran&lt;BR&gt;kimia yang baunya mirip...mmm...gas...mmm...buangan...mmm... (ngejepit idung,&lt;BR&gt;nuding knalpot belakang) Mas ngerti kan? Nah, waktu tukang kayu itu datang&lt;BR&gt;lagi, saya taruh zat kimia itu di kolong meja, jadi selama ia ngobrol dengan ibu&lt;BR&gt;saya, ada bau2an mencurigakan di udara. Ibu saya dan tukang kayu itu lirik2an&lt;BR&gt;curiga, dan sejak itu tukang kayu itu nggak pernah datang lagi. (ngakak&lt;BR&gt;abis2an) Bisa dibilang waktu kecil kelakuan saya kayak orc.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cut to&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Glorfindel: Saya pikir justru Erestor yang diam2 punya affair dengan Lady&lt;BR&gt;Gilraen.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Erestor: Saya curiga sebenernya justru Glorfindel yang naksir Lady Gilraen.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cut to&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Aragorn: Tapi lumayan, karena banyak yang naksir ibu saya, saya untung. Dari&lt;BR&gt;Glorfindel saya dapat kuda, dari Erestor pedang-pedangan bikinan dwarf, dari&lt;BR&gt;Lord Elrond dapat kotak untuk main dokter-dokteran, Lindir ngajarin saya nyanyi.&lt;BR&gt;Pokoknya saya mungkin nggak punya ayah, tapi banyak yang kepengin jadi ayah&lt;BR&gt;saya. (ngakak)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pemirsa, jangan lewatkan liputan tentang grup musik Tari selepas jeda pariwara&lt;BR&gt;berikut ini.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Iklan&lt;BR&gt;Trailer film "Turin Turambar and the Goblet of Saeros"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Mi Sssedap produksi PT Smeagolfish, Tbk, tersedia dalam rasa ikan pepes, ikan&lt;BR&gt;goreng, ikan peda, ikan bumbu acar, pesmol ikan, ikan belado, ikan bumbu bali,&lt;BR&gt;sushi, tomyamgung dan ikan mentah&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dapatkan info kriminalitas dan investigasi terlengkap dalam acara "Bidik,&lt;BR&gt;Sergap, Terkam, Bacok, Lucuti, Rampas, Cincang, Sate" dengan pembawa acara&lt;BR&gt;Shagrat dan Gorbag tiap hari pukul 11.00 siang dan pukul 18.30 malam.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pemirsa, seiring dengan menanjaknya popularitas grup musik elf Tari dengan&lt;BR&gt;lagu andalan mereka "Mellon Tapi Mesra," tentu makin banyak yang ingin diketahui&lt;BR&gt;penggemar kelompok duo elf jelita ini.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Apa Tari diilhami oleh grup musik Men asal Gondor, Queen?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari1: (menggeleng tandas) Oh, jelas tidak, Mas.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari2: Kami malah sebal dengan grup itu, Mas.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Kenapa?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari1: Kami rasa grup itu melecehkan kaum elf dan sangat diskriminatif.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari2: (mengangguk) Lagu-lagunya berbau SARA, Mas. Arogan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Maksudnya gimana?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari1: Yah liat aja lagu-lagunya, Mas. "We Are The Champion"...&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari2: (mendengus) Padahal kalo nggak dengan bantuan elf, hobbit dan dwarf,&lt;BR&gt;mana bisa.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari1: (mengangguk menegaskan)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari2: Terus "Who Wants To Live Forever."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari1: (sengit) Itu kan jelas2 penghinaan terhadap elf!&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari2: Trus "Princes of The Universe."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari1: Pelecehan terhadap wanita! Kenapa nggak "Royal Heirs of The Universe"&lt;BR&gt;atau "Children of the King of the Universe"...kan lebih netral. Emang cowok&lt;BR&gt;doang yang boleh jadi penguasa. (mendelik panas) Ini kan udah the Fourth Age,&lt;BR&gt;plis dong ah.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari2: (mengangguk setuju) Arogan, memang.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Jadi Tari sama sekali nggak ada hubungannya dengan Queen?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari1 dan 2: (menggeleng tegas) Kami lebih suka dianggap ada kemiripan dengan&lt;BR&gt;Westlife.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;MESRA: Westlife?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari1: (bersemangat) Iya, boyband asal Valinor. (diiringi potongan video klip&lt;BR&gt;Westlife "Sailing Without Ship")&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Pemirsa, demikianlah berita-berita yang dapat kami sampaikan pada kesempatan&lt;BR&gt;ini. Kami tutup tayangan MESRA kali ini dengan lagu lawas "Beleriand Rhapsody"&lt;BR&gt;karya kelompok Queen asal Gondor. Sampai jumpa dalam tayangan MESRA berikutnya.&lt;BR&gt;Farewell, namarie.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Appendix (baca: buat yang belom tau)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Rosie Cotton adalah istri Samwise Gamgee. Samwise adalah... Udah tau kan?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Erestor adalah anggota tim penasihat Elrond, ia tinggal di Rivendell, muncul&lt;BR&gt;di Fellowship of The Ring&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Glorfindel adalah elf berambut emas yang ber-reinkarnasi setelah sempat tewas&lt;BR&gt;dalam pertempuran melawan Balrog demi menyelamatkan para elf yang mengungsi dari&lt;BR&gt;kerajaan elf Gondolin pada waktu para elf Middle-earth masih berperang melawan&lt;BR&gt;Melkor, boss-nya Sauron, di First Age. Ia tinggal di Rivendell dan dikirim&lt;BR&gt;Elrond mencari Aragorn dan para hobbit yang ketika itu sedang diuber-uber&lt;BR&gt;Nazgul. Ia muncul di buku Fellowship of the Ring. Kudanya bernama Asfaloth.&lt;BR&gt;Di film perannya diambil alih Arwen.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Nargothrond adalah salah satu pusat kerajaan elf di masa First Age, waktu elf&lt;BR&gt;masih banyak dan sibuk berperang dengan Melkor.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Mearas adalah jenis kuda unggul keturunan Nahar, tunggangan Orome, Vala (dewa)&lt;BR&gt;yang mengurus satwa-satwa liar di Middle-earth. Shadowfax, kuda putih Gandalf&lt;BR&gt;adalah mearas.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Maedhros adalah salah satu keturunan Feanor yang ikut hijrah ke Middle-earth&lt;BR&gt;dari Valinor untuk merebut kembali permata Silmaril yang dicuri Melkor. Long&lt;BR&gt;story, baca aja di Silmarillion. :)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Laurelin adalah nama sejenis pohon suci di Valinor yang cahayanya jadi&lt;BR&gt;pengganti matahari sebelom matahari dan bulan diciptakan.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dior Eluchil adalah keturunan pasangan legendaris manusia (Beren) dan campuran&lt;BR&gt;elf-maia (Luthien).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cirdan adalah elf yang memimpin pelabuhan Grey Havens di mana para elf yang&lt;BR&gt;udah bosen tinggal di Middle-earth bisa beli tiket boyongan ke Undying Land.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Caras Galadhon adalah nama lain Lothlorien, wilayah kekuasaan Galadriel dan&lt;BR&gt;Celeborn suaminya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Dale adalah kota kecil hunian manusia di tepi danau dekat kerajaan dwarf&lt;BR&gt;Erebor dari mana Gimli berasal. Dulunya Bilbo sempat singgah di kota itu&lt;BR&gt;selepas petualangannya merebut kembali Erebor dari pendudukan Smaug si naga.&lt;BR&gt;(Juga bukan keturunan batak) Info lengkapnya bisa dibaca di buku The Hobbit.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cram adalah sejenis roti kering buat bekal perjalanan, diproduksi orang2 Dale,&lt;BR&gt;tapi menurut Gimli rasanya kalah jauh dibanding lembas.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Cardolan adalah salah satu pecahan kerajaan Anor, "cabang" kerajaan Gondor di&lt;BR&gt;utara, yang dibentuk para manusia Numenor yang selamat dari banjir bandang yang&lt;BR&gt;menenggelamkan pulau mereka.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Elladan dan Elrohir adalah elf cowok kembar anak Elrond dan istrinya&lt;BR&gt;Celebrian. Tidak diketahui apa si kembar yang satu ini sama badungnya dengan si&lt;BR&gt;kembar Weasley.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Shagrat dan Gorbag adalah dua uruk yang berantem memperebutkan t-shirt mithril&lt;BR&gt;Frodo di Tower of Cirith Ungol (tempat Frodo sempat disekap di Mordor).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Mumakil adalah nama lain dari Oliphaunt.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Turin Turambar adalah anak manusia yang nasibnya sial banget, sebagian karena&lt;BR&gt;kutukan naga Glaurung dan sebagian lagi karena ia gampang sewot. Turin sempat&lt;BR&gt;tinggal bersama para elf di Doriath, trus kabur, trus jadi rampok, trus ditaksir&lt;BR&gt;cewek tapi trus cewek itu mati, temen setianya berusaha nyuruh dia pulang, tapi&lt;BR&gt;eh, mati juga, trus Turin kawin sama adik kandungnya sendiri lantaran nggak tau&lt;BR&gt;tu cewek masih adiknya (zaman itu akte kelahiran masih langka), trus begitu tau,&lt;BR&gt;adiknya bunuh diri saking malunya (takut ada bisik2 tetangga kayak gini "Kayak&lt;BR&gt;nggak ada cowok lain aja di dunia."), dan Turin juga akhirnya bunuh diri pake&lt;BR&gt;pedangnya yang bisa ngomong bernama Gurthang. Sayangnya walopun Gurthang bisa&lt;BR&gt;ngomong, dia nggak bisa nelepon ambulans untuk nyelamatin Turin.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Saeros adalah elf yang nekat ngehina Turin lantaran sirik karena Turin&lt;BR&gt;disayang raja Thingol raja Doriath. Saeros ngata2in emaknya Turin dan saking&lt;BR&gt;angotnya, Turin menimpuk Saeros dengan goblet (gelas berkaki), trus sengaja&lt;BR&gt;menyergap Saeros di hutan untuk diarak bugil sebagai hukuman karena ngeledek&lt;BR&gt;emaknya. Akibat suatu kecelakaan, Saeros malah mati, dan karena takut bakal&lt;BR&gt;dituduh membunuh, Turin kabur dan mulailah hidupnya yang penuh dukalara,&lt;BR&gt;malapetaka, kesengsaraan, penderitaan, naga, cewek-cewek cantik, kentang dan&lt;BR&gt;rampok. (Heh, ini kayak sinopsis buku Lemony Snicket). Moral cerita: kalo&lt;BR&gt;ngehina emak orang jangan ketauan anaknya.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Tari berarti Ratu dalam bahasa Quenya (thanks, Niph!)&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Beleriand adalah wilayah tempat tinggal elf pada zaman First Age, yang sangat&lt;BR&gt;luas, dibatasi pegunungan di sebelah timur dan utara dan dibelah beberapa&lt;BR&gt;sungai.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;-Illyria-&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;-----------&lt;BR&gt;"So most men teach and few men learn. Let the unseen day be. Today is more&lt;BR&gt;than enough."&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;JRR Tolkien&lt;BR&gt;Unfinished Tales&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/TT&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-113799266693369776?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/113799266693369776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=113799266693369776' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113799266693369776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113799266693369776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2006/01/mesra-vol4-2006_23.html' title='MESRA vol.4 2006'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-113799066473772309</id><published>2006-01-23T11:31:00.000+07:00</published><updated>2006-01-23T11:31:07.333+07:00</updated><title type='text'>I'm the Queen of Gondor!</title><content type='html'>&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosting by Photobucket" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/queen_of_gondor.jpg" style="HEIGHT: 625px; WIDTH: 301px"&gt;&lt;BR&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-113799066473772309?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/113799066473772309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=113799066473772309' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113799066473772309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113799066473772309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2006/01/im-queen-of-gondor.html' title='I&apos;m the Queen of Gondor!'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-113518745079330147</id><published>2005-12-22T00:50:00.000+07:00</published><updated>2005-12-22T00:50:50.806+07:00</updated><title type='text'>The People of Thorondor</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/gwaihir.jpg" style="HEIGHT: 254px; WIDTH: 352px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;�The eagles! The eagles are coming!�&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Begitulah yang diserukan Peregrin Took ketika elang-elang raksasa membantu pasukan Gondor dan Rohan di depan Black Gate of Mordor. Elang-elang itu pula yang menyelamatkan Gandalf dari sekapan Saruman di menara Orthanc di Isengard. Dan mereka pula lah yang menyelamatkan Frodo dan Samwise dari kematian diantara lahar Mount Doom. Siapakah elang-elang raksasa itu? Dari mana asal mereka? &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Para elf percaya bahwa mereka adalah ciptaan Manw�, pemimpin para Valar. Elang-elang ciptaan Manw� tidak jahat dan tak pernah didominasi oleh bangsa manapun. Saat dunia masih muda, elang-elang itu tinggal di puncak pepohonan; tapi setelah kaum Noldor memberontak dan Valinor diliputi kegelapan, Manw� menginginkan ciptaannya itu mengawasi apa yang terjadi di dunia, dan menyuruh mereka meninggalkan pepohonan untuk kemudian tinggal di puncak-puncak gunung, tempat-tempat tertinggi di Middle Earth.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Pada zaman itu ukuran mereka jauh lebih besar daripada keturunan mereka. Thorondor, Raja pertama mereka yang tinggal di Crissaegrim dan Encircling Mountains, dikatakan memiliki sayap selebar 5.486 meter! Dalam berbagai kesempatan kekuatan, kecepatan dan keberanian kaum Thorondor telah membantu para elf dalam kekacauan di zaman pertama. Namun setelah Beleriand tenggelam, elang-elang itu pergi lebih jauh ke timur, ke Misty Mountains, dimana kemudian mereka tinggal di puncak-puncaknya yang tertinggi. Diantara mereka terdapat kelompok para Pangeran, keturunan langsung dari Thorondor tua. Ukuran tubuh mereka jauh lebih besar daripada elang-elang yang lain, bentangan sayap yang luar biasa dan cakar yang amat kuat. Jika tidak sedang berburu, cakar-cakar ini mereka pergunakan untuk membunuh kaum Orc. &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Pada saat Thorin Oakenshield melakukan ekspedisi tahun 2941 zaman ketiga (baca The Hobbit) menyeberangi pegunungan itu, mereka dihadang oleh Orc yang merajalela di daerah itu. Kelompok Thorin mungkin takkan selamat jika elang-elang tak melihat mereka sedang berada dalam kesulitan dan segera memberikan bantuan. Sejak itu para elang menjadi sekutu mereka dan membantu dalam Battle of Five Armies yang terjadi kemudian.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Elang-elang Raksasa dari Misty Mountains tetap bersahabat dengan Gandalf yang kala itu menyertai kelompok ekspedisi Thorin. Meskipun baru bertahun-tahun kemudian bantuan mereka diperlukan lagi dalam memusnahkan kekuatan Sauron. Gwaihir the Windlord, Raja para Elang, menyelamatkan Gandalf dari menara Orthanc di tahun 3018 zaman ketiga, dan setahun kemudian, dari puncak gunung Celebdil setelah sang wizard bertarung melawan Balrog dari tambang Moria. Dalam pertempuran terakhir melawan Sauron di depan Black Gate, para elang mengirimkan seluruh pasukan mereka; Gwaihir, bersama saudaranya Landroval dan kerabat mereka Meneldor, menyelamatkan Frodo dan Samwise dari Orodruin, setelah cincin dimusnahkan dan Sauron terkalahkan.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Elang-elang Raksasa itu adalah burung-burung agung, cepat dan tangkas, angkuh dan tak bergantung pada siapapun---dan biasanya kejam dan tanpa ampun bagi musuh-musuh mereka. Meski demikian mereka adalah sekutu setia, dan dalam banyak kesempatan mereka membantu pasukan elf dan manusia. Karena jasa-jasa itu, mereka diberikan imbalan yang tak terkira. Mereka kemudian kembali tinggal di puncak-puncak Misty Mountains.&lt;SPAN style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Sumber: The Complete Tolkien Companion by JEA Tyler&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-113518745079330147?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/113518745079330147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=113518745079330147' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113518745079330147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113518745079330147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/12/people-of-thorondor.html' title='The People of Thorondor'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-113435518339216138</id><published>2005-12-12T09:39:00.000+07:00</published><updated>2005-12-12T09:39:43.440+07:00</updated><title type='text'>Meet-up at Mirkwood again!</title><content type='html'>&lt;P&gt;Tanggal 11 Desember 2005 Indonesian Tolkien Society kembali mengadakan meet-up di Mirkwood. Pukul 10.30 sudah berkumpul di gerbang Mirkwood, tapi Professor Illyria datang belakangan. Yang bisa hadir hanya Arwen, Luthien, Haleth, Niphredil, Laurelin, Bombur, Illyria dan anggota 'paksaan': Wening. &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Setelah menculik Wening dari acara kantornya, kami mengisi perut dulu di cafe Legolas dan...kegiatan 'nggak tahu malu' pun dimulai...&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/WoodElves.jpg" style="HEIGHT: 258px; WIDTH: 331px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;I thought I saw wood elves! I diiid...Idiiid see wood elves!&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/NiphArwen.jpg" style="HEIGHT: 414px; WIDTH: 299px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Niphredil and Arwen were trying to look like elves...well, we did manage to look like hobbits.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Luth.jpg" style="HEIGHT: 457px; WIDTH: 300px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Luthien sang in the woods, "Beren! Beren! Where is my beloved Beren?"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Hobbiton.jpg" style="HEIGHT: 256px; WIDTH: 333px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Cucurak di Hobbiton.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/ElvesCaptives.jpg" style="HEIGHT: 286px; WIDTH: 332px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Luthien dan Niphredil berhasil menangkap wood elves yang nyasar dari Beleriand.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/CouncilOfElrond.jpg" style="HEIGHT: 291px; WIDTH: 332px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;The Council of Elrond.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/BoromirFrodo.jpg" style="HEIGHT: 482px; WIDTH: 300px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;"The ring should be mine! Mine!"&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;"Boromir! You are not yourself!"&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen2.jpg" style="HEIGHT: 426px; WIDTH: 301px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;"What should I do? Go to the Undying Land with Adar nagging all the time, or stay in Middle Earth with Aragorn and die eventually? Which one is more tempting...?"&lt;BR&gt;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-113435518339216138?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/113435518339216138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=113435518339216138' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113435518339216138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113435518339216138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/12/meet-up-at-mirkwood-again.html' title='Meet-up at Mirkwood again!'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-113065481244261830</id><published>2005-10-30T13:45:00.000+07:00</published><updated>2005-10-30T13:46:52.443+07:00</updated><title type='text'>The Saundering of the Elves</title><content type='html'>Ada berapa jenis elf yang menempati Middle-earth? Sebetulnya elf hanya terdiri dari satu jenis pada permulaan zaman. Namun kejadian yang mengharuskan mereka berangkat ke Blessed Realm (Aman) membuat mereka menjadi beberapa kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quendi (elves) diciptakan oleh Eru dan mereka pertama kali dibangunkan di Cuiviénen. Karena saat itu Melkor telah membangun markas gelapnya di Utumno dan Angband untuk memusnahkan segala makhluk ciptaan Eru, maka para Valar meminta mereka untuk pindah ke Aman, untuk tinggal dalam lindungan cahaya Two Trees of Valinor, karena di Middle-earth belum diciptakan bulan dan matahari, hanya ada cahaya bintang samar-samar. Dipilih tiga pemimpin elf untuk menjadi ambasador dan yang pertama kali bertandang ke Aman: Ingwë, Finwë dan Elwë. Kemudian ketiga elf ini meyakinkan anak buah mereka untuk ikut pindah ke Aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada sekelompok elf yang menolak pergi ke Aman, merasa tinggal dibawah naungan bintang lebih baik daripada perjalanan panjang dan melelahkan menuju suatu tempat yang belum jelas. Mereka disebut The Avari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dibentuklah tiga kelompok yang berangkat menuju Aman: The Vanyar (dengan raja mereka Ingwë, yang kemudian menjadi raja elf tertinggi), The Noldor (dengan raja mereka Finwë) dan The Teleri (dengan raja-raja mereka Elwë dan Olwë karena kelompok ini yang terbesar jumlahnya). Ketiga kelompok yang melakukan perjalanan panjang ke Aman ini disebut The Eldar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Vanyar, The Noldor dan sebagian dari The Teleri yang tiba di Aman disebut Calaquendi (Elves of the Light). Namun sebagian kaum Teleri tidak sampai ke Aman, dan mereka bersama-sama kaum Avari disebut Moriquendi atau The Elves of Darkness karena mereka tak pernah melihat cahaya Two Trees of Valinor. Kaum Teleri yang tertinggal ini tinggal di Beleriand setelah menempuh setengah jalan menuju Aman. Namun mereka tetap mengidamkan tinggal di Aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari kaum Teleri ini tertinggal karena Elwë, raja mereka, sempat menghilang beberapa lama karena bertemu dengan sang Maia Melian dan jatuh cinta padanya. Kemudian ia memutuskan untuk tetap tinggal di Middle-earth meskipun ia dianggap salah seorang Calaquendi karena pernah melihat Two Trees of Valinor. Tapi kaum Teleri yang dipimpin Olwë sebagian berhasil tiba di Aman, meskipun akhirnya ada juga yang memutuskan untuk menetap di pinggir laut (disebut kaum Falathrim) dan menguasai seni perkapalan. Pemimpin mereka adalah Círdan the Shipwright.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kaum Teleri yang tertinggal di Middle-earth adalah kaum Sindar (yang tinggal di daratan Beleriand), kaum Nandor (yang tinggal di sebelah timur Misty Mountains) dan kaum Laiquendi (Green elves of Ossiriand) yang merupakan sebagian dari kaum Nandor yang kemudian memasuki daerah Beleriand. Ketiga kaum ini disebut Úmanyar, yaitu kelompok Eldar yang tak pernah sampai ke Aman. Maka merekapun termasuk dalam kaum Moriquendi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung? Akhirnya sih nggak juga. Tapi inilah awal mula pengelompokkan elf yang kemudian semakin meluas karena kaum Noldor akhirnya kembali ke Middle-earth untuk memerangi Melkor yang mencuri The Silmarils. Dan mereka menempati beberapa daerah Middle-earth sebagai daerah kekuasaan, terdiri dari banyak kaum dan banyak raja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-113065481244261830?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/113065481244261830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=113065481244261830' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113065481244261830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113065481244261830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/10/saundering-of-elves.html' title='The Saundering of the Elves'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-113065472220833236</id><published>2005-10-30T13:40:00.000+07:00</published><updated>2005-10-30T13:45:22.230+07:00</updated><title type='text'>Valar and Maiar</title><content type='html'>Siapakah para dewa yang diciptakan Eru dan siapa sajakah para pembantu dewa yang berperan dalam sejarah Middle-earth? Catatan: Vala (singular), Valar (plural), Maia (singular), Maiar (plural).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eru Ilúvatar (Tuhan) pertama kali menciptakan para Ainur (The Holy Ones) yang disebut Valar oleh para elf. Para Valar ini membantu Eru menciptakan dunia dan isinya, yang disebut Arda. Para Valar memiliki ‘pembantu’ yang juga seperti dewa namun dengan kekuatan dibawah mereka, disebut Maiar. Beberapa Valar berperan langsung dalam sejarah Middle-earth. Mereka adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manwë&lt;br /&gt;yang disebut King of Arda, raja dunia dan pemimpin para Valar lainnya. Ia menguasai angin dan awan, dan segala udara. Maia yang membantunya adalah Eönwë.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulmo&lt;br /&gt;yang disebut Lord of Waters. Menguasai air dari mata air kecil hingga lautan. Maiar yang membantunya adalah Uinen dan Ossë.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aulë&lt;br /&gt;yang disebut Master of Crafts. Ia menguasai seluruh zat yang membentuk Arda. Karena tidak sabar menunggu makhluk pertama yang dijanjikan Eru akan menempati Middle-earth, ia secara rahasia menciptakan dwarf (The Seven Fathers of the Dwarfs). Eru yang kemudian mengetahui menjadi marah dan memerintahkan agar Aulë ‘menidurkan’ ketujuh dwarf itu sampai tiba saatnya mereka diizinkan menempati Middle-earth, setelah elf diciptakan. Maka Eru berkata bahwa sepanjang zaman kedua ras itu akan saling bermusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oromë&lt;br /&gt;yang disebut Master of Hunter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandos (Námo)&lt;br /&gt;yang menjaga House of Deaths, dimana jiwa makhluk yang meninggal ditempatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lórien (Irmo)&lt;br /&gt;yang disebut master of Visions and Dreams.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulkas (Astaldo)&lt;br /&gt;yang disebut Master of Strength.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varda&lt;br /&gt;Lady of the Stars, pencipta bintang-bintang di langit Arda. Maia pembantunya adalah Ilmarë.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yavanna&lt;br /&gt;Giver of Fruits, pencipta tumbuhan dan buah-buahan. Yavanna adalah Vala yang menicptakan Two Trees of Valinor (Telperion dan Laurelin) yang memancarkan cahaya di daratan Aman (Blessed Realm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nienna&lt;br /&gt;Lady of Griefs, karena ialah yang mengajarkan rasa belas kasihan dan kesabaran dalam berharap. Maia pembantunya adalah Olórin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estë&lt;br /&gt;Healer of Hurts and Weariness. Maia pembantunya adalah Melian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vairë&lt;br /&gt;disebut The Weaver, pemintal segala hal sejalan dengan Waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vána&lt;br /&gt;The Ever-young. Semua bunga berkembang jika ia melintas dan burung-burung bernyanyi menyambut kedatangannya. Sang Maia Melian juga membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nessa&lt;br /&gt;Lady of Dances. Memiliki kaki-kaki lincah dan dapat berlari cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melkor (Morgoth)&lt;br /&gt;Melkor adalah Vala yang membelot, karena iri akan kekuasaan Manwë yang sebetulnya adalah saudaranya. Ia ingin menguasai seluruh Arda dan isinya. Maka ia melawan perintah Eru dan memerangi Valar lainnya. Ialah The Fist Dark Lord yang membuat kekacauan di Middle-earth dan Maia pembantunya adalah Sauron (yang kemudian mejadi sang Lord of the Rings) setelah kejatuhan Melkor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-113065472220833236?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/113065472220833236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=113065472220833236' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113065472220833236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/113065472220833236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/10/valar-and-maiar.html' title='Valar and Maiar'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-112990947599605098</id><published>2005-10-21T22:44:00.000+07:00</published><updated>2005-10-22T16:31:13.320+07:00</updated><title type='text'>Album Pernikahan Donny dan Margie</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada tanggal 18 September 2005 Adar dan Naneth gue menuntaskan tugas menikahkan ketiga anak-anak mereka. Adik gue yang paling kecil, Donny Hidayat Kartadikaria menikah dengan pacarnya selama tujuh tahun, Margie Mardiana Ricardo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 393px; HEIGHT: 239px" height="379" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/mponodresepsi243.jpg" width="475" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 394px; HEIGHT: 280px" height="487" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/mponodresepsi229.jpg" width="428" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 316px; HEIGHT: 490px" height="733" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/mponodresepsi185.jpg" width="316" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 318px; HEIGHT: 524px" height="758" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/E160.jpg" width="318" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 401px; HEIGHT: 278px" height="488" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/E094.jpg" width="538" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 400px; HEIGHT: 266px" height="448" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/E068.jpg" width="552" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 310px; HEIGHT: 517px" height="832" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/E031.jpg" width="310" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 310px; HEIGHT: 543px" height="907" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/E019.jpg" width="310" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 398px; HEIGHT: 270px" height="489" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/E008.jpg" width="580" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 396px; HEIGHT: 282px" height="511" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/E006.jpg" width="414" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 396px; HEIGHT: 269px" height="499" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/E002.jpg" width="416" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-112990947599605098?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/112990947599605098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=112990947599605098' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112990947599605098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112990947599605098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/10/album-pernikahan-donny-dan_112990947599605098.html' title='Album Pernikahan Donny dan Margie'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-112936458537202780</id><published>2005-10-15T15:23:00.000+07:00</published><updated>2005-10-21T21:36:09.206+07:00</updated><title type='text'>TROY</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sean Bean as Odysseus&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 366px; HEIGHT: 241px" height="314" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/troy_lg_02.jpg" width="549" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;The Tale of Troy&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;By Roger Lancelyn Green&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;Puffin Classics, reissue 1994&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;Have you seen Troy (the movie)? Itu adalah versi lain dari kisah Troy dalam The Iliad karya Homer. Filmnya dibuat begitu romantis dengan tokoh utama Hector of Troy dan Achilles si hero pembangkang yang memiliki kelemahan di pergelangan kakinya. Penggemar mitologi Yunani tentu sudah tak asing lagi dengan nama-nama Achilles, Odysseus, Hector, Ajax, Hercules, Paris bahkan Helen of Sparta. Dalam The Iliad, Homer mengisahkan keruntuhan Troy sebagai batas antara mitos dan sejarah. Masa kejayaan Troy adalah masa mitos dan masa setelah keruntuhannya adalah saat sejarah dimulai. The Iliad konon ditulis hanya 200 tahun setelah keruntuhan Troy, namun sejak dulu telah banyak versi yang diceritakan dan dipercaya orang. Bagaimanakah versi asilnya menurut Homer?&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;Roger Lancelyn Green, seorang ahli mitologi, menceritakan ulang kisah Troy. Bahan-bahan didapatkannya dari The Iliad, The Odyssey, sajak-sajak Colluthus dan Tryphiodorus, drama the Aias atau Philoctetes karya Sophocles, dan sumber lainnya. Kisah keruntuhan Troy diawali dari para dewa yang senang membuat kacau kehidupan manusia. Para dewi Hera, Athena dan Aphrodite bertengkar tentang siapa diantara mereka yang tercantik diantara para Immortal. Zeus menyuruh mereka bertanya kepada Paris, pangeran Troy yang terkenal jujur dan adil. Hera menjanjikan kekuasaan kepada Paris jika ia memilihnya sebagai yang tercantik. Athena menjanjikannya kepandaian dan kebijakan. Aphrodite menggunakan sihir kecantikannya dan menjanjikan paris seorang istri yang paling cantik di seluruh dunia: Helen of Sparta. Tanpa ragu Paris memilihnya. Padahal saat itu Paris telah beristri (Oenone) dan telah dikaruniai seorang putra. Hera dan Athena yang marah bersumpah akan membenci Troy dan semua penduduknya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;Singkat cerita Paris berangkat ke Sparta ditemani oleh Aeneas, putra Aphrodite yang mortal, meninggalkan Oenone yang patah hati. Saat itu Helen (tidak seperti di filmnya) telah menikah dengan Menelaus dan amat bahagia. Mereka telah dikaruniai dua orang anak, Hermione dan Nicostratus. Paris berpura-pura bertamu dan disambut baik oleh Menelaus. Beberpa sumber berkata bahwa Helen diculik paksa pada malam hari oleh Paris dan dibawa pergi. Sumber lain berkata bahwa Aphrodite membantu Paris dengan sihirnya, membuat wujud Paris menyerupai Menelaus sehingga Helen mau mengikutinya. Tapi dari kedua versi itu, Helen memang tak pernah jatuh cinta pada Paris dan ikut secara sukarela. Ia diseret pergi meninggalkan Menelaus dan hermione yang dicintainya, dan hanya diperbolehkan membawa Nicostatus yang masih bayi.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;Salah satu tokoh penting yang dihilangkan di film adalah Cassandra, adik Paris. Cassandra adalah seorang cenayang, tapi karena pernah menyinggung dewa Apollo ia dikutuk sehingga semua orang takkan ada yang percaya dengan ramalannya. Cassandra berkata bahwa Paris dan Helen akan menjadi penyebab keruntuhan Troy, tapi tak ada yang percaya. Semua penduduk Troy bergembira karena memiliki putrid tercantik di dunia. Helen menjadi tawanan Paris. Hanya kepada Hector (kakak tertua Paris) dan istrinya Andromache ia bisa berteman.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;Setelah mengetahui Helen diculik, Menelaus meminta bantuan abangnya, Agamemnon (Raja Mycenae) untuk membantunya menyelamatkan Helen. Agamemnon memanggil seluruh pasukan kerajaan-kerajaan di Yunani dan pahlawan-pahlawan mereka, Odysseus, Ajax, Nestor, Achilles dan pasukan Myrmidon-nya. Ikut serta pula Patroclus, sepupu Achilles. Para raja Yunani bertekat untuk menyelamatkan Helen dan meruntuhkan Troy yang berani menginjak-injak harga diri mereka.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;Dengan bantuan Hera dan Athena di pihak Yunani dan Aphrodite di pihak Troy, dimulailah perang 10 tahun memperebutkan Helen. Paris dan Menelaus sempat bertarung satu lawan satu, dan Menelaus hampir memenangkan pertarungan jika saja Paris tak melarikan diri bersembunyi di dalam istana. Menelaus yang murka melihat kepengecutan Paris menuntut Helen dikembalikan, namun penduduk Troy tak mau menyerahkannya. Sementara itu Achilles dan Agamemnon yang tak pernah akur bertengkar memperebutkan Briseis, seorang pendeta wanita kuil Apollo yang menjadi tawanan mereka. Karena masalah ini Achilles tak mau ikut bertempur dengan pasukan Agamemnon. Namun Petroclus, sepupunya yang ceroboh, menganggap mereka harus terus bertempur demi kehormatan Yunani. Pada satu pertempuran, Hector, sang pangeran Troy, membunuh Petroclus karena menganggapnya sebagai Achilles. Saat itu Petroclus mengenakan jubah perang dan helm Achilles, sementara Achilles sendiri masih ngambek dan mengurung diri di tendanya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;Ketika mengetahui sepupunya terbunuh, Achilles bersumpah akan membunuh Hector, menantangnya bertarung satu lawan satu dan akhirnya memang memenangkannya. Achilles menyeret mayat Hector mengelilingi kota Troy kemudian membawanya ke tendanya. Malam itu, Raja Troy, Priam, menyelinap ke tenda pasukan Yunani yang mengepung kota Troy, mencari Achilles untuk memohon agar ia diperbolehkan membawa mayat anaknya untuk diberikan upacara penguburan yang layak. Achilles jatuh kasihan dan menghormati Raja Priam, kemudian memberikan mayat Hector kepadanya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;Perang 10 tahun itu berakhir ketika Paris memanah pergelangan kaki Achilles di sebuah pertempuran dan menyebabkan sang pahlawan mati. Odysseus sempat menyelinap menyamar sebagai pengemis ke dalam Troy untuk bertemu Helen dan mengatur strategi penyerangan. Maka atas ide Odysseus, dibuatlah kuda raksasa yang diberikan kepada penduduk Troy sebagai persembahan untuk kuil Athena. Lagi-lagi Cassandra memperingatkan agar jangan membawa masuk kuda itu ke dalam kota. Namun lagi-lagi tak ada yang mendengarkan. Ketika seluruh penduduk Troy telah tertidur, 40 tentara Yunani termasuk Odysseus keluar dari dalam patung kuda kayu itu dan membuka gerbang kota agar seluruh pasukan Yunani bisa menyerang.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;Hanguslah Troy dan tewaslah Paris. Menelaus akhirnya dapat membawa pulang istri yang dicintainya dan mereka hidup bahagia sampai akhir hayat. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 0in 0pt"&gt;Pada kisah ini terkait banyak kisah lain. Misalnya bagaimana Achilles dilahirkan dan apa yang membuatnya lemah pada pergelangan kaki. Orang yang membunuh Paris, Philoctetes, pernah bertualang bersama Hercules saat menyelesaikan 12 tugasnya dan bagaimana Hercules menyuruhnya membawa panah yang menyebabkan kematian Paris. Dalam perjalanan pulang ke Yunani Odysseus mengalami banyak petualangan yang lebih lengkap dikisahkan dalam cerita The Odyssey. Semua kisah ini terkait dengan para dewa, betapa campur tangan mereka malah lebih sering membuat kehancuran kehidupan manusia dan bagaimana mereka dengan seenaknya memorak-porandakan kehidupan makhluk-makhluk yang tingkatannya lebih rendah daripada mereka. Maka, mengapa mereka dipuja? Reruntuhan kota Troy yang masih bisa kita lihat sampai hari ini menjadi bukti sejarah dan mitos yang tak terpisahkan, bukti bahwa para dewa bisa berbuat apa saja yang mereka inginkan, tanpa peduli akan akibat yang terjadi.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-112936458537202780?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/112936458537202780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=112936458537202780' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112936458537202780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112936458537202780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/10/troy.html' title='TROY'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-112745087619163797</id><published>2005-09-23T11:38:00.000+07:00</published><updated>2005-09-23T11:47:56.196+07:00</updated><title type='text'>Acara di Perbanas</title><content type='html'>Hari Rabu tanggal 21 September 2005 gue jadi pembicara di acara Pekan Jurnalisme STIE Perbanas, membahas topik “Menguak Dunia Fantasi Dalam Buku”. Seperti biasa gue duet sama Indah Pratidina dari GPU. Rencana acara dimulai pukul 1 siang, tapi tepat jam 1 listrik mati! Tanpa gentar akhirnya kita tetap meneruskan acara meski harus pakai lilin dan kegerahan karena AC Auditorium mati. Duduknya deket-deketan, tapi malah jadi lebih akrab. Mahasiswa/mahasiswi yang hadir mula2 sih malu2, tapi akhirnya seru cekikikan ngebahas buku fantasi dan nanya2 soal menerjemahkan dan mengedit buku. Gue dan Indah memberikan tiga pertanyaan yang harus dijawab dulu-duluan (sambil sikut-sikutan) berhadiah tiga buku jenis fantasi keluaran GPU. Sayang gak ada foto2nya karena temen2 gue gak bisa dateng, pas jam kantor sih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sempet dapet sorakan karena mengaku lulusan Perbanas (horeeee….anak Perbanas ada juga yang berprofesi jauh melenceng dari perbankan dan ngitung duit orang!). Dan sempet juga nostalgia menjelajah warung2 seputar kampus. Oooh, WarCin di sebelah unit 3 kok jadi kecil? Wah, warung Emak Betawi masih ada! Eh, WC2nya udah dibagusin! Ada lapangan parkir baru di depan unit 5! Sheesh, udah berapa abad gue gak nengok kampus ya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayak orang ngetop aja gue dan Indah dikasih plakat sama panitia. Thanx buat anak2 Perbanas dan GPU yang udah kasih kesempatan lagi buat gue bercuap-cuap tentang fantasi! :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-112745087619163797?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/112745087619163797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=112745087619163797' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112745087619163797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112745087619163797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/09/acara-di-perbanas.html' title='Acara di Perbanas'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-112626744915254881</id><published>2005-09-09T19:04:00.000+07:00</published><updated>2005-09-09T19:04:09.173+07:00</updated><title type='text'>The Bride and Groom-to-Be</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/056.jpg" style="HEIGHT: 519px; WIDTH: 334px"&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Ini dia dua cecunguk yang bakal nikah tgl 18 September mendatang. Lumayan bikin sibuk sekeluarga.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/donmpo144.jpg" style="HEIGHT: 446px; WIDTH: 304px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Anak-anakan sawah buat nakut-nakutin uler (bukan cuma burung yg takut!).&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-112626744915254881?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/112626744915254881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=112626744915254881' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112626744915254881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112626744915254881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/09/bride-and-groom-to-be.html' title='The Bride and Groom-to-Be'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-112446101523052561</id><published>2005-08-19T21:16:00.000+07:00</published><updated>2005-08-19T21:16:55.250+07:00</updated><title type='text'>Happy Birthday Fanka!</title><content type='html'>&lt;P&gt;Hari Minggu tgl 14 Agustus 2005 Rifanka Felisa Hasanah tepat berusia 3 tahun. Hiii....nggak berasa! Udah sekolah di Cilukbaa Preschool, udah pinter bertingkah, tapi tingginya nyaris kesusul sama Joji.&amp;nbsp;Acara tiup lilin di rumah Aki sekalian arisan keluarga (again). Sibuk cari kue yang bernuansa Jasmine gara2 Anka lagi tergila-gila sama Jasmine. Ngubek2 seluruh Bogor nggak nemu. Akhirnya Bunda nih yang print gambar2 Jasmine dan Aladdin dari internet.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Insya Allah bulan Februari tahun depan Anka punya adik, Mamanya lagi hamil 4 bulan, mual2 terus sepanjang waktu. &lt;BR&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Cimg0152.jpg"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Yang satu silat yang satu ballet?&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Cimg0142.jpg"&gt;&lt;BR&gt;Kue pertama tetep buat Aki&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-112446101523052561?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/112446101523052561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=112446101523052561' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112446101523052561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112446101523052561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/08/happy-birthday-fanka.html' title='Happy Birthday Fanka!'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-112393084813179928</id><published>2005-08-13T17:54:00.000+07:00</published><updated>2005-08-13T18:00:48.146+07:00</updated><title type='text'>Cermin</title><content type='html'>Apa yang akan kalian lakukan jika sebuah cermin bisa menunjukkan dunia lain? Apa yang kalian lakukan jika mengetahui selama ini ada dua macan yang mengikuti kalian kemana-mana? Apa yang akan kalian lakukan jika mengetahui ternyata kedua macan itu adalah penjaga kalian? Minus cermin, ini adalah pengalaman gue pribadi. Siapa bilang zaman sekarang udah gak ada lagi makhluk gaib di sekeliling kita? Mau percaya sama acara2 klenik di tivi? Silahkan, tapi nggak begitu sebetulnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermin menunjukkan pantulan kita, secara fisik. Tapi kalau ada cermin yang bisa memantulkan fisik plus kepribadian kita, bagaimana? Dan bagaimana kalau kita nggak suka apa yang ditunjukkan? Bukankah yang ditunjukkan itu isi kepala kita sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheesh, writing a fantasy book is HARD! Bahkan jika punya pengalaman pribadi yang bisa dimasukin ke situ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-112393084813179928?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/112393084813179928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=112393084813179928' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112393084813179928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112393084813179928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/08/cermin.html' title='Cermin'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-112288767238421240</id><published>2005-08-01T16:13:00.000+07:00</published><updated>2005-08-01T16:14:32.386+07:00</updated><title type='text'>Don’t judge people by the kinds of books they read…</title><content type='html'>Selera. Mau sampai bumi ini kiamat, orang2 gak akan bisa memaksakan kehendak kepada orang lain, apalagi masalah selera. Selera orang bisa berubah, tapi bukan atas paksaan. Gue bertemu beberapa orang yg menganggap cerita fantasi adalah cerita sampah, nggak ada untungnya dibaca. Ada juga yg berpendapat chicklit dan teenlit cerita kacangan, atau seri harlequin adalah cerita kampungan. Sekali lagi: selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue berpendapat ada dua jenis orang pembaca buku: satu, yg membaca demi memuaskan intelegensia mereka; dua, yg ingin membaca untuk hiburan. Alhamdulillah, sepertinya gue termasuk dalam keduanya. Gue suka baca ensiklopedia dan buku2 arkeologi, anggaplah untuk memuaskan sisi intelegensia gue. Tapi gue juga suka baca untuk hiburan, makanya gue suka hampir segala jenis buku. Memang paling suka fantasi, karena fantasi gue anggap lebih bisa memuaskan kebutuhan gue akan bacaan menghibur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal sebuah buku bagus atau jelek, nggak bisa dinilai dari genre-nya. Siapa bilang fantasi adalah bacaan ringan? Baca Wizard of Earthsea atau The Riddle Master sama berkerutnya seperti baca text book akuntansi. Siapa bilang sastra hanya untuk orang2 pinter? Buktinya gue yg rakyat jelata aja bisa menikmati karya2 Pramoedya dan Anton Chekov. Chicklit/teenlit memang bacaan ringan, tapi siapa bilang nulis chicklit/teenlit itu gampang? Coba aja sendiri! Yg menentukan sebuah buku itu bagus atau tidak adalah selera si pembaca dan kepiawaian si penulis. Itu aja! Nggak peduli jenis apa, genre apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang2 gak berhak ngatain gue bego hanya karena gue gak mau baca politik, dan gue gak berhak ngatain orang yg gak suka fantasi adalah orang yg kaku dan gak punya daya khayal. Semua kembali ke selera. Jadi, gue berusaha menghormati pendapat dan selera orang, gak peduli apapun itu. Mau berdebat, silakan. Tapi ujung2nya pasti kepentok masalah selera yg gak bisa diganggu-gugat. Kalau ada yg berpendapat sebuah bacaan adalah bacaan yg nggak intelek, gue bisa buktiin beberapa penulis yg titelnya berderet sepanjang rel kereta api dan menulis fantasi. Atau seorang dokter ahli bedah yg menulis roman. Apakah mereka bukan orang intelek? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman2 terdekat gue yg satu sama sekali gak suka baca, satu lagi sama sekali gak suka fantasi. But we get along fine! Sering banget kita saling hina selera masing2, tapi hanya sebagai bahan candaan, nggak ada maksud benar2 menghina. Selera, nggak bakal bisa disatukan dan dipaksakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-112288767238421240?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/112288767238421240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=112288767238421240' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112288767238421240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112288767238421240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/08/dont-judge-people-by-kinds-of-books.html' title='Don’t judge people by the kinds of books they read…'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-112288705210378024</id><published>2005-08-01T16:04:00.000+07:00</published><updated>2005-08-01T16:13:15.820+07:00</updated><title type='text'>Launching Ruang Baca Tempo</title><content type='html'>&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/diskusi1.jpg" style="HEIGHT: 284px; WIDTH: 370px"&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/IMG_0042-2.jpg" style="HEIGHT: 268px; WIDTH: 371px"&gt;&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tiba2 dapet e-mail dari contact person di Tempo Media yg meminta gue jadi pembicara di acara launching Ruang Baca. Whoa! Gak salah? Memang gue mengaku sebagai pembaca fantasi akut, dan memang topik acara adalah “Harry Potter dan Buku-buku Fantasi”, tapi gue gak merasa ahli sama sekali. Apalagi salah satu pembicara juga, Indah, adalah editor GPU yg skripsinya membahas HP. Kalah jauh dong gue? Tapi atas desakan dan bujuk rayu Mbak Feby dari Tempo (huehehe….ge-er), gue akhirnya menyanggupi sambil keluar keringat dingin. Mulai dari Novi, Elwen, Trinie, Donna, Bombur, Mas Arie Saptaji sampai suami, bokap, nyokap dan sodara2 gue berondong pertanyaan mengenai apa yg harus gue lakukan nanti???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari menjelang acara gue sakit perut, gemeter, keringat dingin, deg2an. Sempet perasaan itu lenyap…nyap…saat mertua gue meninggal dunia hari Sabtu tgl 23 kemarin. Mula2 udah mau batalin aja, tapi atas dorongan suami dan sodara2 ipar gue, akhirnya gue nurut untuk terus maju pantang mundur meskipun harus absen tahlilan satu hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kamis tgl 28, hari yg ditentukan, gue berangkat dari Bogor jam 4 sore. Dan berhasil sampai ke Kwitang jam 7 kurang 20! Betul2 gak bisa memperkirakan seberapa penuh jalan2 saat pulang kantor. Waktu kena macet di Kuningan telepon berdering-dering dari Hadi dan Elwen, nanya gue udah sampe mana. Setelah sampai di Kwitang Mbak Elina dari Tempo nelepon juga, untung gue udah ada di lantai satu. Gue dan Indah langsung saling berpegangan tangan memperkuat iman. Tangan kita berdua dingin! Begitu nama kita dipanggil, gue nyodok2 Indah dari belakang, “lo duluan…lo duluan…” dengan noraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah Mas Iwan sebagai moderator nggak bikin kita berdua tambah gugup, malah amat sangat membantu dengan komentar2nya yg konyol. Akhirnya tugas cuap2 berhasil dilakukan tanpa insiden memalukan. Memang jiper juga mendengar komentar dan pertanyaan2 peserta, tapi gue dan Indah udah berusaha semaksimal mungkin (dengan waktu yg terbatas) untuk menjawab. Mudah2an nggak ada yg terlalu kecewa…hehehe…terlalu lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah dengan fasihnya memaparkan isi skripsinya yg menyebutkan ideologi dalam buku HP. Bagaimana Rowling menyatakan tak ingin adanya perbedaan kelas dalam masyarakat manapun. Gue sih hanya menceritakan beberapa pengalaman membaca, beberapa jenis fantasi yg gue tau dan ngalor-ngidul tentang penerjemahan cerita fantasi. Akhirnya diskusi berlanjut ke topik mengapa nggak ada fiksi fantasi Indonesia yg ngetop seperti dulu? Beberapa pendapat berseliweran, mulai dari kurangnya promosi, masuknya budaya Barat yg lebih ngetop, penerbit nggak mau ambil resiko rugi, masih tingginya pertimbangan komersil, kurang beraninya penulis Indonesia, sampai batasan2 ketimuran dan agama yg sepertinya membuat penulis lokal enggan menulis fantasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya diskusi ditutup dengan wajah2 peserta yg masih kurang puas. Gue dan Indah pun kurang puas, tapi karena waktu terbatas, ya apa boleh buat. At least pengalaman pertama gue tak menimbulkan kehebohan memalukan. Setelah acara selesai gue sempet beli buku Misteri Pedang Skinhelad-nya Ataka yg nangkring dipajang di tempat acara. Gue amat sangat tertarik sama bocah 13 tahun yg bisa bikin novel fantasi ini. Mudah2an Ataka bisa jadi pelopor genre fantasi modern di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang udah lega. Nggak sakit perut setiap saat lagi. Mbak Feby dan Mas Dian dari Tempo dengan begitu baik hati nelepon lagi menanyakan kabar. Dengan adanya acara ini, dan diskusi2nya, gue tambah semangat menyelesaikan cerita fantasi yg lagi gue bikin. Meskipun pesimis bakal jadi best seller, at least gue udah coba membangkitkan kembali genre fantasi di Indonesia. Mohon doanya ya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-112288705210378024?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/112288705210378024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=112288705210378024' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112288705210378024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112288705210378024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/08/launching-ruang-baca-tempo.html' title='Launching Ruang Baca Tempo'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-112271357432601210</id><published>2005-07-30T15:32:00.000+07:00</published><updated>2005-07-30T15:52:54.336+07:00</updated><title type='text'>Long time no blog</title><content type='html'>Hwa! Udah lama banget nggak nengok2 blog nih! Ada beberapa alasan kenapa gue absen nulis disini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berusaha menyelesaikan terjemahan Bartimaeus 2 secepatnya, dan berhasil selesai tiga minggu yg lalu. Lagi istirahat dulu sebelum menerjemahkan satu buku lagi yg antri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rencana pernikahan adik gue yg paling kecil. Tadinya hanya mau berkenalan dengan orang tua ceweknya, tapinya langsung ditodong ngelamar! Pertimbangannya karena adik gue mau nerusin kuliah ke Bandung bulan depan sekaligus buka usaha disana, ceweknya lebih baik ikut cari kerja di Bandung dan mereka dinikahkan aja. Whoa! Cari gedung terperot-perot, udah pada penuh semua sampai 2007! Akhirnya dapet tempat karena ada yg membatalkan, jadilah ditentukan tgl 18 September 2005. Mulai dari rapat, cari undangan, suvenir, tukang rias, beli bahan, jahit baju, cari catering, dekorasi, dll, dsb gue yg ngerjain. Belum seminggu kepala gue udah mau pecah rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hari Sabtu tgl 23 Juli 2005, sesaat setelah subuh, mertua gue meninggal dunia. Beliau memang sudah sakit lama tapi kita semua anak2 dan menatu2nya sedih banget ditinggal secepat ini. Usianya baru 54 tahun, beda hampir 10 tahun sama bokap gue yg alhamdulillah masih segar bugar di usianya yg udah kepala 6. Kesibukan tahlilan dan mengurus segala keperluan serta mengatasi rasa shock masih berlangsung sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ada acara launching Ruang Baca Tempo tgl 28 Juli 2005 kemarin dan dengan kagetnya gue mendapati diri gue diminta jadi pembicara! Whoa! Gue sampai bilang ke contact person-nya: Are you sure??? Laporan lengkap di postingan berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-112271357432601210?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/112271357432601210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=112271357432601210' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112271357432601210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/112271357432601210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/07/long-time-no-blog.html' title='Long time no blog'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111925476635564151</id><published>2005-06-20T15:06:00.000+07:00</published><updated>2005-07-30T16:13:25.630+07:00</updated><title type='text'>The Grey Havens</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/lgrayhavens.jpg" style="HEIGHT: 247px; WIDTH: 387px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;Into The West&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lay down, &lt;br /&gt;your sweet and weary head.&lt;br /&gt;Night is falling. &lt;br /&gt;You have come to journey’s end.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sleep now, and dream &lt;br /&gt;of the ones who came before.&lt;br /&gt;They are calling, &lt;br /&gt;from across a distant shore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why do you weep? &lt;br /&gt;What are these tears upon your face?&lt;br /&gt;Soon you will see.&lt;br /&gt;All of your fears will pass away.&lt;br /&gt;Safe in my arms, &lt;br /&gt;you’re only sleeping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What can you see,&lt;br /&gt;on the horizon?&lt;br /&gt;Why do the white gulls call?&lt;br /&gt;Across the sea,&lt;br /&gt;a pale moon rises.&lt;br /&gt;The ships have come,&lt;br /&gt;to carry you home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And all will turn, &lt;br /&gt;to silver glass.&lt;br /&gt;A light on the water.&lt;br /&gt;All souls pass.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hope fades,&lt;br /&gt;Into the world of night.&lt;br /&gt;Through shadows falling,&lt;br /&gt;Out of memory and time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t say, &lt;br /&gt;We have come now to the end.&lt;br /&gt;White shores are calling.&lt;br /&gt;You and I will meet again.&lt;br /&gt;And you’ll be here in my arms,&lt;br /&gt;Just sleeping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What can you see,&lt;br /&gt;on the horizon?&lt;br /&gt;Why do the white gulls call?&lt;br /&gt;Across the sea,&lt;br /&gt;a pale moon rises.&lt;br /&gt;The ships have come,&lt;br /&gt;to carry you home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And all will turn, &lt;br /&gt;to silver glass.&lt;br /&gt;A light on the water.&lt;br /&gt;Grey ships pass&lt;br /&gt;Into the west.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111925476635564151?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111925476635564151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111925476635564151' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111925476635564151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111925476635564151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/06/grey-havens.html' title='The Grey Havens'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111915485891946874</id><published>2005-06-19T11:20:00.000+07:00</published><updated>2005-08-01T17:11:35.526+07:00</updated><title type='text'>Gathering @ Mirkwood</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/senja.jpg" style="HEIGHT: 155px; WIDTH: 273px"&gt;&amp;nbsp;Hobbiton&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/minastirith.jpg"&gt;&amp;nbsp;Minas Tirith&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/legolas.jpg" style="HEIGHT: 219px; WIDTH: 310px"&gt;&amp;nbsp;Legolas&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/eorlingas.jpg"&gt;&amp;nbsp;Berdiri ki-ka: Elwen, Arwen, Illyria, banner of Rohan, Niphrendil, Luthien, Bombur. Jongkok ki-ka: Haleth, Dee.&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/gilgalad.jpg" style="HEIGHT: 224px; WIDTH: 327px"&gt;&amp;nbsp;Gil Galad&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/diana-partytree.jpg"&gt;&amp;nbsp;Bilbo's Party Tree&lt;BR&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu kemarin akhirnya gue berhasil ikut gathering milis indo-LOTR di Kebun Raya Mirkwood (Bogor). Luthien, Haleth, Illyria, Niphrendil, Elwen, Dee dan Bombur naik kereta kuda dari Jakarta sementara gue sampai duluan menunggangi Asfaloth (menurut gue mobil gue lebih mirip Bill the Pony karena amat sangat mungil). Sambil menunggu mereka datang gue tetap berada di tempat parkir sambil baca buku (hmm…how predictable!). Tak lama kemudian, sekitar jam lima sore, kereta kuda yang dikemudikan Haleth memasuki lapangan parkir, dan gue dengan semangat Battle of Pelennor melambaikan tangan. Haleth yang belum pernah bertemu gue sempat bengong, sementara Illy yang duduk di sebelahnya segera menjerit senyaring terompet Boromir: “Arweeeeeeen!” Haleth segera menarik kekang dan…ciiiitt!!…kudanya nyaris terjengkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saling menyapa kita segera berniat menggelar tikar dibawah Party Tree-nya Bilbo persis di sebelah café Legolas (café Dedaunan). Pohon ini sudah berusia ratusan tahun dan besarnya melebihi rumah gue yang seperti liang Hobbit. Bahkan salah satu akarnya saja bisa buat bikin satu pintu. Tapi sebelum sempat menggelar tiba-tiba ada ent penjaga hutan (satpam), mungkin anak buah Treebeard, datang menghampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak-mbak dan Mas…jam segini Kebun Raya hanya diperuntukkan bagi yang ingin ke café, untuk rekreasi sudah ditutup,” kata si ent berkumis.&lt;br /&gt;Dengan keberanian seorang Shieldmaiden of Rohan, Haleth segera menyahut mewakili yang lain, “Kita memang mau ke café, Pak. Tapi mau foto-foto dulu disini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak ent berkumis segera menyerah tapi menyarankan kita menggelar tikar di lapangan berumput di depan café. Memang setelah dipikir-pikir lebih baik duduk di lapangan rumput daripada dibawah Party Tree yang gelap dan penuh tonjolan akar. Akhirnya kita berhasil foto-foto dengan pemandangan mirip Hobbiton dekat danau teratai. Luthien segera mengibarkan banner Rohan sementara yang lain mengatur beberapa action figure (ada Gil Galad! Gil Galad! Hyaaaaaaa!! Limited edition, gue segera menangis sesegrukan). Gue segera ileran melihat miniatur Minas Tirith milik Luth, dan Illy segera drooling melihat buku Tolkien Biography gue. Luth, Haleth dan Niph mengeluarkan elven cloak mereka. Beberapa diantara kita menarik rantai emas dari balik baju dan menunjukkan The One Ring yang kita kenakan, sebetulnya sudah tidak ONE lagi karena kita masing-masing punya satu. Niph, Elwen dan Haleth dengan bangga mengenakan kaus bertuliskan nama mereka dalam huruf Tengwar. Mauuuu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari belum sepenuhnya terbenam ketika kita tiba-tiba melihat sebuah bintang yang amat terang. “Earendil! Star of Earendil!” kita berseru-seru dan melambai-lambai tak mengindahkan tatapan kasihan dari pengunjung lain. Tak lama kemudian datanglah gerombolan kelelawar yang mulai bangun sore-sore.&lt;br /&gt;“The eagles! The eagles are coming!” seru Haleth (atau Niph ya? Gue lupa).&lt;br /&gt;“Bukan!” seru gue. “Itu…itu…Naaaazguuuuulll!”&lt;br /&gt;Untungnya kita masih punya sedikit rasa malu sehingga nggak lari kocar-kacir menghindari ‘Nazgul-nazgul’ itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya malam turun, dunia berubah menjadi gelap gulita dan nyamuk-nyamuk vampir mulai menyerang kita. Terpesona oleh pemandangan café Legolas yang mirip Rivendell ketika semua lampunya menyala, kita segera pindah kesana, menguasai sebuah meja panjang dan kembali mengatur action figure diatas meja. Setelah bersulang a la Merry dan Pippin, kita melanjutkan obrolan sambil makan. Pemain musik akustik disana segera kita serang dengan permintaan beberapa lagu, tapi karena café penuh hanya dua lagu yang bisa mereka penuhi. Untungnya kita tahu diri tidak meminta lagu Into The West mereka nyanyikan, karena anatomi penyanyinya (juga suaranya) sama sekali tidak mirip Annie Lennox.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bombur yang satu-satunya cowok dan satu-satunya dwarf pulang lebih dulu karena ada janji bertemu teman di tambang Moria. Mungkin masih berharap dapat menggali mithril disana. Komentar Bombur sebelum pulang adalah, “Gue malu tapi nggak kapok!” Well, what do you expect jika serombongan penggemar Tolkien berkumpul? Malu diliatin orang sudah nggak ada di kamus kita…hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam sembilan malam kita memutuskan untuk pulang, perjalanan jauh menanti anggota dari Jakarta sementara gue sudah ditunggu Aragorn dan Eldarion di Minas Tirith. Sepasang cowok-cewek yang duduk di dekat meja kita menatap sambil melongo saat kita melangkah keluar café dengan cincin tergantung di rantai kalung dan cloak berkibar. Si cowok kemudian berkata kepada ceweknya (telinga gue yang runcing sempat menangkap pembicaraan mereka), “Oooh, mereka pasti dari fans club-nya LOTR!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue terpaksa melaju duluan karena Luth, Elwen, Dee dan Niph mau berjalan-jalan diantara obor seperti rombongan elf pulang kampung ke Undying Land sementara Haleth dan Illy menunggu mereka di kereta kuda. Keadaan yang gelap gulita dan bahaya diserang Ringwraith tiba-tiba nggak memupuskan semangat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s been great fun, guys. Let’s do it again next month. Sudah lama gue nggak ketawa lepas dan bertindak seakan tak ada manusia mortal lain di Middle Earth kita ini. Hanon le…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111915485891946874?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111915485891946874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111915485891946874' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111915485891946874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111915485891946874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/06/gathering-mirkwood.html' title='Gathering @ Mirkwood'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111837890770949148</id><published>2005-06-10T11:46:00.000+07:00</published><updated>2005-06-10T11:48:27.716+07:00</updated><title type='text'>Women's Club</title><content type='html'>Bukan….maksud gue bukan gerakan feminis anti kekerasan wanita atau anti aborsi. Tapi club kebugaran khusus wanita. Yep! Mungkin di kota2 besar sudah ada club kebugaran khusus wanita. Tapi karena gue tinggal di Bogor yg sebetulnya kota kecil (kampung) gue belum nemu club seperti ini. Oh, sanggar senam plus salon sih ada, tapi tanpa fitness centre atau kolam renang. Gue jadi anggota Soprt Club di kompleks perumahan gue sejak tahun 1998, setahun sebelum menikah, dan nggak pernah sekalipun kesana tanpa dikawal mantan pacar (suami). Ruang fitness-nya cukup besar dengan peralatan memadai, kolam renangnya bagus dan bersih, ruang gantinya bersih, rapi, tertutup dan ada sauna. Tapi tetep aja….di kolam renang atau di tempat fitness banyak cowok dengan mata jelalatan. Selama ini alhamdulillah gak ada yg coba2 macem2 karena disamping gue selalu ada suami yg badannya seperti bodyguard Secret Service. Tapi temen2 yg lain yg masih single atau suami/pacarnya bukan jenis2 orang yg suka berolahraga kadang2 merasa risih dengan cowok2 yg berkerumun disana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau fitness atau senam kita bisa pakai celana training panjang dan kaus oblong besar. Tapi berenang kan gak mungkin pakai daster? Dengan peralatan perang yg terdiri dari handuk besar, sarung, jubah mandi, dll, kami cewek2 baru berani masuk ke kolam. Yg berani pakai bikini hanya para ekspatriat, sementara kami berusaha mencari pakaian renang berlengan, one piece dengan celana yg agak panjang. Meskipun nggak ada yg bakal berani colak-colek, kita kan gak bisa lihat mata mana yg jelalatan? Gue yg suka olahraga pengen terus olahraga, tapi tanpa rasa risih. Sejak kecil gue paling gak nahan liat kolam renang. Bawaannya pengen nyemplung aja. Dilema juga terjadi pada sepupu gue yg sekarang berjilbab: dia amat sangat hobi berenang tapi sekarang harus menghentikan kegiatannya ini dan mengaku sering sakit badan. Bisa aja fitness dan senam di rumah tapi gak punya fasilitas dan gak ada ruangan luas. Lari keliling kompleks? Dia paling takut dikejar anjing tetangga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik gue usul gimana kalau kita berdua jadi pengusaha Sport Club khusus wanita? Bukan hanya diperuntukkan bagi mereka yg berjilbab, tapi juga bagi perempuan2 yg risih bila memakai pakaian ketat didepan pria2 asing. Modal? Modal? Berapa milyar sekarang biaya untuk bikin kolam renang dan fitness centre? Keep on dreaming….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111837890770949148?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111837890770949148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111837890770949148' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111837890770949148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111837890770949148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/06/womens-club.html' title='Women&apos;s Club'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111823699593743636</id><published>2005-06-08T20:23:00.000+07:00</published><updated>2005-06-08T20:23:15.966+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/nefertiti_rhs0.jpg"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;The Search for Nefertiti by Joann Fletcher&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Hodder &amp;amp; Stoughton, 2004&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Hardcover, 380 hal + 71 (bibliography, sorce references, index)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;QB World, Rp.184.000&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Joann Fletcher adalah seorang Egyptologist berkebangsaan Inggris yang spesialisasinya rambut. Rambut? Keahlian yang jarang ditemui di bidang arkeologi. Mungkin seperti kebanyakan arkeolog modern lainnya, Joann terinspirasi oleh penemuan makam Tutankhamen oleh Howard Carter. Sejak kecil ia telah memantapkan bidang yang akan ditekuninya. &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Buku ini menceritakan sejak awal mula ketertarikan Joann terhadap arkeologi, perjuangannya agar diterima di universitas yang dianggapnya memiliki sarana terbaik untuk belajar arkeologi, dan mengapa ia memilih bidang rambut mumi sebagai bahan tesisnya. Lagipula, silsilah keluarga Joann menunjukkan bahwa secara turun-temurun mereka merupakan keluarga pemilik barber shop dan salon, jadi rambut bukan hal asing bagi Joann.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Di buku ini diungkapkan juga bahwa Joann adalah seorang feminis, yang berusaha keras menujukkan kepada seluruh kalangan akademis bahwa wanita pernah memimpin negara sejak zaman prasejarah. Tak banyak orang mengetahui bahwa Mesir Kuno pernah dipimpin oleh beberapa firaun wanita, salah satu yang paling dikenal adalah Hatshepsut (yang mengenakan janggut palsu ciri khas seorang firaun). Joann menganggap Cleopatra hanyalah salah satu dari sekian banyak firaun wanita, lagipula Cleopatra bukanlah wanita Mesir asli. Ia keturunan Yunani dari dinasti Ptolemic. Pada bab �The Rise of Female Pharaoh� Joann menjabarkan keyakinannya akan adanya beberapa firaun wanita, kebalikan dari yang biasa diakui kalangan arkeolog lainnya: bahwa para wanita itu hanyalah co-regent, pembantu firaun yang tak pernah memiliki kekuasaan seorang firaun dan tak pernah benar-benar memimpin negara.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;�It is traditionally believed that it was virtually impossible for a woman to rule Egypt as a king. Although no one can ignore the twenty-year dominance of the pharaoh Hatshepsut, she is generally explained away as an aberration, a fluke, the exception that proves the rule. And since Cleopatra was the last of the Ptolemies, the Greek dynasty that had ruled Egypt until her death in 30 BC, she was not technically Egyptian and is also conveniently dismissed. As for any other women known to have held power, they have generally been so �little researched�---a euphemism meaning �usually ignored�---that they hardly merit a mention in the standard scholarly tomes. Indeed, who beyond the narrow confines of Egyptology has heard of Merneith, Khentkawes, Neithikret, Sobekneferu and Tawosret? Egypt�s great male pharaohs are well known, their modern epithets reflecting their achievements, be they Amenhotep the Magnificent, Ramses the Great, even Akhenaten the Heretic. But where are Hatshepsut the Mighty, Neithikret the Brave and Sobeknofru the Strong?� (hal.186)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Karena mempercayai (dari bukti-bukti yang dikumpulkannya) bahwa beberapa wanita pernah menjadi firaun berkuasa, maka Joann juga berkesimpulan bahwa Nefertiti pernah menjadi firaun, bukan hanya ratu bagi suaminya: firaun Akhenaten. Joann memaparkan kisah yang disusunnya dari bukti-bukti penemuan para arkeolog sejak zaman tahun 1800-an, kisah sebuah keluarga kerajaan yang menentang kepercayaan lama: memuja beberapa dewa sekaligus. Akhenaten dan istrinya Nefertiti membuat gebrakan baru dengan menyatakan bahwa Mesir kini hanya mengakui satu dewa, yaitu Aten, dewa matahari. Mereka memindahkan ibukota dari Memphis ke Amarna dan memerintahkan agar semua kuil pemujaan dewa Amen dan dewa-dewa lainnya ditinggalkan. Terbayang betapa suasana menjadi kacau dan banyak orang terpaksa kehilangan pekerjaan, beberapa diantaranya adalah pendeta-pendeta dewa Amen, para penari dan penyanyi ritual keagamaan, petugas-petugas kuil dan lain-lain. Namun Mesir kala itu berada dalam masa kejayaan yang diwariskan dari para leluhur Akhenaten, yang terkenal akan kepiawaian mereka berperang dan menjajah negara-negara tetangga.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Sebaliknya, Akhenaten tampaknya sama sekali tak tertarik dengan politik dan segera mengabaikan tugas kenegaraan dan lebih memusatkan perhatiannya pada agamanya yang baru. Mesir mulai runtuh perlahan, beberapa negara tetangga mulai memberikan perlawanan. Dianggap untuk memulihkan kejayaan kerajaan, Nefertiti yang tadinya hanya memiliki titel Ratu tiba-tiba menjadi co-regent, memerintah juga disamping suaminya. Ia mengubah namanya menjadi Smenkhare, yang pernah membingungkan para egyptologist. Banyak arkeolog berpendapat bahwa Smenkhare adalah seorang pangeran, seorang pria yang menjadi pendamping Akhenaten dalam memerintah kerajaan. Tapi Joann memiliki teori lain. Berdasarkan bukti-bukti yang dipaparkannya dengan jelas dan gamblang, ia menyatakan bahwa Smenkhare sebenarnya adalah Nefertiti. Joann memaparkan bahwa Neferititi adalah seorang wanita ambisius, lebih ambisius daripada suaminya. &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Teori ini mungkin juga dipercaya oleh Jonathan Stroud, seorang penulis fiksi asal Inggris yang dalam bukunya The Bartimaeus Trilogy menceritakan tentang ditemukannya gelang kaki Nefertiti oleh arkeolog modern. Dipercaya sebagai gelang ajaib yang dapat membuat si pemakainya menjadi cantik jelita, tokoh utama (sang jin Bartimaeus) mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Jin ini dikisahkan pernah mengabdi pada Nefertiti, dan mengetahui bahwa gelang kaki itu bukan menjadikannya cantik (karena Nefertiti memang sudah cantik sejak dilahirkan) tapi dapat memberikan pengaruh luar biasa kepada siapapun. Maka, Nefertiti digambarkan sebagai seseorang yang memaksakan kehendak, mengatur suaminya dan berambisi amat tinggi.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Joann percaya bahwa Nefertiti menggantikan suaminya menjadi firaun setelah Akhenaten meninggal. Membawa ibukota kembali ke Memphis dan membangun kembali agama lama. Joann juga memperkirakan bahwa Nefertiti telah mempersiapkan pengaturan pemerintahan kepada anak tirinya, Tutankhamen, setelah dinikahkan dengan putrinya sendiri, Ankhesenamen. Ada teori lagi akan siapa sebenarnya Tutankhamen ini. Pada beberapa inscription dan catatan yang ditemukan di bekas kota Amarna, disebut ada seorang wanita bernama Kiya, istri tercinta firaun. Siapa Kiya? Para arkeolog berpendapat bahwa Kiya adalah salah satu dari sekian banyak istri Akhenaten, dan wanita inilah yang melahirkan Tutankhamen. Joann juga tak mengenyampingkan teori bahwa Nefertiti telah mencoba mengenyahkan Kiya dari catatan sejarah, mungkin karena cemburu. Kiya diperkirakan meninggal setelah melahirkan putranya. Karena Nefertiti sendiri tak memiliki anak laki-laki, maka ia menikahkan putrinya Ankhesenamen dengan Tutankhamen, yang memang next in line dalam dinasti ini. Keberadaan makam dan mumi Nefertiti sendiri tak diketahui, begitu pula nasibnya setelah Tutankhamen berkuasa.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Teori Joann yang menyatakan Nefertiti pernah menjadi firaun membuatnya yakin bahwa wanita ini dikuburkan selayaknya seorang firaun, dengan tangan sebelah kanan menekuk memegang sceptre kerajaan. Pada tahun 1898, seorang arkeolog bernama Victor Loret menemukan makam Amenhotep II di Valley of the Kings (KV.35). Di sebuah side chamber terdapat tiga mumi tanpa identitas: seorang wanita tua, seorang anak lelaki, dan seorang wanita muda. Sang wanita tua lengan kirinya menekuk seakan memegang sceptre kerajaan, berarti ia adalah seorang ratu. Si anak lelaki kecil memiliki rambut kepang di sebelah kanan kepalanya, yang menyatakan bahwa ia adalah seorang pangeran. Si wanita muda? Lengan kanannya terlepas, entah berada dimana, tapi tampaknya lengan kanan itu menekuk. Tandanya? Ia adalah seorang firaun.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Joann amat mencurigai mumi wanita muda ini adalah Nefertiti. Wajah sebelah kirinya di bagian mulut telah dihancurkan dengan sengaja pada zaman kuno, tapi tak bisa dipercaya hal ini dilakukan hanya oleh para perampok makam yang ingin mengambil barang-barang berharga yang menempel pada mumi. Apakah dilakukan oleh otoritas dinasti setelahnya? Karena dengan hancurnya mulutnya maka Nefertiti dianggap takkan dapat bernafas di Aferlife? Apakah karena ia semasa hidupnya pernah dibenci karena kediktatorannya dan karena berani mengubah agama lama?&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Setelah mendapatkan izin dari pemerintah Mesir melalui DR. Zahi Hawass, Joann memeriksa ketiga mumi ini menggunakan X-ray. Yang pertama kali menyulutkan kecurigaan Joann adalah rambut palsu si mumi wanita muda, yang hanya dapat dikenakan oleh seorang wanita kerajaan dan persis sama seperti yang dikenakan Nefertiti semasa hidupnya. Setelah ia melihat profil mumi ini, kecurigaannya semakin kuat. Apalagi setelah ia menemukan lengan kanan mumi yang terlepas yang ternyata tersembunyi di balik perbannya. Setelah serangkaian foto dilakukan, Joann kemudian meminta rekayasa komputer untuk �memberikan wajah� kepada mumi si wanita muda. Hasilnya? Ia dulu adalah seorang wanita Mesir, cantik, dan mirip sekali dengan patung bust Nefertiti yang sekarang berada di Museum Berlin. So, Nefertiti telah ditemukan? Bagi Joann: ya, ia talah berhasil menemukan Ratu paling terkenal dari Mesir Kuno.&lt;SPAN style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;&amp;nbsp;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111823699593743636?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111823699593743636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111823699593743636' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111823699593743636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111823699593743636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/06/search-for-nefertiti-by-joann-fletcher.html' title=''/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111803959461497234</id><published>2005-06-06T13:33:00.000+07:00</published><updated>2005-06-06T13:38:02.386+07:00</updated><title type='text'>Tiup Lilin</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Cimg0004.jpg" style="HEIGHT: 201px; WIDTH: 275px"&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Cimg0041.jpg" style="HEIGHT: 201px; WIDTH: 297px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Dapet baju renang seragam lho!&amp;nbsp; Potongan kue pertama untuk Aki.&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Cimg0039.jpg" style="HEIGHT: 367px; WIDTH: 275px"&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Cimg0034.jpg" style="HEIGHT: 367px; WIDTH: 274px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Teteh Anka pengen ikut motong.&amp;nbsp;Puff! Pffttt! Kok gak mati2 lilinnya?&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/CIMG0010_1.jpg" style="HEIGHT: 252px; WIDTH: 185px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Huahaha! Sekarang Joji bisa ngamen!&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/CIMG0004_1.jpg" style="HEIGHT: 202px; WIDTH: 278px"&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/CIMG0028_1.jpg" style="HEIGHT: 202px; WIDTH: 280px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Banyak yaaaa?&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt; &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Tgl 5 Juni kemarin Joji didaulat tiup lilin sama saudara2nya. Karena memang waktunya arisan keluarga, Andung-nya Joji sengaja bikin kumpul2 di kolam renang. Tadinya gue cuma mau beli kue taart kecil buat Joji difoto pakai lilin angka 2 aja, jadinya mesen taart agak besar karena nimbrung acara arisan. Anak2 dan bapak2 biar pada bisa nyebur semua sementara ibu2 ngegosip?hehehe. Anka dan Joji langsung nyemplung dan susah diajak naik. Mula2 gak mau pakai pelampung, maunya dipegangin sambil tengkurep. Ih, cape meganginnya! Akhirnya setelah dibujuk mau juga pakai pelampung punya Teteh Aretha, anak sepupu gue. &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Setelah makan siang tadinya Joji mau diajak berenang lagi, tapi ternyata dia kejar2an sama Teteh Anka dan *gedebuk!* jatuh! Lututnya dua2nya berdarah, tapi seperti biasa Joji nggak nangis. Cuma merengek: Perih, Bunda! Dipakein betadine juga malah ketawa2, geli katanya. Kata salah satu tantenya, Joji tuh kayanya dilahirkan tanpa urat sakit. Jadilah nggak boleh nyemplung lagi, takut infeksi. Lukanya lumayan dalem. Untung Joji pengeritan, sementara sepupu2nya yg lain nangis ngadat gara2 disuruh naik dari kolam, dia sewaktu dikasih tau nggak boleh nyemplung lagi hanya ngangguk2 nurut.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Waktu acara tiup lilin Joji sedikit bete karena dua kali lilinya disabot sama sepupunya, pertama sama Mas Figgo, kedua sama Aa Diasz?hehehe. Akhirnya Joji berhasil juga tiup lilin. &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;Malemnya baru acara buka kado di rumah. Joji langsung tertarik sama kado dari Mas Raihan dan Mas Figgo, soalnya ada palunya! Dapet dua sepatu, dari Mama Uci dan Oom Romi dan dari Aki Dance dan Oma Milly. Dapet gitar dari Aa Diazs dan Dede Dinda. Dapet bantal dan guling gede dari Mama, Babab dan Teteh Anka, dapet karpet Pooh besuar dari Mang Yayat dan Tante Ajie, dapet bed cover gambar motor balap dari Aki dan Andung! Joji sampe bingung kok banyak sekali mainan dan barang2 yg dibungkus ya? Saudara2nya yg lain juga kasih mainan?.tinggal gue yg bingung mau ditaro dimana nih??&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111803959461497234?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111803959461497234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111803959461497234' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111803959461497234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111803959461497234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/06/tiup-lilin.html' title='Tiup Lilin'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111776295967211493</id><published>2005-06-03T08:42:00.000+07:00</published><updated>2005-06-03T08:42:39.676+07:00</updated><title type='text'>Happy Birthday Joji!</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/3R_6.jpg"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Hari ini, tgl 3 Juni 2005, Joji dua tahun. Nggak kerasa, seakan baru kemarin gue ke RS siap2 melahirkan. Sekarang anak ini udah bawel setengah mati, apa aja ditanya. Alhamdulillah gue diberi anak yang tidak menyusahkan, nggak pernah tantrum dan ramah. Joji selalu mau berbagi, baik makanan maupun mainan, dengan saudara2 dan teman2nya. Joji anak yang gampang diatur, meskipun kadang2 bisa keras kepala juga. Jadi kalau berada di tengah anak2 lain, dia seperti bayi malaikat. Nggak pernah memulai pertengkaran, nggak pernah rebut2 mainan anak lain, gak pernah ngotot minta sesuatu. Tapi jangan coba2 menguji kesabaran Joji sampai tiga kali, dia bisa ngamuk! Sekali ada yang iseng, dia cuek aja. Dua kali mainannya direbut, dia paling ngeloyor aja. Tiga kali, bisa2 anak itu dijambak. Keinginan Joji yang belum bisa dipenuhi gue dan ayahnya adalah melihara hamster dan kucing. Kucing masih menunggu pemberian teman ayahnya, yang bakal melahirkan. Hamster? Nggak berani gue ngasihnya. Masalahnya, bisa2 kandangnya diseret-seret terus dan dipencet saking gemesnya! Tu hamster bisa mati stress!&amp;nbsp;Joji juga nggak punya takut. Binatang apa aja dia samperin, termasuk tokek dan&amp;nbsp;tawon! Gue sempet panik gara2 dia ngejar tawon di halaman rumah, mau dipegang. Joji juga udah bisa ngikutin gerakan sholat, mengucapkan doa mau tidur dan doa sebelum makan, meskipun masih suka salah. Dia terbiasa mengucapkan assalamu'alaikum dan bismillah, juga masih suka banget nonton adzan maghrib di TV. &amp;nbsp;&lt;BR&gt;Joji udah sekolah di Kids Club, belajar berinteraksi dengan anak2 lain. Mula2 memang nggak berani masuk kelas, tapi karena ada Teteh Anka-nya, dia mau juga. Kesukaannya sekarang baca buku, coret2 (tembok!), naik motor2annya sambil pakai helm kecil, dan berenang. Hari Minggu depan ada acara arisan keluarga, diadain di kolam renang, sekalian saudara2nya yang kecil2 ikut berenang dan ikut makan cake ulang tahun. Pasti susah disuruh naik dari kolam! Nggak mau pakai pelampung pula!&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111776295967211493?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111776295967211493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111776295967211493' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111776295967211493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111776295967211493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/06/happy-birthday-joji.html' title='Happy Birthday Joji!'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111776147224696917</id><published>2005-06-03T08:14:00.000+07:00</published><updated>2005-06-03T08:17:52.250+07:00</updated><title type='text'>Apa Arti Seragam?</title><content type='html'>Mengingat-ingat zaman sekolah dulu… Gue paling takut kalau: lupa bawa dasi, topi dan lencana, pakai kaus kaki berwarna (misalnya kalau kehabisan kaus kaki putih gara-gara jemuran nggak kering), nggak pakai sepatu hitam selain hari Jumat, pakai perhiasan (selain anting) ke sekolah, membawa buku cerita atau kaset…and the list go on…karena sudah pasti kena HUKUM!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju seragam, artinya, semua murid tanpa kecuali harus memakai pakaian yg SAMA PERSIS. Warna, model, panjang rok, panjang celana, panjang kaus kaki, warna sepatu, warna kaus kaki, model kemeja, dll. Di sekolah gue dulu, bahkan rambut panjangpun tidak boleh digerai, harus diikat atau dikepang supaya tidak menghalangi mata. Sekarang? Kalau gue sedang berkendara dan melihat banyak anak sekolah melintas, ini yang gue amati: panjang rok aneka macam, model aneka macam, celana pendek bukan pendek tapi selutut, sepatu aneka model dan warna, kaus kaki bebas bergaya, cowok-cowok berambut gondrong, warna pakaian tidak dalam satu hue, model kemeja dari mulai yang sempit sampai susah nafas sampai yang gombrong seperti pakai karung, kadang-kadang sama sekali nggak dimasukkan ke dalam rok atau celana. MANA SERAGAMNYA???   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sekolah-sekolah sekarang membebaskan murid-muridnya untuk berekspresi dalam berpakaian dan berpenampilan? Boleh-boleh aja, tapi diluar jam sekolah dong. Buat apa dibikin seragam? Lebih baik sekalian seperti sekolah-sekolah negeri di Eropa atau Amerika, bebas! Beberapa sekolah swasta bergengsi gue liat masih ketat dalam mendisiplinkan seragam, tapi yang lain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah gue dulu juga murid-murid Muslim yang memilih mengenakan jilbab atau sekadar memakai rok dan lengan panjang, tentu saja diperkenankan. Tak ada larangan. Tapi semua dalam MODEL YANG SAMA. Bahkan jilbab tak boleh berwarna selain putih. Sekarang? Si A mengenakan rok panjang lipit sementara si B mengenakan rok panjang lurus. Si C mengenakan rok dengan rimpel sedangkan si D mengenakan rok kantung depan. Kelenger gue ngeliatnya. Dan dimana atribut sekolah? Topi? Dasi? Emblem? Gak ada, semua polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, seragam diberlakukan untuk mengatasi kesenjangan sosial. Supaya yang tak berduit bisa tampak sejajar dengan yang banyak duit. Dulu iya, semua sama meskipun ada yang lusuh dan ada yang tampak baru terus. Tapi tetap seragam. Sekarang semua anak berlomba memproklamirkan diri siapa yang paling keren. Kalau begitu, demi menghemat uang orang tua yang susah karena harus cari uang ekstra untuk seragam, kenapa nggak dibubarkan aja seragam-seragaman? Toh udah gak ada artinya lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111776147224696917?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111776147224696917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111776147224696917' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111776147224696917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111776147224696917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/06/apa-arti-seragam.html' title='Apa Arti Seragam?'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111771658954899590</id><published>2005-06-02T19:49:00.000+07:00</published><updated>2005-06-02T22:57:15.240+07:00</updated><title type='text'>The Tomb of Tutankhamen</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/tut-death-mask.jpg"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Tutankhamen Death Mask&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;The Tomb of Tutankhamen by Howard Carter&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;(A National Geographic Adventure Classic)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -36pt"&gt;National Geographic Society, 2003, 286 hal.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -36pt"&gt;QB World, Rp.154.000&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoBodyTextIndent style="MARGIN-LEFT: 0cm; TEXT-INDENT: 0cm"&gt; &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoBodyTextIndent&gt;Buku ini dipilih oleh National Geographic Adventure sebagai ?the greatest adventure book of all time?. Howard Carter (1873-1939) sampai sekarang dianggap seorang arkeolog terhebat sepanjang masa. Carter telah menemukan banyak artefak penting selama hidupnya di Mesir, termasuk artefak2 penting yang berasal dari Amarna Period, dimana ibukota Mesir kuno dipindahkan dari Thebes ke Amarna dimasa pemerintahan Akhenaten dan Nefertiti.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoBodyTextIndent style="MARGIN-LEFT: 0cm; TEXT-INDENT: 0cm"&gt;Tapi tentu saja penemuannya yang paling menghebohkan adalah makam Tutankhamen, seorang firaun ?tidak penting? yg di masa modern lebih dikenal daripada firaun2 hebat lainnya. Kenapa? Karena satu2nya makam firaun yg masih tertutup rapat, muminya masih terletak di dalam empat lapis sarcophagus-nya, tak tersentuh satupun manusia sejak ia dikuburkan 3000 tahun yg lalu, hanya Tutankhamen. Nama firaun ini ditemukan oleh Carter di reruntuhan Amarna, tapi makamnya belum pernah ditemukan siapapun. King Tut adalah penerus tahta Akhenaten, anaknya dari selir bernama Tiya. Tut menikah dengan Ankhesenamen, anak Akhenaten dengan istri resminya, Nefertiti. Carter berkeras untuk menggali di sepanjang Valley of the Kings, mencari dan mencari makam Tut. Bertahun-tahun usahanya sia2. Lord Carnarvon, penyandang dananya, memberikan ultimatum bahwa dia akan membiayai penggalian satu musim lagi. Setelah itu, mereka terpaksa menyerah. Sampai suatu hari dimana kehidupan Carter berubah drastis.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoBodyTextIndent style="MARGIN-LEFT: 0cm; TEXT-INDENT: 0cm"&gt;Pada tgl 4 November 1922 para pekerja yg disewa Carter menemukan tangga yg dipahat di tebing Valley of the Kings, jalan masuk ke sebuah makam. Carter segera menghubungi Lord Carnarvon, memintanya agar segera berangkat ke Mesir dari Inggris. Lord Carnarvon tiba di Alexandria tgl 20 Nov. Penggalian segera dimulai. Akhirnya, pada tgl 26 Nov 1922, Carter berhasil menyingkirkan reruntuhan di lorong masuk ke makam, menelusuri lorong yg gelap, menemukan tembok yg tertutup. Tembok ini diperkirakan menuju ruang Antechamber. Carter tidak berharap banyak, karena jelas terlihat bahwa tembok ini telah ditutup ulang, kesimpulannya, makam ini telah dirampok oleh pencuri2 kuno. Otoritas kala itu telah menutup makam kembali. Dugaan bahwa makam ini milik Tut diperkuat dengan adanya seal kerajaan di tembok yg bertuliskan Tutankhamen. Sedikit demi sedikit, Carter membongkar tembok. Akhirnya terdapat lubang cukup besar bagi Carter untuk mengintip ke dalam. Inilah kesan pertamanya melihat ke dalam makam:&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoBodyTextIndent style="MARGIN-LEFT: 0cm; TEXT-INDENT: 0cm"&gt;'At first I could see nothing, the hot air escaping from the chamber causing the candle flame to flicker, but presently, as my eyes grew accustomed to the light, details of the room within emerged slowly from the mist, strange animals, statues, and gold---everywhere the glint of gold. For the moment---an eternity it must have seemed to the others standing by---I was struck dumb with amazement, and when Lord Carnarvon, unable to stand the suspense any longer, inquired anxiuosly, "Can you see anything?" it was all I could do to get out the words, "Yes, wonderful things."' (hal.38)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoBodyTextIndent style="MARGIN-LEFT: 0cm; TEXT-INDENT: 0cm"&gt;Momen bersejarah ini pernah ditiru oleh Dr. Kent R. Weeks saat ia menemukan makam anak2 firaun Ramses II, saat mengintip melalui lubang kecil, temannya bertanya, "Can you see anything?" dan Weeks berkata, "Crap. Lots of crap." (dari buku The Lost Tomb by Kent R. Weeks, PhD.)&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoBodyTextIndent style="MARGIN-LEFT: 0cm; TEXT-INDENT: 0cm"&gt;Carter membutuhkan waktu 10 tahun untuk membersihkan, mengepak dan membuat katalog dari puluhan ribu benda berharga dari makam Tut. Sayangnya, Lord Carnarvon sendiri tak sempat melihat hasilnya. Ia meninggal tgl 5 April 1923 karena infeksi gigitan nyamuk, sebelum sempat burial chamber Tut dibuka. Carter menulis buku ini tahun 1923, memaparkan penemuannya dengan sedetail mungkin, meskipun beberapa kata masih dalam ejaan lama seperti ?connexion? dan ada beberapa istilah arkeologi yg tak familiar bagi orang awam. Meski begitu, kita tak harus mengerti arkeologi unutk memahami buku ini. Buku ini adalah buku petualangan, menjelaskan bagaimana seorang arkeolog bekerja (pada masa2 sebelum PD II) tanpa peralatan canggih seperti sekarang. Bahasanya cukup mudah dimengerti meskipun tidak menjanjikan jenis suspense seperti cerita Indiana Jones. &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoBodyTextIndent style="MARGIN-LEFT: 0cm; TEXT-INDENT: 0cm"&gt;King Tut masih merupakan misteri terbesar di dunia arkeologi. Apakah ia dubunuh? Kalau ya, oleh siapa? Apa penyebab kematiannya di usia muda (18/19 th)? Kemana istrinya dimakamkan? Mengapa selama ribuan tahun tak ada yg menemukan makamnya? Dengan keadaan makam yg masih intact (meskipun pernah dijarah pada zaman kuno, tapi para penjarah tak sempat mengambil banyak barang dan tak sempat membuka burial chambernya sebelum tertangkap oleh pihak berwajib), King Tut adalah ?the archeological find of a lifetime?.&lt;SPAN style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;&lt;SPAN style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoBodyTextIndent style="MARGIN-LEFT: 0cm; TEXT-INDENT: 0cm"&gt;&amp;nbsp;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111771658954899590?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111771658954899590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111771658954899590' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111771658954899590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111771658954899590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/06/tomb-of-tutankhamen.html' title='The Tomb of Tutankhamen'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111562387580370015</id><published>2005-05-09T14:24:00.000+07:00</published><updated>2005-05-09T14:31:15.823+07:00</updated><title type='text'>Nerjemahin? Emang gampang?</title><content type='html'>Gue menyukai profesi ini karena alasan bisa menyalurkan hobi membaca dan menulis dengan dibayar. Penerjemah bisa membaca sebuah buku lebih dulu sebelum terbit (di negara bersangkutan lho ya?). Nggak enaknya, kalau ada pembaca yang protes karena terjemahan kita tidak memuaskannya. Seorang penerjemah ternyata harus memiliki pengetahuan lumayan luas untuk gaya bahasa manapun. Hasilnya, bukan hanya sering buka kamus tapi juga buka esiklopedia. Contoh yang menyebalkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“It’s just a piece of cake!” diterjemahkan menjadi: “Ah, itu kan hanya sepotong kue!” Pembaca (atau dalam kasus ini penonton film yang mengerti bahasa Inggris tapi tak tahan untuk melirik subtitle) akan berteriak: “Goblok!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema juga terjadi jika suatu kata tidak ada padanannya sama sekali dengan bahasa Indonesia. Gue terpojok dengan kata ‘battlement’. Kalau tidak diterjemahkan dan hanya mencetak kata ‘battlement’ dengan huruf miring, pembaca yang tidak mengerti mungkin akan menganggap gue males buka kamus. Kalau diartikan sebagai ‘gardu jaga diatas benteng/menara’, mungkin pikiran mereka lain lagi: “Kayak apaan tuh?”. Untuk yang mengerti, ‘gardu jaga diatas benteng/menara’ seakan menjelaskan dengan kalimat panjang dan memprotes: “Kenapa sih gak dibiarin jadi ‘battlement’ aja, biar gak pusing?”. Well….  Menyenangkan sekian ribu manusia dengan pikiran berbeda itu mustahil dilakukan. Maka, keputusan gue serahkan ke editor…hehehehh (tertawa licik). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lagi jika kepentok dengan istilah yang sama sekali nggak dikenal disini. Salah satu buku yang gue terjemahin terdapat kata ‘Balck Maria’ di salah satu dialog. Setelah ngubek-ngubek Encyclopaedia Britannica, ternyata ‘Black Maria’ adalah sebutan bagi kendaraan polisi yang fungsinya untuk membawa tahanan. Kenapa ‘Balck Maria’? Intermezzo dikit…zaman dulu ada seorang Kepala Sekolah berasrama seorang wanita kulit hitam yang amat sangat bengis bernama Maria (terkenal dengan sebutan Black Maria) dan amat pandai sehingga polisi biasa meminta petunjuknya bila terbentur persoalan pelik mengenai kejahatan. So, tidak mungkin dialog itu gue terjemahin ‘mobil polisi yang berfungsi untuk membawa tahanan’, tapi tetap gue tulis Black Maria. Setelah itu, gue tambahin penjelasan apakah Balck Maria itu. Panjang kan? Gpp, honor bertambah…kikikik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi untuk pelesetan. Karena banyak bahasa Inggris yang penulisannya lain, pelafalannya sama dan artinya berbeda sama sekali, maka banyak jenis pelesetan yang bisa mereka buat. Sementara itu penerjemah narik-narik rambut. Terpaksa harus cari kata yang sama sekali beda dari teks aslinya demi mempertahankan unsur ke-pelesetan-nya. Dan kembali pembaca protes: “Lah, di buku aslinya gak ada nih kalimat/kata begini! Ngarang aja!” Sigh… Ini juga berlaku untuk sajak-sajak berima. Demi mempertahankan rima-nya, terpaksa banyak yang dibongkar-pasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, jika penerjemah diharuskan menulis terjemahan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, seringkali kepentok dengan thesaurus. Big, huge, humongous, large, mountanious, vast…and the list go on…hanya berarti: besar. Jadi banyak kalimat dari teks asli setelah diterjemahkan menjadi garing. Kamus Besar Bahasa Indonesia nggak terlalu membantu, karena satu kata hanya diberi penjelasan arti, bukan padanan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas penerjemah adalah untuk menyampaikan ide penulis kepada orang-orang yang tidak biasa berbahasa Inggris (atau bahasa-bahasa lainnya) agar mereka juga dapat menikmati karya sang pengarang. Tapi menurut gue sendiri, kalau kepingin mengetahui sedetil mungkin dan sebaik mungkin penyampaian sang pengarang, lebih baik belajar bahasa Inggris (atau bahasa-bahasa lainnya itu) dan baca versi aslinya sendiri. Seorang penerjemah adalah pengarang ‘tidak bebas’, yang berusaha menulis padanan kalimat sedekat mungkin dengan teks aslinya tapi menjadi enak dibaca dalam bahasa Indonesia. Sama seperti pengarang profesional, seorang penerjemah juga bisa mengalami ‘writer’s block’, dimana susunan vocabulary yang menumpuk rapi di kepala menjadi acak-acakan, dan membutuhkan kamus hanya untuk mengetahui arti dan padanan kata ‘eager’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa menerjemahkan buku bisa menghabiskan waktu gue berbulan-bulan? Selain karena punya kerjaan lain (mengurus anak, masak, melayani suami, dll), gue juga mengalami saat-saat dimana kamus gue menjerit-jerit karena dibolak-balik sepuluh kali hanya untuk menerjemahkan satu kalimat. Dalam usaha gue membuat kalimat ini tidak terdengar garing dan sama saja dengan kalimat-kalimat sebelumnya. Satu bab dalam satu hari? Itu prestasi buat gue.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Poppy&lt;br /&gt;http://peopleofthestars.blogspot.com&lt;br /&gt;http://indoharrypotter.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111562387580370015?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111562387580370015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111562387580370015' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111562387580370015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111562387580370015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/05/nerjemahin-emang-gampang.html' title='Nerjemahin? Emang gampang?'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111529174571680335</id><published>2005-05-05T18:13:00.000+07:00</published><updated>2005-05-05T18:15:45.740+07:00</updated><title type='text'>The Bartimaeus Trilogy</title><content type='html'>Satu lagi pengarang yang menulis tentang fantasi. Sejak booming Harry Potter banyak pembaca Indonesia yang ‘ngeh’ dengan genre satu ini. Sebetulnya sejak zaman dahulu kala banyak sekali pengarang yang menelurkan cerita-cerita fantasi seperti JRR Tolkien, Ursula K. LeGuin, Phillip Pullman, C.S. Lewis, bahkan Shakespeare. Jonathan Stroud adalah salah satu yang terbaru, meskipun The Bartimaeus Trilogy bukanlah karya-karya pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dalam waktu dekat Trilogi Bartimaeus akan dikeluarkan terjemahannya, menambah marak munculnya fiksi fantasi terjemahan setelah suksesnya Eragon karya Cristopher Paolini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Amulet of Samarkand by Jonathan Stroud (Buku Pertama Bartimaeus Trilogy)&lt;br /&gt;Miramax Books, 2003&lt;br /&gt;462 halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;London, Inggris. Seorang murid penyihir berusia sebelas tahun, Nathaniel, berusaha memanggil jin tingkat menengah yang bernama Bartimaeus. Bukannya tindakan ini tanpa resiko. Kalau ia tak melindungi dirinya dengan benar, menggambar pentacle dengan benar, merapalkan mantra dengan benar, maka jin itu dapat menelannya hidup-hidup. Nathaniel melakukan ini dengan sembunyi-sembuyi. Masternya, Arthur Underwood, tidak boleh tahu. Karena Nathaniel memanggil Bartimaeus untuk alasan tak terpuji: balas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nathaniel diambil oleh master penyihir Arthur Underwood ketika ia berusia lima tahun. Diharapkan untuk melupakan keluarganya, melupakan nama lahirnya dan melupakan semua yang pernah dialaminya sebelum itu. Dengan menjadi murid penyihir, masa depan Nathaniel telah diarahkan, untuk menjadi seorang penyihir andal dalam pemerintahan Inggris. Tapi Mr. Underwood bukanlah master yang dapat memenuhi hasrat Nathaniel untuk belajar menjadi penyihir andal. Masternya itu hanya penyihir kelas dua, yang menjadi bulan-bulanan rekan sekerjanya, terutama Simon Lovelace. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nathaniel pernah dipermalukan oleh Lovelace dan ia memendam dendam kepada penyihir jagoan itu. Ketika Nathaniel secara tak sengaja mengetahui bahwa Lovelace telah mencuri properti milik pemerintah yang amat berharga, Amulet Samarkand, ia mulai memintal rencana untuk menjatuhkan Lovelace. Tapi ia butuh bantuan. Bartimaeus, sesosok jin berusia lima ribu tahun, yang dipilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘“I am Bartimaeus! I am Sakhr al-Jinni, N’gorso the Mighty, and the Serpent of Siver Plumes! I have rebuilt the walls of Uruk, Karnak, and Prague. I have spoken with Solomon. I have run with the buffalo fathers of the plains. I have watched over Old Zimbabwe till the stones fell and the jackals fed to its people. I am Bartimaeus! I recognise no master. So I charge you in turn, boy. Who are you to summon me?”&lt;br /&gt; Impressive stuff, eh? All true as well, which gives it more power. And I wasn’t just doing it to sound big. I rather hoped the kid would be blustered by it into telling me his name in return, which would give me something to go on when his back was turned. But no luck there.’ (hal.6) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bartimaeus ternyata bukan seperti jin kebanyakan. Ia sok, tengil dan konyol. Tapi berkat kecerdikan dan kepandaian Nathaniel, jin itu terpaksa mengikuti perintahnya. Mereka akhirnya bahu-membahu berusaha membeberkan niat Lovelace menggulingkan pemerintahan yang sah. Kerumitan ditambah karena ada sekelompok commoner (orang-orang non-penyihir) yang memberontak terhadap pemerintahan yang dikuasai penyihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nathaniel dan Bartimaeus berjuang untuk menghentikan Lovelace setelah perbuatan penyihir itu mengakibatkan terbunuhnya Mr. Underwood dan istrinya. Nathaniel karena dipenuhi rasa dendam, Bartimaeus karena terikat dengan perintah ‘anak bau kencur’ itu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Golem’s Eye by Jonathan Stroud (Buku Kedua Bartimaeus Trilogy)&lt;br /&gt;Miramax Books, 2004&lt;br /&gt;562 halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bartimaeus the cocky djinni’s back! Cerita ini melanjutkan kisah Nathaniel, si penyihir belia, dan budaknya, Bartimaeus, si jin kocak yang tengil. Nathaniel, yang telah mendapatkan nama resmi penyihirnya: John Mandrake, telah manjadi seorang penyihir muda yang andal kesayangan Perdana Menteri Inggris. Setelah kematian master terdahulunya, dia kini menjadi murid seorang penyihir tersohor Jessica Whitwell. Whitwell menyadari potensi Nat yang meskipun masih muda (14 tahun) tapi calon berkuasa dan menempatkannya sebagai asisten menteri urusan dalam negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris sedang dalam keadaan perang dengan Amerika, berusaha menguasai sekian banyak negara-negara di dunia untuk menjadi jajahannya. Para penyihir yang berkuasa tak puas hanya memimpin satu negara saja. Inggris yang merupakan negara penyihir terbesar dan terkuat di dunia berusaha melebarkan sayapnya kemana-mana. Tapi bukan tanpa perlawanan. Di dalam negeri sendiri ada sebuah kelompok misterius bernama Resistance, terdiri dari beberapa orang commoner yang memberontak pada kekuasaan para penyihir yang mutlak. Nat ditugaskan untuk membasmi mereka. Tapi ternyata tugas ini tidak mudah sama sekali. Selain serangan-serangan yang dilakukan oleh Resistance, ternyata ada serangan lain yang lebih merusak yang hanya dapat dilakukan oleh penyihir juga. Berarti ada kekuatan lain selain Resistance yang berusaha menggulingkan pemerintahan PM sekarang. Dan musuh ini adalah sesama penyihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan putus asa, ditekan dari segala arah oleh orang-orang di pemerintahan yang memandang rendah padanya, ditekan oleh kepercayaan sang PM pada dirinya, dan ditekan oleh masternya sendiri yang tak ingin dipermalukan, Nat akhirnya memberanikan diri memanggil jin yang sifat dan kekuatannya telah diketahuinya dengan baik. Bartimaeus. Apa pendapat Bartimaeus begitu tahu dia dipanggil lagi oleh ‘anak bau kencur’ ini? Ini saat dia muncul karena namanya dipanggil dari Dunia Lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘It was a snappy piece of work, if I say so myself. A large iridicent bubble, glimmering all over with a pearly sheen, rotated in mid-air. Soft fragrances of aromatic woods drifted forth, with---faintly, as if born from a great distance---the ethereal music of harps and violins. Inside the bubble, with little round spectacles perched upon her shapely nose, sat a beautiful maiden. She peered calmly out.&lt;br /&gt; And let off a cry of astonished fury.&lt;br /&gt; “You!”&lt;br /&gt; “Now hold on, Bartimaeus---“&lt;br /&gt; “You!” The ethereal music cut off with an unpleasant squelch; the soft aromatic fragrances turned rank and sour. The beautiful maiden’s face grew crimson, her eyes bulged like a pair of poached eggs; the glass in the spectacles cracked...’ (hal.110-111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, so much for Natty boy. Bartimaeus sama sekali tidak gembira berjumpa dengannya lagi. Tapi seperti biasa Nat berhasil ‘membujuk’nya untuk mematuhi perintahnya. Dengan bantuan Bartimaeus, Nat berharap dapat membekuk pemimpin Resistance, mengetahui siapa penyihir yang berencana menggulingkan pemerintahan, dan mendapatkan pujian serta jalan mulus menuju kejayaan. Noooot that easy. Orang2 di pemerintahan tak ada yang percaya padanya ketika Bartimaeus mengetahui bahwa yang menimbulkan kerusakan parah pada properti pemerintah adalah sebuah makhluk bernama Golem (makhluk jadi-jadian yang dikuasai oleh perintah sihir) karena mereka menolak kenyataan bahwa ada diantara mereka yang berkhianat. Akhirnya mereka malah menuduh Nat membantu Resistance dengan kemampuan sihirnya untuk mencapai puncak karier dan menggulingkan PM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kitty, salah seorang anggota Resistance yang pernah bertemu dengan Nat di buku pertama, muncul sebagai salah satu pemeran penting di buku kedua ini. Latar belakang Kitty yang membenci penyihir dibeberkan. Kitty dan Nat akhirnya bertemu kembali, dan disini diceritakan bahwa Kitty adalah salah satu commoner yang tubuhnya memiliki pertahanan terhadap serangan magis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas yang diemban Nat mengharuskannya pergi ke Praha, dimana dicurigai masih ada penyihir yang tahu cara memasukkan mantra kuno ke dalam mulut Golem agar mematuhi perintah. Nat harus bertemu dengan informan Inggris disana, menyamar sebagai commoner, karena Cheko masih mendendam atas digulingkannya pemerintahan mereka oleh Inggris. Sementara berusaha bertemu dengan informan ini, ternyata ada yang telah mengetahui Nat berangkat ke Praha dan memberikan tip pada polisi disana agar menangkap Nat serta Bartimaeus. Serangan polisi terhadap mereka terjadi di sebuah taman saat Nat sedang membeli hotdog. Mereka terpaksa kabur sambil Nat masih memegangi hotdog yang dibelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘It was at this point that I realized the boy was still holding his hotdog. It was looking a trifle forlorn after its adventure, the sauerkraut having been largely replaced by a scrummy coating of plaster, splinters of wood, broken glass and flower petals. The boy was staring at it intently.&lt;br /&gt; “Look, I know you’re hungry,” I said, “but it’s going a bit far. Let me find you a burger or something.”&lt;br /&gt; The boy shook his head. With dusty fingers he prised apart the bread. “This,” he said slowly, “is what Harlequin promised us. Our next contact in Prague.”&lt;br /&gt; “A sausage?”&lt;br /&gt; “No, you fool. This…” From underneath the hotdog he drew out a small piece of card, somewhat bent and ketchup stained…’ (hal.314)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perjalanannya ke Praha, Nat mengetahui bahwa si pengontrol Golem itu adalah seseorang yang berkedudukan tinggi di Inggris. Dia memaksa seorang penyihir Cheko untuk menuliskan mantranya dengan darahnya sendiri, dan orang suruhan si penyihir pengkhianat ini tak lain dan tak bukan adalah orang suruhan Simon Lovelace yang dulu pernah bertarung dengannya (well, dengan Bartimaeus tepatnya), musuh lamanya yang pernah juga berniat menggulingkan pemerintahan yang sekarang. Dan dari si orang suruhan itu (yang tampaknya tahan banting didera berbagai jenis serangan sihir), Nat mengetahui bahwa Lovelace pun sebenarnya boneka, alat bagi si pengkhianat ini untuk mencapai tujuannya. Dengan matinya Lovelace di buku pertama, penyihir yang belum diketahui identitasnya ini mulai beraksi lagi dengan cara baru, dan tampaknya menyeret Resistance untuk melaksanakan sebagian keinginannya dengan cara mengelabui mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi di buku ini terungkap bahwa bukan kebetulan saja ada serangan dari penyihir dan Resistance pada pemerintah. Dan Nat berusaha untuk menyatukan potongan-potongan puzzle yang berserakan untuk mengetahui siapa sebenarnya si penyihir pengkhianat, sekaligus membekuk para anggota Resistance yang tanpa sadar telah dijadikan alat.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini tidak mengungkapkan hitam dan putih, si jahat dan si baik. Kadang-kadang kita kepingin Nathaniel memenangkan peperangannya, tapi dilihat dari sifatnya yang sombong, ambisius dan merendahkan kaum commoner, kita kepingin Kitty-lah yang memenangkan peperangan. Sementara sifat gegabah dan pengetahuan Kitty yang nol tentang dunia sihir membuat kita gemas. London di dunia Nathaniel bukanlah seperti London di dunia Harry Potter. Jika buku Harry Potter menyebutkan bahwa seorang penyihir lahir sebagai penyihir, maka buku ini menyatakan bahwa penyihir adalah orang biasa yang belajar menyihir. Tapi bukan benar-benar menyihir. Mereka mendapatkan kekuatan dari segala makhluk halus yang mereka panggil. Jadi penyihir adalah orang yang dapat membuat pentacle dengan akurat, membaca mantra dengan akurat, memanggil dan mengikat makhluk halus (imp, foliot, jin, afrit, marid, you name it) untuk mematuhi perintah mereka. Para makhluk halus inilah yang bekerja full time untuk mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di buku Harry Potter disebutkan bahwa para muggle tidak hidup berdampingan dan menyadari sepenuhnya kehadiran para penyihir, di buku ini sebaliknya. Dunia dikuasai oleh penyihir, karena mereka memiliki kekuatan yang tidak dimiliki para commoner. Mereka haus kekuasaan, memperlakukan commoner secara semena-mena, merajalela. Hanya sedikit saja penyihir (menurut Bartimaeus yang telah malang melintang selama lima ribu tahun berganti-ganti master) yang benar-benar baik hati, yang memikirkan orang lain, dan yang memperlakukan jin yang mereka panggil dengan hormat. Selebihnya sama saja. Manusia haus darah yang berusaha menguasai dunia dengan bantuan makhluk halus. Bartimaeus pernah berpikir mungkin Nathaniel bakal berakhir tidak seperti penyihir kebanyakan, tapi sepertinya dia salah. Baru 14 tahun dan Nat sudah mulai terlihat ambisius dan berlagak jagoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para makhluk halus menghibur diri dengan memanas-manasi master mereka, membuat mereka saling mencekik dan saling baku hantam. Sementara itu para makhluk halus ini menajamkan mata dan telinga untuk melihat kesempatan sekecil apapun untuk melepaskan diri dari jeratan perintah-perintah master mereka, biasanya dengan cara membunuh mereka, atau mendorong penyihir lain untuk membunuh mereka. Scary, eh? Maka, para penyihir ini dikategorikan orang-orang yang ‘sell their souls to the devil’ untuk mendapatkan kekuasaan, yang hidup dalam kesiagaan penuh agar mata mereka tak tercungkil. Hanya satu penyihir yang pernah disayangi Bartimaeus. Dia adalah Ptolemy, raja Mesir yang digulingkan kakaknya sendiri, Cleopatra. Apakah Nathaniel akan menjadi penyihir kedua yang bisa menjadi sahabat Bartimaeus? Atau akan berakhir dicekik oleh budaknya sendiri? We’re going to find that out in book three, yang akan dirilis akhir tahun 2005 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturan Bartimaeus yang kocak dan penuh catatan kaki membuat buku ini berkategori fantasy-action-comedy. Meskipun target pembaca adalah young adult, tapi orang-orang dewasa dapat menikmati buku ini sebagai bacaan yang ringan dan amat menghibur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111529174571680335?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111529174571680335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111529174571680335' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111529174571680335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111529174571680335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/05/bartimaeus-trilogy.html' title='The Bartimaeus Trilogy'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111528762215617543</id><published>2005-05-05T16:59:00.000+07:00</published><updated>2005-05-05T17:07:02.163+07:00</updated><title type='text'>Nyapih</title><content type='html'>Oh my God! Penderitaan selama tiga hari ini bener2 bikin gue sakit badan. Karena udah mau dua tahun Joji terpaksa disapih. Hari pertama ngadat nggak berhenti2. Akhirnya ketiduran karena capek nangis terus. Hari kedua lebih parah lagi, saking sakaw-nya sape jerit2. Hari ketiga mulai docile, gue tidur di kamar belakang sementara Joji sama ayahnya. Sukses cuma bangun sekali, terus lelap sampe pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, Joji udah gak sering inget nenen, bundanya meriang! Jangankan ngangkat2 Joji, ngangkat tangan aja sakit! Sampe ke dokter minta obat buat berhentiin produksi ASI. Udah dua hari nih gak nyisir, soalnya nyisir pakai tangan kiri percuma, pake tangan kanan gak mampu...hehehe! Jangan kaget kalo liat gue ternyata rambut udah agak2 gimbal gitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak bisa tidur...masuk angin...mata sepet...badan sakit... Kalo gak begini gak ngerasain jadi ibu dong!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111528762215617543?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111528762215617543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111528762215617543' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111528762215617543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111528762215617543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/05/nyapih.html' title='Nyapih'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111486719959294319</id><published>2005-04-30T20:16:00.000+07:00</published><updated>2005-04-30T20:19:59.596+07:00</updated><title type='text'>Garden Wedding</title><content type='html'>Hari minggu yg cerah, langit biru tanpa awan. Rombongan keluarga pengantin telah tiba di tempat resepsi. Meja akad nikah telah disiapkan di tengah-tengah Taman Bhinneka, Kebun Raya Bogor. Meja itu tersampir kain satin putih, diatasnya terdapat rangkaian bunga lili putih yang indah. Sang Penghulu telah siap di sisi meja, mengenakan setelan terbaiknya. Ia melihat suasana sekeliling, memandang keindahan tempat resepsi. Mempelai pria telah siap di sisi meja akad nikah, mengenakan setelan biru muda, peci hitam dan kain songket biru tua berhiaskan benang perak. Ia berdiri gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua buah meja bundar berlapis satin putih ditempatkan di salah satu sisi taman, untuk kemudian ditempati oleh kedua mempelai dan orang tua mereka. Rangkaian bunga lili dan mawar merah menghias kedua meja itu, membuatnya tampak mewah dan kontras sekali dengan taplak putihnya. Diatas kedua meja dibentangkan dua buah payung besar, melindungi meja dari sinar matahari. Di tiga sisi taman terbentang terpal yang melindungi deretan bangku untuk tamu dan meja prasmanan. Hidangan telah tersedia, aromanya tercium dibawa angin sampai jauh ke dalam Kebun Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman dengan bunga-bunganya yang indah menambah semarak tempat resepsi. Pepohonan rindang membatasi sisi-sisi taman. Di kedua sisi jalan masuk taman berdiri pot-pot tinggi berisi rangkaian bunga aneka warna, tiang-tiangnya yang dari besi tempa berulir dirambati oleh daun ivy yang hijau. Suasana sungguh seperti negeri dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu tidak banyak, kedua mempelai hanya mengundang sanak saudara dan teman terdekat, membuat suasana menjadi akrab. Empat orang petugas penerima tamu siap berdiri di dua buah meja panjang di sisi jalan menuju taman, tersenyum cerah mengenakan kebaya biru muda, bersanggul cempol dengan bunga lili putih menghias rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan pengantin datang. Sebuah mobil mewah berhenti di muka jalan menuju taman. Pintunya segera dibuka oleh petugas keamanan pesta. Mempelai wanita turun. Semua mata memandangnya, mengagumi kecantikannya. Ia mengenakan kebaya putih dengan bordir berbunga-bunga dan kerah tinggi, panjangnya hingga menyapu lantai. Kain songket biru berhiaskan benang perak tampak gemerlap ditimpa sinar matahari. Ujung sepatunya yang runcing menyembul dari balik kainnya. Rambutnya disanggul lepas, terjumbai di punggung. Rangkaian melati teruntai hingga ke dadanya yang sedikit terbuka, menebarkan semerbak khas seorang pengantin. Ia membawa buket bunga lili besar di tangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang tua mempelai wanita mengapitnya, mengiringinya masuk ke taman. Diiringi shalawat Nabi dari sound system besar di sisi taman, pengantin wanita dan orang tuanya berjalan perlahan menuju meja akad nikah. Semua orang tersenyum. Juru foto mulai melancarkan aksinya, mengikuti langkah mempelai wanita. Di belakang pengantin berjalan kerabat kandungnya, berdandan amat tampan dan cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang mempelai wanita tiba dan duduk di meja akad nikah, mempelai pria duduk di sampingnya. Ayah sang mempelai wanita menempatkan diri di hadapan calon menantunya. Hari ini ia akan melepaskan anak gadisnya pergi, mempercayakannya kepada seorang pemuda yang akan menjadi suaminya sebentar lagi. Sang mempelai wanita menatap ayahnya, ia sudah bukan gadis kecilnya lagi. Ia akan menjadi seorang istri, bukan lagi milik orang tuanya. Tenggorokannya tercekat. Seseorang membentangkan sebuah selendang sutra putih diatas kepala kedua mempelai. Air mata mulai menggenang di pelupuk Ibu mempelai wanita yang segera dituntun menuju bangku kehormatan di belakang meja akad nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang sepupu mempelai wanita menghampiri meja akad dengan membawa sebuah baki emas berisi cincin kawin dan mas kawin. Ia berdiri di samping penghulu menunggu saatnya memberikan cincin kepada kedua mempelai. Acarapun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad nikah berlangsung amat lancar. Semua terharu, semua menitikkan air mata. Setelah acara sungkeman selesai (yang mengharu-biru karena penuh dengan isak tangis), kedua mempelai dibawa ke meja bundar untuk kemudian menerima ucapan selamat dari para kerabat dan teman dekat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik membahana. Tamu-tamu mulai mengerubungi meja prasmanan. Semilir angin berhembus menyejukkan suasana. Juru foto berkeliaran kesana-kemari mengambil gambar-gambar, sambil membuat catatan dalam hati tempat mana saja yang paling indah untuk kedua pengantin nanti berpose. Dibawah pohon kenari besar, di samping rimbunan bunga beraneka warna, di pinggir kolam taman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua mempelai menebarkan senyum bahagia, menatap indahnya hari pernikahan mereka, diiringi musik lembut dan nyanyian burung. Suara gelak tawa para kerabat membuat suasana semakin meriah. Tiba-tiba terdengar suara pekikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Divaaaaa! Jangan main dekat kolam…” BYURRR!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku gelagapan. Gelagapan? Siapa sih sebetulnya yang tercebur? Tiba-tiba terdengar suara keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“De! Bangun woi! Mo kerja gak lo? Udah siang tau! Lo tidur nyenyak banget sambil senyum-senyum, sambil gidek-gidek…gue kira lo terserang ayan, makanya lo gue siram pake air segelas!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngimpi? Ngimpi? Dan sekujur tubuh basah begini disiram air? Zialaaaaaaaaaaan!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111486719959294319?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111486719959294319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111486719959294319' title='25 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111486719959294319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111486719959294319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/04/garden-wedding.html' title='Garden Wedding'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111423316088725976</id><published>2005-04-23T10:37:00.000+07:00</published><updated>2005-04-23T12:12:40.893+07:00</updated><title type='text'>Akademos: sastra atau...?</title><content type='html'>Gue post di milis ResensiBuku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akademos by Bagus Takwin&lt;br /&gt;Jalasutra, 2003&lt;br /&gt;368 hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah! Bingung banget ngeresensiin buku ini. Dan kayaknya postingan ini kepaksa jadi gondrong banget. Mohon maaf sebelumnya. Bagus Takwin adalah dosen UI fakultas psikologi, jadi ceritanya gak jauh2 dari UI dan fak psikologi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinopsis:&lt;br /&gt;Seorang pemuda bernama Didit diterima di UI fakultas psikologi. Tapi bukannya tanpa tarik urat sama bapaknya yg pengen dia ambil jurusan teknik atau ekonomi yg katanya masa depan lebih menjanjikan. Didit menang melawan bapaknya dan tetep keukeuh masuk psikologi. Akhirnya si bapak nyerah dan malah bikin syukuran setelah anaknya keterima di ‘negeri’. Bangga anaknya menyandang predikat mahasiswa UI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampus Didit bertemu Andin, kakak kelasnya, dan jatuh cinta. Andin memperkenalkannya kepada dunia sastra. Akhirnya putus karena Andin ternyata sudah dijodohkan. Setelah itu bertemu Rosa, adik kelas dan jadian lagi. Rosa memperkenalkannya pada dunia glamor dan kontemporer sampai dunia masakan. Akhirnya putus juga karena masalah perbedaan agama. Kemudian jadian lagi sama Ranti sampai akhirnya ditinggal ke luar negeri sama ceweknya ini. Didit kenal pikiran aliran kiri dari Ranti. Mereka gak putus, tapi gak disebutin juga apakah terus nyambung cinta jarak jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan2 Didit sebagai mahasiswa juga dipaparkan, tapi buku ini lebih menceritakan tentang pergulatan batin Didit sendiri. Dari yg ikut2an demonstrasi sampai akhirnya meyakini bahwa mahasiswa memang perlu demonstrasi untuk menuntut turunnya Soeharto. Sampai pernah digebukin tentara dan masuk penjara segala. Udah, gitu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata saya:&lt;br /&gt;Didit ini sial banget deh! Waktu SMU ditinggal pacar ke luar negeri, sama Andin kepentok perjodohan, sama Rosa kepentok agama, dan ceweknya terakhir---Ranti---kejiwaan! Kasian amat… Dan karakter Didit ini digambarkan sebagai cowok yg ngikut aja kemana angin bertiup. Pacaran sama Andin jadi suka sastra, pacaran sama Rosa jadi suka café dan makanan barat, pacaran sama Ranti jadi filsuf. Demonstrasi juga ngikut2 doang tanpa tahu tujuannya apa. Dari awal sampe akhir Didit ini diceritakan mencari ‘jati diri’ dan nggak nemu2 sampe kalimat terakhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg bikin saya mengerutkan kening, waktu naksir Andin sepertinya Didit susaaaaah banget mau pedekate, gak pede dan malu2.  Eh, begitu Andin ngajak ngobrol, jadiannya zelebret! Kaya kesamber geledek. Gak pake usaha banyak. Tapi putusnya….ya ampuuuun, berbab-bab jadi melankolis banget! Kalo gue ketemu cowok kaya gini udah gue injek2! Dan karakter Andin yg kelihatannya dari awal oke2 aja, pas terakhirnya tiba2 dikasih tau bahwa cewek ini seperti punya rahasia dari Didit. Lah, kok baru diceritain belakangan? Gak ada tanda2 sama sekali dari awal. Ternyata ngumpetin kenyataan bahwa dia udah dijodohin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama Rosa begitu lagi. Setelah putus tiba2 jadi penyair. Sama Ranti, meskipun gak ada kata putus, malah mengalihkan perhatian dari rasa kangen dengan ikut2an demo mahasiswa. Padahal ngerti juga kagak. Ni orang kok kalo putus sedihnya kaya ditinggal mati tapi kok cepet banget dapetin cewek baru, dengan amat mudah, dengan segera melupakan cewek2nya terdahulu. Memang dikisahkan cewek2nya berkarakter beda sama sekali. Tapi kalo ada orang yg melankolisnya kaya Didit begini, kayanya susah deh ngelupain cewek2nya yg dulu.  Pengalaman pribadi saya memperhatikan sepupu yg cinta mati..ti..ti sama ceweknya dan putus sampe akhirnya bertahun-tahun ngejomblo sampe nekat ikut maskapai pelayaran pesiar biar gak nginjek tanah kali tuh! Dan akhirnya putus juga sama ceweknya yg terakhir karena dia ternyata masih aja nyimpen foto ceweknya yg dulu. Pengen jitak rasanya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gak banyak baca sastra. Tapi di buku ini ada beberapa pengarang yg digolongkan pengarang sastra sama Pak Bagus. Shakespeare, Hemingway, Dickens, Bronte bersaudara, sajak Beowulf, dongeng Gawain the Green Knight, George Eliot, Pramoedya, Virginia Woolf, Sapardi Djoko Darmono, dll. Saya sudah baca hampir semua karya pengarang2 diatas. Berarti saya juga baca sastra kan? Tapi bukunya Pak Bagus ini juga digolongkan sastra, dan saya sama sekali gak ngerti! Betulan! Mungkin otak saya belum nyampe ya? Masalahnya, dalam satu kalimat aja sepertinya saya harus buka Kamus Besar Bahasa Indonesia berkali-kali. Dan sebetulnya ceritanya sederhana saja, cuma cara penyampaiannya kayaknya plin-plan. Ini mo jadi sastra berat yg bersajak-sajak atau mau jadi novel pop sih? Pergulatan benak Didit digambarkan amat sangat melankolis dan cheesy! The ultimate cheesyness! Muter2 gak keruan disitu-situ aja. Jadi inget waktu saya baca The Picture of Dorian Gray yg mendeskripsikan sebuah benda aja butuh dua halaman lebih! (Oh My God Oh My Lord! Get on with the story puh-leeeze!!). Tapi sebagian lagi dituturkan dengan gaya pop yang gaul. Saya jadi mikir ini novel digolongin ke jenis apa? Kalo denger musik, sepertinya mirip sama Josh Groban atau Vanessa Mae: disebut klasik kok pop? Disebut pop kok kalsik? Nah lo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambah bingung lagi, kadang2 penuturannya orang pertama ‘aku’, kadang2 jadi orang ketiga ‘dia’, kadang2 malah orang lain yg bertutur, ‘saya’ bisa berubah jadi ‘aku’ dalam satu kalimat. Sepertinya Pak Bagus ini pinter banget, berpengetahuan luas dan isi benaknya tumpang tindih gak keruan, dan semua isi kepalanya dia mau tumpahin ke satu buku ini. Jadinya cerita terpotong-potong sama beberapa artikel tentang sastra, pengarang2 buku, penyanyi, lagu2 (blues dan oldies terutama), sepak bola, sampe resep masakan! Buset! Ngerti gak kalo saya menjabarkannya seperti ini: ada sebuah meja bujur sangkar yg dijatuhkan dari gedung lantai lima, pyarr! Gdubrak! Berantakan. Harus disatuin lagi dan berhasil, tapi kok…jadi segiempat? Gpp lah, yg penting jadi meja. Gitu loooh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Didit menjabarkan karya2 Pramoedya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pram menyampaikan cerita dengan gaya memikat. Bahasanya sederhana, teknik, dan alur cerita terkesan populer, mengalir saja, namun isinya padat dan punya bobot. Muatan psikologis, sosiologis, politis, antropologis, bahkan filosofis cukup kental disana. Hebatnya, muatan2 itu tidak membebani cerita, tidak memusingkan pembaca, tidak menggurui, dan tidak menghambat tampilnya keindahan dalam roman itu. (hal. 311)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju banget! Tapi kalo baca bukunya Pak Bagus ini sendiri, silinder saya kayanya nambah dan warung deket rumah diuntungkan karena tiba2 saya butuh panadol. Saya baca buku ini dengan cepat bukan karena saking tertariknya sehingga gak bisa diletakkan, tapi karena saya bacanya brat-bret ngebut karena kebanyakan isi kalimat2nya saya gak ngerti sama sekali! Bener2 saya belum siap baca sastra jenis mendayu-dayu seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin seperti kata seorang penulis muda, saya ini ‘mentalnya terjajah’ sama buatan luar negeri. Saya akui saja memang benar kok. Masalahnya, saya baca Shakespeare yg amit2 cheesy-nya gak terlalu bingung. Bahasanya memang minta ampun bikin orang mau bunuh diri aja, tapi kok kayanya enak2 aja. Tapi kalo baca buku dalam bahasa Indonesia DAN membutuhkan kamus, waduh… saya jadi merasa tolol setengah mati. Saya baca kok Pramoedya, Ayu Utami, Sapardi Djoko Darmono, NH Dini, dll. Tapi gak ada yg sepuyeng baca bukunya Pak Bagus ini. Kalau saya ketemu makhluk seperti tokoh Didit di cerita ini, sudah saya sambit pake sendal jepit. Makanya kali saya bukan orang yg cocok bergaul sama sastrawan njelimet dan penyair2 melankolis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yg tertarik dengan dunia filosofis dan psikologis, buku ini boleh deh dibaca. Dari awal sampe akhir penuuuuuh banget muatan filosofis dan psikologisnya. Tapi kalau seperti saya yg suka dengan cerita mengalir dan bahasa yang meskipun baku tapi enak dibaca, mendingan baca Pramoedya aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiuh! Gondrong banget ya? Kalo tulisan ini nyampe ke tangan Pak Bagus Takwin, saya minta maaf. Saya nggak mudeng sama tulisannya. Otak saya belum sampe. Atau mungkin memang bukan selera saya aja. Tapi saya suka sama artikel2nya yg membahas tentang sastra karena saya juga penggemar karya2 klasik. Perbedaannya, saya hanya penikmat sastra, Pak Bagus langsung terjun di dalamnya dan tanpa tanggung2….berat euy!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111423316088725976?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111423316088725976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111423316088725976' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111423316088725976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111423316088725976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/04/akademos-sastra-atau.html' title='Akademos: sastra atau...?'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111408739859244068</id><published>2005-04-21T19:43:00.000+07:00</published><updated>2005-04-21T19:43:18.593+07:00</updated><title type='text'>Joji di Taman Safari</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/TS3.jpg" style="HEIGHT: 334px; WIDTH: 395px"&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/TS2.jpg" style="HEIGHT: 456px; WIDTH: 282px"&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/TS1.jpg" style="HEIGHT: 424px; WIDTH: 282px"&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Bawa Joji ke Taman Safari badan jadi rontok....gak bisa diem banget! Pengen bawa pulang anak macan pula!&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111408739859244068?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111408739859244068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111408739859244068' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111408739859244068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111408739859244068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/04/joji-di-taman-safari.html' title='Joji di Taman Safari'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111328504387956460</id><published>2005-04-12T12:50:00.000+07:00</published><updated>2005-04-12T12:50:43.880+07:00</updated><title type='text'>Why Are Tolkien's Elves Tall?</title><content type='html'>&lt;P&gt;&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/arwen.jpg"&gt;&lt;BR&gt;&lt;FONT face="Times New Roman, Times, serif"&gt;Jika pengalaman pertamamu mengenal Tolkien adalah dari film LOTR, mungkin kamu bertanya-tanya mengapa para elf bertubuh tinggi. Mereka bahkan lebih tinggi daripada manusia. Tapi bukankah seharusnya mereka lebih kecil daripada hobbit? Kita membayangkan elf adalah orang2 kecil, seperti fairy: makhluk mungil yang tinggal di dunia magis. Mereka tidak seperti&amp;nbsp;makhluk2 di LOTR: bertubuh tinggi dan amat bijaksana, dikagumi oleh nyaris semua ras yang lain. Jadi mengapa Tolkien menyebut karakter2nya ini 'elf'?&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Sebetulnya, Tolkien mengikuti tradisi yang telah berjalan sejak lama sekali. Sebelum elf dan fairy menjadi makhluk2 kecil, wujud mereka dikenal seperti elf di Middle Earth. Elf Tolkien mengikuti legenda Norse (Norwegia/Scandinavia). Seperti yang dikatakan seorang penulis, elf dari Norse 'lebih rendah daripada dewa, tapi tetap memiliki kekuatan besar'. Beberapa 'amat putih bersinar, lebih terang daripada matahari'.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Mitologi Celtic, yang mungkin saja merupakan akar dari legenda Norse, juga mempengaruhi Tolkien. Elf-nya mirip dengan Tuatha De Danaan (People of the Goddess Danu), yang dikatakan mendarat di Irlandia sebelum manusia. Keturunan Tuatha De Danaan, yang dikenal sebagai Sidhe, juga mirip seperti makhluk2 bijaksananya Tolkien. Kedua ras Celtic ini, seperti elf dari Norse, berperan dalam beberapa agama: makhluk2 yang lebih mulia daripada manusia, tapi bukan dewa. Meski demikian,&amp;nbsp;pengaruh mereka lenyap begitu dikenal agama baru.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;Honey, I Shrunk The Elves!&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Saat sebagian besar masyarakat Eropa menganut Kristen, orang2 berhenti mempercayai bahwa ada makhluk lain yang tingkatannya berada diantara manusia dan Tuhan. Cerita2 tentang elf yang powerful dan fairy disingkirkan. Dalam &lt;EM&gt;The Canterbuty Tales&lt;/EM&gt;-nya Geoffrey Chauser, yang ditulis pada tahun 1300-an, seorang karakter berkata, dengan&amp;nbsp;penyesalan: &lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;EM&gt;All this land was filled with fairies&lt;BR&gt;The elf-queen, with her jolly company&lt;BR&gt;Danced often in many a green meadow...&lt;BR&gt;I speak for many hundreds of years ago.&lt;BR&gt;Now because of the great charity and prayers&lt;BR&gt;Of the holy friars, there are no elves to be seen.&lt;/EM&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Meski demikian, ide tentang makhluk2 magis tak menghilang begitu saja. Seiring waktu, elf dan fairy&amp;nbsp;dihubungkan dengan hal2 yang lebih kecil---hal2 yang membingungkan, tapi tak terlalu penting bagi Tuhan. Mereka menjadi &lt;EM&gt;house spirit&lt;/EM&gt;: makhluk2 yang disalahkan jika ada sebuah piring yang pecah secara misterius, atau yang diberi terima kasih jika terjadi keberuntungan mendadak.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Begitulah elf digambarkan di akhir tahun 1500-an, saat sebuah karya dari seorang penulis memastikan keberadaan mereka tak terlupakan.&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;The Hobgoblins Of Little Minds&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Sebetulnya Tolkien menyalahkan William Shakespeare karena menciptakan elf dan fairy yang konyol sebagai bagian dari literatur. Adilnya, Shakespeare bukanlah orang pertama yang menulis tentang fairy mungil. Tapi Shakespeare menulisnya dengan sering, dan dia melakukannya dengan begitu baik sehingga pendapat&amp;nbsp;Tokien dipercaya. Contoh terbaik adalah&amp;nbsp;naskah dramanya &lt;EM&gt;A Midsummer Night's Dream&lt;/EM&gt;, terjadi di hutan magis. Seorang hobgoblin ramah bernama Puck menggambarkan bahwa elf adalah makhluk kecil yang mudah takut, dan 'menyelinap ke kelopak acorn dan&amp;nbsp;bersembunyi'. Fairy mungil juga acap kali muncul dalam drama2 Shakespeare. Tolkien, yang mencintai elf yang mengagumkan, membenci elf dan fairy-nya Shakespeare. Dia berkata kepada seorang pembaca bahwa apa yang dilakukan Shakespeare itu 'tak termaafkan' (The Letters of JRR Tolkien edited by H. Carpenter with C. Tolkien, 185).&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&lt;STRONG&gt;The Air Up There&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Tolkien khawatir tak dapat mengubah pendapat kita mengenai elf mungil. Meski begitu, dia berusaha. Dia memberikan makhluk2nya kualitas spesial. Mereka seperti manusia yang dipoles menjadi&amp;nbsp;jauh lebih mulia. Mereka pandai dan sensitif, dan&amp;nbsp;selama bertahun-tahun akhirnya mendapatkan pengetahuan yang maha luas. Seperti dalam legenda2 tua, mereka lebih superior daripada manusia. Dan&amp;nbsp;meskipun kedua ras itu tampak sama saat mereka pertama kali&amp;nbsp;diciptakan, seiring waktu para elf&amp;nbsp;dibentuk oleh 'kebijaksanaan, kemampuan, dan keindahan mereka yang&amp;nbsp;lebih besar' (The Silmarillion by JRR Tolkien, edited by C. Tolkien, 121). Itulah mengapa tubuh mereka menjadi tinggi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;Diterjemahkan bebas dari The Magical Worlds of The Lord of the Rings by David Colbert, halaman 29-32&lt;STRONG&gt;&amp;nbsp;&lt;/STRONG&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P&gt;&amp;nbsp;&lt;/P&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111328504387956460?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111328504387956460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111328504387956460' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111328504387956460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111328504387956460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/04/why-are-tolkiens-elves-tall.html' title='Why Are Tolkien&apos;s Elves Tall?'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111312363553238808</id><published>2005-04-10T14:59:00.000+07:00</published><updated>2005-04-10T16:00:35.533+07:00</updated><title type='text'>Jadi wedding planner lagi</title><content type='html'>Bulan Januari 2006 ada sepupu yg mau nikah. Seperti biasa, gue kebagian jadi wedding planner. Dari hari gini?? Iyalah, calon pengantennya kerja di Bintan, cuma bisa dua kali pulang ke Jakarta. Repot. Mo ngepas kebaya kepaksa dari bulan September, karena setelah itu dia gak dapet cuti lagi sampai waktunya nikah. Dari sekarang udah diancem dia gak boleh naik atau turun berat badan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan dengan the bride hanya bisa lewat SMS atau e-mail. Terpaksa gambar kebaya, contoh undangan, foto pelaminan, foto souvenir, dikirim lewat e-mail. Catering dan gedung urusan ibu calon penganten, tapi selebihnya sepupu2 tercintanya yg ngurusin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga nyokap gue sudah amat sangat terbiasa dengan urusan kawinan. Mulai dari dimana cari undangan, rangkaian seserahan, sampai bikin cincin dan ngatur barisan pager ayu/pager bagus. Itulah enaknya jadi salah satu yg termuda diantara 55 orang sepupu! Sejak zaman masih suka ngupil sembarangan (sekarang juga masih sih) gue udah terbiasa didandanin pake kain, kebaya, konde, baju kurung, tanduk (maklum Padang, bukan banteng), dan berusaha sebelum acara selesai seluruh properti itu gak berantakan. Sejak kecil tugas sudah terbiasa diemban: dari jadi pengiring penganten yg bawa2 kipas (eh, zaman gue TK/SD belon ada kali gedung yg pake AC ya?), jadi penerima tamu (sebelum model tamu ngasih duit tugasnya nomerin kado yg tumpukannya bisa dijadiin satu toko kelontong), jadi pager ayu berdiri tegak sampe pegel, jadi pengantennya sendiri (ini yg paling menyiksa), sampai sekarang jadi panitia yg ngatur dari a sampe z. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini tugas gue sebagai wedding planner beserta sepupu2 gue sukses besar, tanpa ada insiden memalukan atau menghebohkan. Bangga euy! Semua biasanya berjalan nyaris tepat waktu (nyaris lho, karena gak ada deh di Indonesia ini yg gak ngaret) dan dapet pujian dari tante, oom, uwa, mak tuo, pak tuo sampe angku dan andung2 sekalian. Dan karena kebanyakan sepupu gue adalah cewek, jadilah semua pakar mengendalikan jalannya acara pernikahan. Dan untungnya lagi, gak ada sepupu2 gue yg rewel kalo jadi penganten. Semua ngangguk2 aja apa kata panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg bikin bete, kalau ada saudara dari pihak suami atau temen yg mau nikah tapi gue ngerasa cara penanganannya salah. Mau kasih saran, kok kayanya sok tau, gak kasih saran, kok kayanya gue membiarkan aja bakal ada terjadi kehebohan atau kekacauan... Mendingan gak tau deh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga sepupu ada yg ngajak kita bikin wedding planner beneran. Tapi sampe sekarang belum terlaksana karena kesibukan netekin anak masing2. Mudah2an terlaksana tahun2 mendatang. Ada yg mau pesen planner pernikahan? Bukan sombong bukan congkak, yg penting keluarga penganten gak ada yg punya kemauan aneh bin ajaib, gue ngerasa mampu karena latihan seumur hidup! 55 sepupu gitu lhooo! Yg mo nikah sekarang ini salah satu dari yg terakhir, tinggal 3 lagi yg nyisa. Salah satunya ade gue yg cowok (biarin aja, cowok ini). Bentar lagi gue naik pangkat, jadi among tamu! Karena naga2nya ada keponakan yg udah mo nikah deket2 ini. Sementara masih ada satu tante dan satu oom-nya yg masih jomblo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngurusin pernikahan itu ribet, stres, tapi fun! Apalagi kalo dana gak terbatas...hehehe! Bebas merdeka!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111312363553238808?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111312363553238808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111312363553238808' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111312363553238808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111312363553238808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/04/jadi-wedding-planner-lagi.html' title='Jadi wedding planner lagi'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111261811702897593</id><published>2005-04-04T19:29:00.001+07:00</published><updated>2005-04-04T19:35:17.040+07:00</updated><title type='text'>KUTIL</title><content type='html'>“Dhea mau kawin, Lei.”&lt;br /&gt; “He? Kawin?” Leia berhenti mengunyah kacang di mulutnya, mengempaskan pantat di sofa dan menajamkan telinga kanannya di gagang telepon yang digenggamnya. “Kawin?” katanya lagi. “Kawin sama siapa?”&lt;br /&gt; “Ya sama Jerry, sama siapa lagi?” suara Elin di seberang telepon terdengar meninggi.&lt;br /&gt; “Lah mereka kan baru pacaran dua menit!”&lt;br /&gt; “Menit pertama jadian, menit kedua ngajak kawin, gitu? Ya mungkin mereka pikir dua bulan pacaran cukup.”&lt;br /&gt; “Cukup apanya? Menganggap Dhea cukup layak buat dipamerin ke keluarganya Jerry? Tolong dong, ah, Dhea kan foto model, Jerry kan…you know lah. Takut Dhea disamber yang lain?” &lt;br /&gt; “Jangan buruk sangka gitu ah. Dhea juga mau kok sama dia.”&lt;br /&gt; “Rencana nikahnya kapan?”&lt;br /&gt; “Tiga bulan lagi.”&lt;br /&gt; “Haaaa? Sontoloyo! Memangnya mereka pikir tiga bulan cukup buat ngatur-ngatur pernikahan?”&lt;br /&gt; “Makanya gue juga bingung.”&lt;br /&gt; “Terus, Mama bilang apa?”&lt;br /&gt; “Mama mula-mula kaget, tapi Dhea ngotot. Ya udah, mau diapain lagi? Daripada mereka kawin lari?”&lt;br /&gt; “Gue injek kepalanya Jerry kalau berani bawa lari Dhea.”&lt;br /&gt; “Kalau mereka sudah lari lo mau injek kepala siapa? Ajak Andra kesini deh, Lei, ngobrol sama Mama. Kasihan Mama, kebingungan.” &lt;br /&gt; “Iya deh, nanti gue bilang ke Andra. Tapi kalau dia marah jangan salahin gue ya, Ni?”&lt;br /&gt; “Iya, semua juga tahu lo pasrah punya suami kayak Andra, darah tinggi! Dari kecil Andra memang sudah begitu kelakuannya. Makanya ngomong pelan-pelan, jangan keburu nafsu.”  &lt;br /&gt; “Yep. Mudah-mudahan bukan gue yang kena sembur.”&lt;br /&gt; Leia melangkah ke kamar tidur, memutar otak bagaimana cara menyampaikan berita mengejutkan ini kepada suaminya. Aneh-aneh saja! Seminggu kenalan, langsung pacaran. Dua bulan pacaran, langsung minta kawin. Kalau Jerry bisa mengambil hati keluarga Andra sih tidak terlalu masalah. Dari awal saja Andra sudah antipati terhadap Jerry. Elin dan suaminya sama saja. Mama sementara hanya jadi pengamat. Tapi kalau sekarang?&lt;br /&gt; “Telepon dari siapa, Lei?” Andra yang sedang mengetik di laptopnya sambil bersila di atas tempat tidur menoleh mendengar Leia masuk ke kamar.&lt;br /&gt; “Uni Elin,” jawan Leia, ikut duduk di tempat tidur di sebelah suaminya.&lt;br /&gt; “Ngapain?”&lt;br /&gt; “Ehmmm..”&lt;br /&gt; Andra segera melirik dengan curiga dari balik kacamatanya. Leia menciut.&lt;br /&gt; “Begini, Da. Uda jangan marah dulu.”&lt;br /&gt; “Ada apa sih?” Andra sekarang memberikan perhatian penuh kepada istrinya. Dia menutup laptopnya, mengerutkan kening, membuka kacamatanya.&lt;br /&gt; Leia berpikir lebih baik dia mengatakannya secepat mungkin. Kalau bisa dalam satu tarikan nafas. “Dhea mau nikah. Sama Jerry. Tiga bulan lagi. Mama bingung. Kita disuruh ke rumah Mama sama Uni Elin.”&lt;br /&gt; Satu…dua…tiga… Leia menghitung dalam hati. Tapi Andra tidak meletus seperti perkiraan Leia. Dia malah berdiri, mendengus, melangkah keluar kamar. Di pintu Andra berkata tanpa menoleh, “Ganti baju. Kita berangkat sekarang.”&lt;br /&gt; Keuntungannya hari ini adalah hari Minggu, Andra ada di rumah. Jadi Leia tak perlu gelisah menunggunya pulang kerja untuk menyampaikan berita ini. Kerugiannya, jalan ke rumah Mama macet. Biasa, Bogor di hari Minggu penuh oleh pelancong dari Jakarta. Selama perjalanan yang memakan waktu dua kali lipat dari hari biasa, Andra diam saja, cemberut, sambil beberapa kali memaki sopir angkot yang berhenti seenaknya. Leia tak berani menegur suaminya.&lt;br /&gt; Elin dan Greg---suaminya yang blasteran Inggris---sudah tiba di rumah Mama. Dhea tidak kelihatan batang hidungnya. Setelah ritual cium tangan dan cium pipi selesai, Andra segera meminta penjelasan dari Mamanya.&lt;br /&gt; “Kemarin Dhea bilang ke Mama bahwa Jerry mau melamar. Orang tua Jerry ingin mereka menikah sesegera mungkin. Ayahnya Jerry akan pergi ke Amerika mengurus bisnisnya selama hampir setahun, berangkat empat bulan lagi. Makanya dia ingin anak-anak itu menikah sebelum keberangkatannya.” Mama menarik nafas, mengangkat tangan menyetop Andra yang sudah ingin berkomentar. “Nanti dulu. Mereka sudah menentukan gedung, undangan, mengurus penghulu, catering, semua sudah beres.”&lt;br /&gt; “Enak aja!” seru Elin memotong. “Jangan mentang-mentang banyak duit mereka bisa begitu. Memangnya kita nggak boleh menentukan apapun? Lagipula, siapa bilang kita pasti setuju?”&lt;br /&gt; “Mama belum selesai kamu sudah nyamber duluan!” tukas Mama sambil melotot. “Dhea bilang kita bisa ubah semua yang tidak kita setujui. Mama bilang, itu bukan masalah---“ Elin membuka mulut, Mama tambah melotot. Elin segera menutup mulutnya lagi. “---tapi kesiapan mereka berdua yang Mama pertanyakan. Dhea bilang mereka siap. Mereka tak mau upacara aneh-aneh, meskipun Jerry orang Sunda dia ogah disuruh melakukan upacara injak telur dan sebagainya itu. Tapi demi menghormati Mama, mereka setuju resepsi dilakukan dengan adat Padang. Tempatnya di ballroom Novotel, tamu terbatas. Dhea memaksa, mengancam akan mogok mandi kalau tidak dituruti. Kalian tahu sifatnya, keras kepala dan tak pernah mau membuka diri. Mama belum mengiyakan, ingin meminta pendapat kalian dulu.” &lt;br /&gt; Mama menghela nafas dan terdiam. Kali ini malah tak ada yang bersuara.&lt;br /&gt; “Sekarang boleh komentar!” bentak Mama.&lt;br /&gt; “Ciri khas Jerry,” celetuk Andra. “Mama lihat sendiri, sejak mulai pacaran Jerry sudah mengatur kehidupan Dhea nyaris seratus persen! Telepon setiap menit: ada dimana, lagi ngapain, sama siapa, makan apa? Jerry yang mengatur mana show yang boleh diikuti Dhea, mana yang tidak. Sudah seperti manajernya saja. Ke rumah aku pun Dhea harus lapor, Ma. Memangnya anak itu mau ngapain? Ke rumah kakaknya sendiri dicurigai. &lt;br /&gt; “Ma, Jerry itu anak orang kaya, pacarnya banyak. Aku sudah tahu kelakuan dia yang suka ganti-ganti cewek tiap bulan. Oke, Jerry memang tampangnya standar---“ Elin dan Leia mencibir. Standar! Empat dari sepuluh! “---tapi kantongnya jauh dari standar. Apa alasan Dhea milih dia? Bukannya orang-orang bakal berpendapat Dhea adalah salah satu cewek matre yang ingin segera menjerat Jerry dengan kawin terburu-buru begini? Apa Jerry nggak bakal mengatur Dhea seumur hidupnya?”&lt;br /&gt; Mama menggeleng-gelengkan kepala. “Elin, Greg, kalian pacaran selama lima tahun. Orang tua Greg adalah sahabat Mama dan Papa. Andra, Leia, kalian pacaran selama tujuh tahun. Sampai-sampai Mama khawatir orang tua Leia akan menuntut gara-gara anak gadis mereka dipacari terlalu lama tanpa dilamar. Mama kepingin Dhea menikah dalam waktu dekat, tapi jangan seperti kesamber geledek begini. Mama sudah terbiasa melihat dua anak Mama pacaran lama, berkenalan dengan sifat masing-masing dulu, mengumpulkan uang untuk berumah tangga. Jerry memang tak perlu mengumpulkan uang, tapi dengan orang tuanya pun Mama belum pernah bertemu.” Mama menghela nafas lagi, menatap foto Papa yang tergantung di dinding ruang keluarga. “Kalau saja Papa kalian masih ada, pasti dia tahu apa yang harus dilakukan.”&lt;br /&gt; “Ma, mungkin kita bisa tanya baik-baik kepada Dhea apa yang menyebabkannya mau menikah terburu-buru begini,” kata Greg. “Tapi bukan Elin atau Andra yang bertanya. Mereka hanya bakal tarik urat. Aku dan Leia juga menganggap Dhea adik kami sendiri. Mungkin jika dia berbicara pada salah satu iparnya, dia mau membuka diri.”&lt;br /&gt; Andra tampak berusaha menahan diri. Leia tahu suaminya itu sudah gatal ingin menceramahi Dhea, tapi terpaksa mengakui bahwa usul Greg lebih baik. Maka Andra hanya menoleh kepada Leia dan berkata, “Kamu bujuk dia. Cari tahu apa alasannya.”&lt;br /&gt;*     *     *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Café Cisangkuy sepi pada jam-jam seperti ini. Leia memarkir mobilnya di depan halaman café, mematikan mesin, keluar dan melangkah ke bangku yang terletak di teras diikuti Dhea yang berwajah murung. Mereka duduk berhadapan, memesan milk shake lalu saling bertatapan. Ya ampun, Leia yakin seratus persen bahwa orang-orang akan menyangka Dhea menikahi Jerry karena harta. Lihat saja dia. Cantik, tinggi dan ramping. Sementara Jerry? Beauty and the Beast, pikir Leia.&lt;br /&gt; “Gimana, Dhe?” Leia memulai percakapan. “Lo sudah yakin betul dengan keputusan lo ini?”&lt;br /&gt; “Iya, Ni,” jawab Dhea. “Gue yakin. Kenapa semua orang harus butuh alasan?”&lt;br /&gt; “Karena, kita semua sayang sama lo. Kita gak mau lo disakitin. Mama kebingungan, Dhe. Lo nggak…”&lt;br /&gt; “Hamil? Idih. Lo kok nyangka gue begitu sih, Ni?”&lt;br /&gt; “Ya nggak. Lagian kayak kebakaran jenggot. Apa nggak bisa nunggu sampai bapaknya Jerry pulang dari Amrik?”&lt;br /&gt; “Tadinya gue juga mau begitu. Tapi kata Jerry, kita bisa sekalian bulan madu ke rumah bapaknya di SF.”&lt;br /&gt; “Apaan tuh SF?”&lt;br /&gt; “San Fransisco, norak!” &lt;br /&gt; “Hehe. Maklum nggak gaul. Serius, Dhe,” Leia mengaduk-aduk milk shake-nya, “Jerry kayaknya terlalu memaksakan kehendaknya selama kalian pacaran. Sekarang aja semua sudah diatur keluarganya. Mama kan kepingin juga ikut repot ngurus kawinan lo.”&lt;br /&gt; Dhea menatap Leia dengan serius. “Sekarang gue tanya ke lo, Ni,” katanya. “Uni dan yang lain-lain pernah tanya nggak ke gue apakah gue keberatan dengan tingkah Jerry?”&lt;br /&gt; Leia mengedip-ngedipkan matanya. &lt;br /&gt; “Nah!” seru Dhea. “Nggak pernah kan? Kalian tuh bisanya cuma melihat jeleknya aja, menganggap Jerry tukang ngatur. Ni, gue seumur hidup sudah terbiasa mandiri. Sejak Papa meninggal kami semua berusaha meringankan beban Mama. Meskipun gue paling kecil, gue gak pernah minta dimanja. Mana pernah Uni Elin manja-manjain gue, apalagi si angin puyuh suami lo itu. Mama dan kedua kakak gue itu memang memperhatikan gue selayaknya, nggak berlebihan. &lt;br /&gt; “Sejak bertemu Jerry, gue seakan dibebaskan dari segala tekanan mengurus diri sendiri. Gue suka banget sama usahanya ngurusin gue, gue cinta banget sama suaranya yang nelepon semenit sekali. Dia punya banyak kenalan yang tahu fashion show seperti apa saja yang layak dan tidak layak diikuti wanita baik-baik. Dia rela nungguin gue berjam-jam kalau gue show, padahal ngerti fashion juga nggak. &lt;br /&gt;“Ni, lo kok tahan sama perangai si Uda yang kayak petasan cabe rawit? Gue berkesimpulan karena lo sabar menghadapi dia, lo orang yang cocok buat dia. Gue merasa nyaman dicerewetin Jerry dan dia merasa nyaman punya cewek yang nggak seminggu sekali minta dibeliin sepatu Jimmy Choo. Dia orang yang cocok buat gue.&lt;br /&gt; “Memang gue gak bakal denger orang komentar seperti biasanya. ‘Buset, suami Uni lo guanteng banget!’ atau ‘Istri Uda lo cantik ya?’. Gue udah kebayang komentar orang: ‘Gila! Gak salah lo kawin sama anak-anakan sawah?’. So what? Gue gak peduli apa kata orang, apalagi yang komentar gue cewek matre. Toh selama ini gue gak pernah minta duit sama dia. Soal pengaturan pernikahan yang sudah setengah beres, itu hanya untuk membantu meringankan beban Mama. Orang tua Jerry nggak bakal memutuskan semua tanpa persetujuan Mama kok. Bukan karena mereka sok ngatur, tapi memang waktunya sempit. Gerak cepat lah, Ni. Soal Mama setuju atau tidak, itu urusan belakangan. Kalau ternyata Mama nggak setuju, semua bisa dibatalin. &lt;br /&gt; “Oke deh, orang bilang cinta itu buta, dibutakan sama mobil Mercy! Apalagi baru pacaran dua bulan, masih yang bagus-bagus aja yang keluar. Tapi mempercepat proses pacaran ini cuma kebetulan aja kok, dan kami merasa sudah siap. Gue cuma ingin kalian semua merestui. Percaya deh, Ni, gue bahagia sama Jerry.” &lt;br /&gt; Leia hanya menatap Dhea sambil menyeruput milk shake-nya. Terpesona karena baru kali ini Dhea berbicara sepanjang itu tanpa berhenti.&lt;br /&gt; “Yakin Jerry mau nikahin lo bukan karena dia mau memperbaiki keturunan?” akhirnya Leia berkata.&lt;br /&gt; “Uni!”&lt;br /&gt; “Ya deh…ya deh.” Leia tersenyum memandang adik iparnya yang cantik. “Kalau lo memang bahagia, kita semua ikut bahagia, Dhe.”&lt;br /&gt; “Ehm…Ni,” Dhea menarik-narik rambutnya. Leia tahu itu tanda dia gelisah. “Ada satu sih yang jadi ganjalan buat gue.”&lt;br /&gt; “Apa?”&lt;br /&gt; “Gue belum berani mengakui ke Jerry bahwa gue…”&lt;br /&gt; “Bahwa lo apa?”&lt;br /&gt; “Punya kutil gede di pantat.”&lt;br /&gt;*     *     *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Leia tidak habis pikir bahwa Dhea yang katanya telah merasa nyaman dengan Jerry sekarang sibuk keluar masuk dokter kulit untuk menghilangkan kutilnya. Semua dokter menganjurkan hal yang sama: operasi. Tapi uang dari mana? Sedangkan semua orang sedang mengerahkan keuangan untuk persiapan pernikahan. Greg dan Andra patungan untuk menyelenggarakan akad nikah di rumah Mama. Mereka berdua bukan orang yang kelebihan uang. Sedangkan Dhea sendiri telah dengan ngototnya tidak mau dibelikan kebaya pengantin oleh Jerry. Sebagai seorang calon pengantin yang berharap pernikahannya hanya terjadi sekali seumur hidup, Dhea menginginkan kebaya akad nikahnya sempurna. Artinya: mahal! &lt;br /&gt; “Kutil! Dhea tuh kadang-kadang bikin gemas. Katanya Jerry mau menerima dia apa adanya. Ya terimalah satu paket: beserta kutilnya sekalian!” Suara Elin di telepon terdengar jengkel sekaligus geli. “Andra sudah tahu kelakuan Dhea yang panik gara-gara kutilnya ini?”&lt;br /&gt; “Sudah,” jawab Leia. “Malah Dhea sendiri yang bilang. Andra cuma geleng-geleng kepala, terus…pletak! Kepala Dhea kena jitak. Sebetulnya yang punya kutil tuh kita. Di hati. Mengganggu sekali. Saking sibuknya dengan pikiran sendiri sampai nggak ada yang memperhatikan bahwa Dhea sebetulnya menikmati perlakuan Jerry yang nyaris  control freak. Kita lebih memedulikan omongan orang daripada kebahagiaan adik sendiri. Sedih ya?”&lt;br /&gt; “Iya. Lo sudah bicara sama Jerry?”&lt;br /&gt; “Sudah. Lo pasti gak percaya apa katanya deh, Ni.”&lt;br /&gt; “Apa katanya?”&lt;br /&gt; “Katanya Dhea satu-satunya cewek yang nggak peduli dia punya uang atau nggak. Selama ini Jerry sudah bosan sama cewek-cewek cantik yang hanya kepingin naik mobil sport-nya, atau dibawa ke restoran mahal. Tempat makan favorit Jerry dan Dhea ternyata soto kambing di pasar. Katanya Dhea bisa bikin dia tertawa terbahak-bahak, sementara cewek-cewek lain bikin dia tersedu-sedan.&lt;br /&gt; “Ada kejadian lucu, Ni. Jerry ternyata senang bertukang. Dia bikin pigura dari kayu berukir untuk hadiah ulang tahun Dhea bulan kemarin.”&lt;br /&gt; “Astaga! Yang gue kira Dhea beli di toko barang antik? Yang digantung di kamarnya?”  &lt;br /&gt; “Persis. Waktu Dhea membuka kadonya, dia nangis. Jerry kaget. Disangkanya Dhea segitu kecewanya melihat kado itu barang buatan sendiri yang harganya nggak seberapa. Jerry sempat ciut juga, menganggap Dhea bakal sama saja dengan cewek-cewek lain, yang kalau ulang tahun minta hadiah perhiasan. Ternyata anak itu nangis karena terharu, karena Jerry menganggapnya sedemikian berharga sehingga rela menghabiskan waktu berhari-hari membuat pigura itu sampai jari-jarinya kapalan semua. Dari situ Jerry yakin Dhea memang orang yang dicarinya selama ini.”&lt;br /&gt; “Wah, gue gak nyangka Jerry romantis juga!”&lt;br /&gt; “Dan akhirnya gue bocorin soal kutilnya Dhea.”&lt;br /&gt; “Gila lo! Apa katanya?”&lt;br /&gt; “Katanya, biarpun kutil itu ada di hidung Dhea, takkan menggoyahkan cintanya seperti kapal tak tergoyahkan oleh badai puting beliung!”&lt;br /&gt; “Mana ada kapal yang tak tergoyahkan oleh badai puting beliung?”&lt;br /&gt; “Ye! Dia kan bukan penyair. Yang penting semangatnya.”&lt;br /&gt;*     *     *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Leia duduk santai sambil mengobrol dengan Shinta, adik Jerry. Jerry beserta kedua orang tua dan adik perempuannya bertandang ke rumah Mama untuk berkenalan. Sekarang mereka tengah sibuk mengatur persiapan pernikahan. Leia lega masalah ini beres tanpa pertumpahan darah. Andra pun telah rela meredam egonya sebagai satu-satunya anak lelaki Mama yang menggantikan posisi Papa sebagai orang yang akan menikahkan Dhea. Meskipun Jerry tampaknya masih ngeri berdekatan dengan Andra, kedua lelaki itu telah dapat berbincang-bincang dengan sedikit santai. Yah, semua ada waktunya. &lt;br /&gt; Leia melihat Dhea sedang mengobrol dengan ibu Jerry di teras depan. Ibu Jerry sedang mengagumi pot-pot suplir milik Mama. &lt;br /&gt; “Tante suka suplir juga?” tanya Dhea.&lt;br /&gt; “Suka sekali.” Ibu Jerry memandang Dhea sambil tersenyum. “Dhea, mulai sekarang jangan panggil Tante. Panggil Bunda.”&lt;br /&gt; “Y-ya, Bunda.”&lt;br /&gt; “Dhe, ada yang Bunda ingin bicarakan sama kamu.”&lt;br /&gt; “Apa itu, Bunda?”&lt;br /&gt; “Jangan marah. Bunda tahu dari Jerry---yang tahu dari kakak iparmu Leia---bahwa kamu cemas memikirkan sesuatu yang membuatmu bolak-balik ke dokter kulit.”&lt;br /&gt; Wajah Dhea memerah seperti bit. Di dalam kepalanya sudah berkelebatan cara-cara penyiksaan yang mengerikan. Sebaiknya Leia diapakan ya? Dicekik? Dicabuti bulu kakinya satu-satu? Dikitik-kitik sampai pingsan?&lt;br /&gt; “Jangan malu,” kata sang Bunda. “Jerry menerima kamu apa adanya. Ini bakal jadi rahasia kita bertiga saja.”&lt;br /&gt; Yeah, right! Leia tahu, Andra tahu, sebentar lagi seluruh dunia akan tahu. Dhea ingin bersembunyi di bawah tanah rasanya.&lt;br /&gt; “Bunda juga punya rahasia,” ibu Jerry mencondongkan tubuh mendekat pada Dhea. “Dulu Bunda nyaris tak jadi menikah dengan Ayah Jerry. Bunda punya penyakit yang selalu datang setiap bulan. Tidak bisa diobati. Untung Ayah Jerry menerimanya dengan tabah. Setelah Ayah Jerry banyak uang dan kami bisa menyewa jasa dokter yang jempolan, barulah penderitaan Bunda berakhir.”&lt;br /&gt; Mata Dhea membesar. Apa ini? Epilepsi? Werewolf? “Apa itu, Bunda?”&lt;br /&gt; Ibu Jerry berbisik, “Bisul.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111261811702897593?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111261811702897593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111261811702897593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111261811702897593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111261811702897593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/04/kutil_04.html' title='KUTIL'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111259434152462056</id><published>2005-04-04T12:57:00.000+07:00</published><updated>2005-04-04T12:59:01.526+07:00</updated><title type='text'>About Fantasy</title><content type='html'>Daratan Eropa kaya akan folklore yang menceritakan tentang dunia dan makhluk khayalan. Especially England dan Ireland (sodaraan sih ya?). Maka memberikan ide kepada penulis2 Eropa untuk menggali imajinasi mereka tentang makhluk2 ini. Fairy tale dimulai di daratan Eropa dan kemudian menjadi mendunia. Siapa hayo yg gak kenal fairy, elf, dwarf, leprechaun, banshee, witch, wizard bertopi kerucut, werewolf, vampire, mermaid, dragon, unicorn, centaur, manticore, sampai ke manusia immortal Highlander dan monster Loch Ness dari Scotland?  Sejak zaman dahulu kala penulis cerita fantasy banyak menelurkan cerita jempolan. Mulai dari Hans Christian Andersen (The Little Mermaid, The Tinder Box, Thumbelina, The Snow Queen, dll) sampai JK Rowling (Harry Potter series). Saking banyaknya novel fantasy yg gue baca sampai lupa lagi buku fantasy pertama yg dibaca yg mana (selain HC Andersen lho). Mungkin The Wizard of Oz-nya Baum, setelah itu Dracula-nya Stoker. And the list go on and on…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Amerika juga berani membuat buku dengan genre fantasy, meskipun makhluk2 fairy tale bukan berasal dari benua itu. Malah cerita2 mengenai fantasy yg berdasarkan spirit totem Indian, misalnya, jarang ditemukan. Penulis fantasy Amerika yg bukunya baru2 ini diterbitkan contohnya ‘the wonder boy’ Cristopher Paolini (Eragon) dan Clive Barker (Abarat). Mereka cukup percaya diri membuat dunia khayalan masing2 meskipun sesungguhnya asal-usul makhluk2 di dalamnya bukan berasal dari tradisi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa pengarang Indonesia nggak ada yg coba bikin fantasy? Mungkin karena nggak bisa nemu makhluk lokal yg lucu2? Contoh: siapa yg di pohon jambu belakang rumahnya ada kuntilanak? Genderuwo? Tuyul? Hiya! Jadi horor! Padahal, dongeng2 tradisional kita zaman dulu gak jauh2 dari khayalan. Tapi ya itulah, si sakti adalah tokoh antagonis yg biasanya tukang teluh. Calon Arang atau Candi Sewu misalnya. Atau malah kesaktiannya dipakai untuk mengutuk (Tangkuban Perahu, Malin Kundang), serem kan? Kita dijajah terlalu lama kah sehingga daya khayal seret? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lebih beruntung cerita tentang superhero, Si Pitung misalnya. Bukan Gatot Kaca, ya? Ramayana bukan berasal dari sini. Tapi anak2 zaman sekarang ada yg kenal Si Pitung gak? Dulu ada Gundala Putra Petir (The Flash sekale seh?), belum lama ini ada Panci Manusia Alumunium (ehm, maksudnya Panji Manusia Millenium). Dua2nya, sori, garing! Bandingkan dengan Superman, Batman, Spiderman, Hulk, Wonder Woman, The X-Men, dll. Okelah, superhero bukan bidang orang2 Indonesia. Tapi bandingkan juga dengan negara2 Asia lainnya. Cina dan Jepang berjaya dengan cerita2 fantasy dan superhero mereka. Kenapa Indonesia gak bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah penulis Indonesia yg berani terima tantangan menulis cerita fantasy? Belum lama ini gue liat beberapa cerita rakyat ber-genre agak2 fantasy beredar lagi (Timun Mas misalnya dan Pramoedya yg menulis ulang cerita Calon Arang). Tapi nggak ada cerita baru, gebrakan baru. CMIIW.  Soalnya, karena booming Harry Potter, banyak anak2 yg jadi menyukai fantasy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu orang teman yg pernah berkata bahwa sekarang banyak penulis yg ikut2an nulis fantasy (penyihir) gara2 booming Harry Potter. No, gue gak setuju. Kenapa? Karena di Barat sana tiap tahun muncul banyak buku ber-genre fantasy, hanya nggak booming disini aja. JK Rowling bukan orang pertama yg menulis tentang penyihir. Ada Tolkien, Ursula K. LeGuin, Neil Gaiman, Phillip Pullman, C.S. Lewis, bahkan Shakespeare (anyone knows ‘A Midsummer Night’s Dream?’, very fantasy by Shakespeare). Semua pengarang itu seniornya Rowling. Karena Harry Potter booming disini maka penerbit jadi berani mencetak terjemahan buku2 fantasy. Beberapa malah telah beredar di negeri asalnya puluhan tahun yg lalu, seperti LOTR dan buku2 Roald Dahl (The Witches, Charlie and the Chocolate Factory, The Magic Finger, dll). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa baru setelah Harry Potter? Kenapa Harry Potter seakan menjadi pelopor? Mungkin karena ceritanya modern, penyihirnya anak tanggung, dan setting materialnya familiar (hey, Dudley Dursley hobinya main Play Station toh?). Sementara yg lain tidak familiar karena bersetting dunia antah-berantah atau zaman dahulu kala (1600-1800-an). Setelah film trilogi LOTR ngeborong Oscar di Academy Award tahun lalu, buku2 genre fantasy yg lebih tradisional Eropa mulai dicari. Hasilnya penerbit sini berhasil menjual Eragon dan Abarat. Jadi, bukan karena mereka ikut2an, tapi orang Indonesia aja yg baru ‘ngeh’ dengan cerita2 macam begini. Setelah ini mungkin bakal keluar terjemahan ‘His Dark Material Trilogy’-nya Pullman, ‘Bartimaeus Trilogy’-nya Jonathan Stroud, dan ‘Jonathan Strange and Mr.Norrell’-nya Susanna Clarke. Semua berhubungan dengan penyihir.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fantasy bukan hanya monopoli anak2. Contohnya---lagi2---LOTR-nya Tolkien dan Stardust-nya Gaiman. Tapi gue jarang banget nemu orang dewasa disini yg suka dengan fantasy. Gue dengan suksesnya dikatain ‘masa kecil kurang bahagia’ atau ‘daya khayal ketinggian’ atau ‘kekanak-kanakan banget sih?’ cuma karena doyan melahap fantasy. Lho, kenapa memangnya? Mungkin karena itu juga pengarang Indonesia males menelurkan karya2 fantasy? Apalagi dengan makhluk ciptaan dan dunia ciptaan mereka sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah, penulis Indonesia seakan terkekang dengan peraturan tak tertulis yg harus setia dengan kondisi, adat dan tradisi nasional. Kalau menyimpang memang takut dibilang gak punya rasa nasionalisme? Sori2 aja, rasa nasionalisme gue juga menipis akhir2 ini. Apakah pengarang Indoesia harus selalu menyuguhkan setting yg sudah familiar dengan pembaca? Ayo bikin gebrakan baru, ciptakan dunia sendiri!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111259434152462056?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111259434152462056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111259434152462056' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111259434152462056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111259434152462056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/04/about-fantasy.html' title='About Fantasy'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111220033673720379</id><published>2005-03-30T23:19:00.000+07:00</published><updated>2005-03-30T23:32:16.736+07:00</updated><title type='text'>Sutur...</title><content type='html'>Udah seminggu gak masukin entry. Abis baca Stardust-nya Gaiman (cool!), mulai nerjemahin Bartimaeus Book 2, dan dengan pedenya lagi nulis novel remaja dan cerita anak2. Sampe sutur di depan komputer sehari-hari. Plus emang lagi penghematan biaya internet karena baru beli mesin cuci...hihihi. Ngridit, biasa ibu2 gak bisa deh ditawarin barang kreditan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joji lagi baiiiik sekali. Pengertian Bundanya lagi sibuk nulis, nggak pernah protes ditemenin si bibi. Tapi teuteup, kalo mo bobo siang nyari nenen...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111220033673720379?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111220033673720379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111220033673720379' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111220033673720379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111220033673720379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/sutur.html' title='Sutur...'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111149620994960208</id><published>2005-03-22T19:52:00.000+07:00</published><updated>2005-03-22T19:56:49.950+07:00</updated><title type='text'>Next book...</title><content type='html'>At laaast....Bartimaeus's done! Tinggal mulai baca lagi dari bab 1 buat scan kesalahan ketik dan ubah kalimat2 yg kepanjangan. Whew! Perjuangan juga nerjemahin buku konyol kaya gini ya? Kayanya gue keabisan kata2 buat ditulisin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, setelah ini langsung mulai Bartimaeus 2! Lanjuuuut...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111149620994960208?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111149620994960208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111149620994960208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111149620994960208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111149620994960208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/next-book.html' title='Next book...'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111139575431855054</id><published>2005-03-21T14:57:00.000+07:00</published><updated>2005-03-21T16:02:34.326+07:00</updated><title type='text'>The Return of the King</title><content type='html'>Setelah film trilogi Lord of the Rings diputar, banyak orang jatuh cinta pada cerita yang berasal dari buku karya JRR Tolkien ini. Tapi mungkin masih banyak yang belum tahu sebagaimana kompleksnya urutan cerita ini sebenarnya. Dimulai dari permulaan zaman sampai The War of the Ring yang mengakhiri zaman ketiga. Di buku Tolkien yang berjudul The Silmarillion diceritakan permulaan zaman dan urutan pohon keluarga serta sejarah semua makhluk yang mendiami Middle Earth.&lt;br /&gt; Di bagian ketiga trilogi (The Return of the King) diceritakan bagaimana Aragorn son of Arathorn mengambil kembali tahta Gondor dan Arnor setelah ribuan tahun Gondor dijaga keutuhannya oleh para Steward, tanpa Raja. Tapi siapakah Aragorn sebenarnya? Mengapa tahta Gondor kosong beberapa tahun setelah Isildur terperangkap oleh kekuatan The One Ring? Mengapa Aragorn akhirnya diasuh di House of Elrond dan mengapa ia disebut dengan nama Estel (hope) oleh kaum elf? Dan apakah banyak yang tahu bahwa Aragorn dan Arwen berasal dari satu garis keturunan?&lt;br /&gt; Sejarah Aragorn dapat ditelusuri jauh ke ribuan tahun sebelumnya. Dimulai dari seorang anak manusia, Beren, jatuh cinta pada seorang putri elf, Lûthien. Kisah cinta mereka yang berlika-liku---karena seorang manusia dianggap tak pantas menikahi kaum elf---akhirnya berakhir dengan bahagia karena pernikahan mereka disetujui setelah Beren diberikan tugas yang nyaris mustahil untuk membuat dirinya pantas bersanding dengan Lûthien. Karena memilih menikah dengan manusia mortal, maka Lûthien harus merelakan kehidupan immortal dan terpisah dari kaumnya. Pernikahan antar ras ini adalah yang pertama terjadi dalam sejarah Middle Earth. Mereka memiliki seorang putra bernama Dior yang kemudian menikah dengan Nimloth, seorang putri elf dari Doriath. Mereka memiliki tiga orang anak, salah satunya, Elwing, menikah dengan Eärendil. Eärendil adalah pria mortal kaum Númenor, namun karena dianggap berjasa pada masyarakat Middle Earth (yang petualangannya takkan saya ceritakan disini karena akan menjadi panjang sekali) diperbolehkan mengambil kehidupan immortal, serta kedua putranya, Elrond dan Elros, diberikan pilihan hendak menjadi manusia mortal atau menjadi elf.  &lt;br /&gt; Elrond memilih untuk bergabung dengan kaum ibunya, menjadi seorang elf. Sementara Elros memilih menjadi manusia mortal dan bertahta sebagai Raja pertama kaum Númenor. Elrond menikah dengan Celebrían, putri dari Galadriel (Lady of Lothórien) dan Celeborn. Mereka memiliki tiga orang anak, si kembar Elladan dan Elrohir, dan adik mereka: Arwen Undómiel. Maka Elrond adalah menantu Galadriel dan Arwen adalah cucunya. Arwen dilahirkan di zaman ketiga, tahun 241.&lt;br /&gt; Elros memiliki banyak keturunan, dan meskipun ia tak dapat menghindari kematian karena telah memilih kehidupan mortal, ia hidup selama 500 tahun. Maka seluruh keturunan Elros memiliki umur panjang, karena memiliki darah elf dalam tubuh mereka.&lt;br /&gt; Dikisahkan, keturunan Elros yang menjadi Raja Gondor dan Arnor (kedua bagian negara ini dikuasai kaum Númenor) yang bernama Elendil, beserta para pengikutnya menjadi sahabat kaum elf sejak dulu. Elendil dibantu kaum elf dalam memerangi Sauron. Pada akhir zaman kedua (3441) Elendil berhasil memenangkan peperangan melawan Sauron dibantu oleh kaum elf meskipun dirinya sendiri terbunuh dan pedangnya, Narsil, hancur. Putra tertua Elendil, Isildur, mengiris jari Sauron dengan sisa pedang Narsil dan berhasil mengambil The One Ring dan memusnahkan wujud fisik Sauron. Namun Isildur tak mengindahkan saran Elrond dan Círdan agar membuang cincin itu ke dalam Mount Doom.&lt;br /&gt; Dalam peperangan terakhir zaman kedua itu adik Isildur, Anárion, juga terbunuh. Karena ayah dan adiknya telah tiada, maka tahta Gondor diberikan kepada anak Anárion, Meneldil. Sementara Isildur sendiri berencana untuk memerintah Arnor. Namun dalam perjalanan ke sana ia diserang sekelompok orc dan terbunuh di sungai sementara The One Ring yang ia kenakan hilang ke dasar sungai. Maka anak Isildur, Valandil, menjadi Raja Arnor.&lt;br /&gt; Gondor dan Arnor yang diperintah oleh dua orang sepupu itu tak pernah luput dari incaran musuh. Sampai akhirnya seluruh keturunan Raja Arnor tercerai-berai karena dilumpuhkan musuh dan semua keturunan langsung Isildur ditampung oleh Elrond di Imladris dan asal-usul keturunan mereka dirahasiakan karena Sauron pasti mengincar siapapun keturunan Isildur yang telah melumpuhkannya. Tak ada lagi Raja yang memimpin daerah Arnor.&lt;br /&gt; Akhirnya keturunan Raja Gondor pun musnah karena Raja terakhirnya, Eärnur, tak memiliki keturunan. Maka sejak itu Gondor diperintah oleh garis keturunan Steward sampai akhirnya ada yang dapat membuktikan dirinya sebagai keturunan langsung Isildur dan mengambil tahta kembali.&lt;br /&gt; Sementara itu keturunan langsung Isildur menjadi manusia-manusia pengembara yang dikenal sebagai Dúnedain. Mereka menjadi ahli pedang dan ahli perang dibawah asuhan Elrond dan kedua putranya, Elladan dan Elrohir. Singkat cerita, Aragorn dilahirkan pada tanggal 1 Maret tahun 2931 zaman ketiga. Ayahnya, Arathorn---yang merupakan keturunan langsung tahta Gondor dan Arnor dari garis Isildur---terbunuh saat memburu pasukan orc bersama Elladan dan Elrohir ketika Aragorn baru berusia dua tahun. Ibunya, Gilraen, kemudian membawanya ke Imladris untuk diasuh oleh Elrond dan Elrond menjulukinya Estel, atau Hope, karena menurut Elrond yang dapat meramalkan masa depan Aragorn adalah harapan bagi kaumnya untuk dapat mengambil kembali kekuasaan atas Gondor dan Arnor. Maka silsilah Aragorn disembunyikan darinya hingga ia cukup umur untuk mengetahui takdirnya yang sebenarnya, juga sebagai perlindungan agar Sauron tak menemukannya untuk membalas dendam akan kekalahannya di akhir zaman kedua.&lt;br /&gt; Saat Aragorn berusia 20 tahun, Arwen, yang selama bertahun-tahun tinggal di Lothlórien bersama neneknya, Galadriel, kembali ke Imladris dan berjumpa dengannya. Aragorn segera jatuh cinta, meskipun mereka berbeda ras dan terpaut umur sejauh 2.690 tahun. Namun Gilraen menyatakan kepadanya bahwa tak sepantasnya seorang manusia menikahi kaum elf, meskipun darah Aragorn juga dialiri darah elf dari Elros, saudara kandung Elrond. Aragorn dan Arwen berkeras hati, sampai akhirnya Elrond memberikan ultimatum bahwa mereka berdua bisa menikah jika Aragorn berhasil mengambil kembali tahta Gondor dan Arnor, sebagai raja dari kedua daerah itu. Untuk itu Aragorn harus menumbangkan kekuasaan Sauron selamanya. Maka diberikanlah kepadanya serpihan pedang Narsil, pedang Elendil, yang diramalkan akan menyatu kembali di tangan keturunan raja Gondor dan Arnor yang sah. Dan jika ia berhasil, ia akan memisahkan ayah dan anak dengan jarak yang tak terkira, sebagai mortal dan immortal. Arwen takkan dapat pergi ke Undying Land mengikuti ayahnya jika ia berencana untuk mendampingi Aragorn memerintah Gondor dan Arnor. &lt;br /&gt; Meski dengan pedih akhirnya merelakan putrinya, Elrond yang far sighted menyadari bahwa ia harus melakukan pengorbanan itu. Karena dari pernikahan Aragorn dan Arwen, akan dilahirkan seorang raja yang bijaksana yang akan memerintah Gondor dan Arnor menjadi kerajaan yang berjaya di zaman keempat. Namanya Eldarion. &lt;br /&gt; Maka dengan bertahtanya Aragorn berlalulah masa dimana manusia dan elf hidup bersama di Middle Earth. Arwen adalah satu-satunya elf yang bertahan disana setelah semua kaumnya kembali ke Undying Land. Tolkien menyediakan tempat bagi para penggemarnya untuk membayangkan apa yang terjadi setelah zaman keempat dimulai, saat Eldarion bertahta. Tak ada lagi kaum elf yang bijkasana yang memberikan petunjuk, namun darah elf masih mengalir dalam dirinya, meskipun ibunya telah meninggal di Lothlórien akibat kesedihan tak terkira setelah ditinggal mati oleh Sang Raja karena usia tua. Aragorn, King Elessar, sang bijaksana yang telah mengembalikan tali persahabatan antara elf dan manusia, memberikan kaum Halfling (Hobbit) tempat terhormat dimata para penghuni Middle Earth, meninggalkan kerajaan yang damai dan makmur sebagai warisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Onen i-Estel Edain, ú-chebin estel anim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;The Silmarillion&lt;br /&gt;The People of Middle Earth&lt;br /&gt;Appendixes from The Rerturn of the King&lt;br /&gt;The Complete Tolkien Companion &lt;br /&gt;With many thanks to Novia “Illyria” Stephani, a good friend and fellow Middle Earth dweller.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111139575431855054?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111139575431855054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111139575431855054' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111139575431855054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111139575431855054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/return-of-king.html' title='The Return of the King'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111133059059800578</id><published>2005-03-20T20:40:00.000+07:00</published><updated>2005-03-20T21:56:30.603+07:00</updated><title type='text'>Birthday</title><content type='html'>Hari ini Joji ke pesta ulang tahun sepupunya, Adit, yang ketiga. Karena banyak temen, gak pake acara tidur siang! Selamet deh, malemnya pasti kebangun terus karena capek. Acara dimulai makan siang keluarga, jam 3 diterusin sama acara anak2 (temen2 Adit pada dateng bawa kado...meriah!). MC-nya guru TK temen keluarga, gratis...hehehe! Tapi Aditnya sendiri abis tiup lilin malah ngambek dan...bobo! Harusnya acara anak2 kecil gini diadainnya pagi2 aja kali ya? Lah jam 3 emang waktunya pada bobo sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue dan suami sebetulnya gak pernah dibiasain sama orang tua kita untuk pesta saat ultah. Kalo diinget-inget, gue sendiri pesta ultah cuma dua kali: tiga tahun sekalian arisan keluarga, dan lima tahun di TK. Bentuk kuenya kaya gimana aja gak inget. Apalagi laki gue, paling anti sama yg namanya pesta ultah. Diingetin tanggal lahirnya aja bisa ngambek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut gue sah2 aja kalo anak dipestain saat ultah, tapi yg biasa2 aja. Itupun misalnya sekalian kumpul keluarga saat arisan. Kalo kebeneran tanggalnya deketan ya sekalian aja bikin kue. Ultah Joji ke-1 cuma dibeliin kue black forest personal di Hero, dikasih lilin angka 1 dan difoto. Yg penting ada fotonya. Gak ngundang siapa2, cuma keluarga inti gue doang. Mertua dan ipar2 gue juga gak hadir karena memang gak ada acara apa2. Mereka cuma dateng besoknya bawa kado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya ultah Joji ke-2 juga begitu. Foto aja, biar dia inget pernah ultah...hehehe. Gue punya prinsip untuk gak ngebiasain anak gue dengan pesta. Selain butuh biaya banyak, butuh stamina juga. Kumpul2 dengan temen2 bisa kalo ada temennya yg ultah dan ngundang dia, sama kaya gue waktu kecil. Well, maybe sekali kalo dia udah TK bisa diadain di sekolah. Setelah itu sih nggak lah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue heran sama orang2 yg bikin pesta gede2an buat anak. Bahkan jika duit mereka dikarungin. Kalo ortunya udah party goers mungkin mereka juga ngebiasain anak mereka jadi party goers ya? Gue paling sebeeeeel kalo gue ultah ada yg nanya: Kapan makan2? Traktir dong! Huei! Gue nih nambah umur, makin deket ke liang kubur. Kok malah hambur2in duit? Pelit ya? Hehe...gue adalah orang yg sama sekali nggak pelit lho. Tapi kalo udah urusan ultah, aduh, mending jangan minta gue traktir2 deh. Doain gue aja biar umur panjang bisa liat cucu cicit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naneth (nyokap) gue dan nyokap suami ternyata bertabiat sama dan berprinsip sama (ini yg jodoh kayanya kedua nyokap kita deh), mereka gak suka yg namanya parteeee... Kalo diundang orang sih ngehormatin yg ngundang lah, dateng. Tapi jangan harap mereka mau ngadain pesta gede2an buat anak2nya. Cukup cupika cupiki dan kadonya pilih sendiri di toko mainan (in my case, toko buku). Sampe zaman SMA gue hanya boleh beli sepatu setahun sekali kalo gue ultah doang. Jadi, kalo tu sepatu udah mangap atau bolong, jangan harap dibeliin lagi. Lebaran aja nggak! Makanya sepatu gue dirawat seteliti mungkin supaya bertahan selama 1 tahun. Kalo sekarang sih, hehehe, Imelda Marcos bisa sirik kali ngeliat koleksi sepatu gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak nyokap suami gue meninggal tahun 1991 (bayangkan sodara2! saat itu gue udah pacaran sama dia hampir dua tahun!) tradisi ultah tanpa makan2 ini cuma bertahan setahun aja. Stepmother suami gue ternyata seorang party goer, yg tiap tahun maksa anak2 tirinya untuk makan nasi kuningnya, atau makan di restoran merayakan ultah kita2. Aaargh! Demi menghormati beliau kita mula2 nurut aja, tapi lama2 suami gue gerah juga dan memberontak menyatakan protesnya bahwa dia gak mau lagi ultahnya diingetin! Dan dia dengan tegas menyatakan ke nenek tirinya Joji ini jangan sampe Joji dibiasain dipestain sewaktu ultah. Yah, namanya juga nenek2 kakek2, teuteup aja kalo ada cucunya yg ultah maunya pake taart dan tiup lilin, dan taart-nya harus ada temanya (hari ini Sponge Bob). Mudah2an Joji gak pernah minta kue ultah bertema Monsters Inc.! Karena dia tergila-gila sama James Sullivan, sehari bisa minta disetel DVD-nya lima kali! "Bunda, Otey ing! Otey ing! Pacang!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111133059059800578?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111133059059800578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111133059059800578' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111133059059800578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111133059059800578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/birthday.html' title='Birthday'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111090506729978627</id><published>2005-03-15T23:40:00.000+07:00</published><updated>2005-03-15T23:44:27.300+07:00</updated><title type='text'>Message...eh, massage from hell</title><content type='html'>“Massage yuk!” begitu ajakan Tante Dewi dengan semangat tinggi kepada kedua keponakannya (gue dan adik gue). Si Tante pengen dipijit karena bahunya keseleo dan adik gue karena lehernya sakit salah bantal. Bantal disalahin! Tidurnya aja yg gak beres. Plus pengen sekalian dilulur. Gue dengan semangat yg sama menyetujui pengen ikut2an. Lumayan kan daki2 bisa dirontokin? Baaaad idea! Mula2, si tukang pijit yg kita incer gak bisa dateng setelah berjam-jam nunggu. Kemudian, tukang pijit berikutnya ternyata merangkap tukang jamu dan…rentenir! Untung gak ada diantara kita yg ditawarin pinjeman duit. Daaan service-nya gak termasuk lulur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, akhirnya gue di-massage, itu bahasa kerennya. Aslinya, gue dianiaya. Dengan wajah tanpa dosa si ibu tukang pijit ngebacain semua keluhan badan gue yg katanya bikin otot ‘dingin’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak..Mbak..” dengan logat Jawa yg kuentel rek, “pasti ini bekas jatuh dan keseleo ya?”&lt;br /&gt;“Iya, bu. Wuadaw!”&lt;br /&gt;“Nah, kalo yg ini pasti sering kram ya?”&lt;br /&gt;“Iya, waktu hamil…yeaow!”&lt;br /&gt;“Naaah, yg ini pasti sakit deh.”&lt;br /&gt;Lah dari tadi juga sakit buuuuu!! “Iya, sakiiiii….whoadaoh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempurnalah penderitaan. Memang setelah disiksa dengan kejam gue merasa enakan. Otot2 rasanya lentur. But going through THAT again?? Oh, no thank you very much. Kalo nggak bener2 keseleo mendingan berendem air anget aja di bathtub pake lavender…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111090506729978627?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111090506729978627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111090506729978627' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111090506729978627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111090506729978627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/messageeh-massage-from-hell.html' title='Message...eh, massage from hell'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111069270309577064</id><published>2005-03-13T12:45:00.000+07:00</published><updated>2005-03-13T14:47:19.610+07:00</updated><title type='text'>Rifanka &amp; George</title><content type='html'>&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/safari.jpg"&gt;&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;These two are my most precious. &lt;FONT color=#ffccff&gt;Rifanka Felisa Hasanah &lt;/FONT&gt;(Anka) was born on 14 August 2002, she's my sister's daughter. A couple of months after she was born, I got pregnant! I thought, well, after waiting for almost 4 years it finally happened. Maybe God wanted to see if I was capable of taking care a baby before letting me have my own &lt;SPAN style="FONT-FAMILY: Wingdings; mso-ascii-font-family: 'Times New Roman'; mso-hansi-font-family: 'Times New Roman'; mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings"&gt;&lt;SPAN style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Wingdings"&gt;J&lt;/SPAN&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;FONT color=#66ff99&gt;George Eldarion Syafrishah Thambris &lt;/FONT&gt;(Joji) was born on 3 June 2003, at 11.45 a.m. after a lot of contractions since 2 a.m.! I fell in love instantly. He's so beautiful, so perfect. He's like my second child, really because I love Anka just like she's my own. I even breastfed her everytime her mother was away. I succeeded in breastfeeding Joji exclusively for the first 6 months of his life. Now he's almost two and I still breastfeed him and he refuses any kind of formula!&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;P class=MsoNormal&gt;&lt;SPAN style="FONT-FAMILY: 'Times New Roman'; FONT-SIZE: 12pt; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA"&gt;Both of them are very talkative, quick in learning and fight everytime they see each other. Me and my sister still can't believe that we already have a little me and a little her. Having a child means not have enough time to sleep or eat, can't hang around in the bathroom for more than 5 minutes,&lt;SPAN style="mso-spacerun: yes"&gt;&amp;nbsp; &lt;/SPAN&gt;can't go anywhere without thinking "Oh no, does he/she miss me? Has he/she eaten yet? Is he/she crying right now? Can Grandma/Granpa put him/her to sleep? Oh, maybe I'll just go home..." But the bliss...hearing them say Bunda or Mama! You'll have to be a mother to understand such happiness... &lt;/P&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111069270309577064?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111069270309577064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111069270309577064' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111069270309577064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111069270309577064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/rifanka-george.html' title='Rifanka &amp; George'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111060413533950311</id><published>2005-03-12T12:06:00.000+07:00</published><updated>2005-03-12T12:08:55.346+07:00</updated><title type='text'>Bookaholic Offline</title><content type='html'>Hari Jumat 11 Maret 2005 para bookaholic (meminjam istilah Novia) bertemu di Plaza Senayan. Yg dateng memang gak banyak, mungkin karena long weekend jadi banyak yg keluar kota. Gue, Novia, Mitzie, Trinie, Waldo (the only perjaka diantara para penyamun wanita), dan para ‘penyelundup’ yg bukan anggota milis: Elwen, Diana dan Mita. Kita bertemu di café Oh La La dan langsung mengeluarkan persenjataan berat yg terdiri dari tumpukan buku yg saling dituker-tuker. Dimulailah pembicaraan dari topik buku, rekomendasi buku2 bagus, film yg berdasarkan buku, kegiatan menerjemahkan buku (“Oh…please…don’t talk about it, I haven’t finished mine after a month!” pekik Elwen, dan gue menyahut, “A month? How ‘bout me? I’m on page 375 out of 470-something, and it’s already been 3 months!”) dari mulai café itu sepi sampai penuuuuuh sehingga kita2 jadi nggak nyaman, sementara para waiter/waitress udah ngeliatin kita dengan wajah bengis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan seru berlangsung karena gue dan Novia merunut-runut family tree Aragorn son of Arathorn dari LOTR. &lt;br /&gt;“Jadi, gue kalo mo cerita tentang Aragorn mulai darimana nih Nov? Kalo dari House of Beor kan kejauhan.”&lt;br /&gt;“Dari keturunan Elrond dan Elros aja.”&lt;br /&gt;“Keturunan Elrond sih gampang, dia betah bercokol di Rivendell ribuan taun, nah si Elros kan beranak-pinak sampe ribuan orang gitu lho!”&lt;br /&gt;“Mulai aja cerita dari bapaknya Aragorn, bagaimana Aragorn sampe diasuh Elrond, bagaimana Elrond agak2 gak setuju Arwen kawin sama Aragorn dan syarat syusyeh yg ditetapkan Elrond supaya Aragorn bisa nikahin Arwen.”&lt;br /&gt;“Hmmm…jadi kita ungkapin aja ya sebetulnya War of the Ring itu bagi Aragorn memiliki dua motif: satu untuk membebaskan Middle Earth dari kekuasaan Sauron, satu lagi: ‘gue mo kawin sama Arweeeeeeen!’”&lt;br /&gt;“Jangan lupa sebutin bahwa Aragorn dan Arwen perbedaan umurnya nyaris terpaut 3000 tahun, jadi Arwen itu emang doyan daun muda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nyemil2 cheesecake (Elwen yg kekenyangan menatap cheesecake-nya seakan dengan tingkahnya yg seperti itu cheesecake itu bakal abis sendiri) dan ngupi2 kita siap tempur menggempur QB dan Kinokuniya. Ready…set…go! Dompet penuh siap untuk dikosongkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mita yg terlambat dateng menemukan kita2 lagi bergerombol di QB. “You’re all so predictable! Gue gak harus ngiterin plaza buat nyari2 kalian, pasti nyangkut disini!” kata Mita. Setelah puas ngacak2 QB kita mengalihkan serangan ke Kinokuniya. Waldo yg mengakui Kino Playan sebagai daerah jajahannya segera menjadi guide: “Ayo, ibu2 sekalian, lewat sini…disini Horror, disini Fantasy, disini Young Adult…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trinie yg panik ngeliat Chronicles of Narnia boxed set kebingungan antara merelakan pre-order Harry Potternya atau cukup menikmati pemandangan Narnia tanpa beli sampai tabungannya mencukupi lagi. &lt;br /&gt;“Bunda! Chronicles of Narnia! Harganya…..480 ribu perak!” Gubrak! Trinie pingsan di tempat.&lt;br /&gt;“Trin…Trin…” gue ngipas2in Trinie berharap anak itu gak pingsan lama2. “Gue beli di S’pore harganya kalo dikurs cuma 210 ribu lho.”&lt;br /&gt;Dan dimulailah keluhan2 kenapa pajak buku impor di Indonesia kok gede sekaleeeee?&lt;br /&gt;Kita juga merekomendasikan sebuah buku mengenai voodoo kepada Elwen yg dicurigai sebagai penganut wicca…hehehe. Karena minat kita semua gak jauh2 dari fantasy-science fiction-children’s book, maka bagian2 lain dicuekin begitu aja. Rak chicklit cuma diliat sekilas…itupun hanya gue dan Mitzie yg merelakan waktu liat2 disitu. “Wah, Shopaholic and Sister-nya Kinsella abis! Marian Keyes belon ada yg baru. Lanjut!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue, Novia dan Elwen yg udah panas dingin kepengen Neverwhere-nya Gaiman terpaksa ngomel panjang lebar karena buku itu nggak tersedia. Gue yg kepengen Jonathan Strange and Mr. Norrell-nya Clarke terpaksa ngurut dada karena baru ada hard covernya yg berharga 338 ribu! &lt;br /&gt;“Nov! Pokoknya lo kalo udah selesai nerjemahin Jonathan Strange satu copy buat gue ya!”&lt;br /&gt;“Iya, tapi tukeran sama Bartimaeus ya!”&lt;br /&gt;Jadilah tambahan pressure untuk mempercepat pekerjaan nerjemahin dua buku yg tebelnya amit2 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue masih dengan setianya ngebolak-balik Map of Middle Earth yg harganya kok nggak tiba2 magically berubah jadi tinggal 100 ribu gitu…. Dan beli boardbook Sesame Street yg seri Elmo untuk Joji biar ada oleh2, oh, mahalnyaaaaa…..kembali mengeluh soal pajak buku impor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elwen dan Trinie yg sama2 lagi nerjemahin serial Chrestomanci berdiskusi sambil megangin buku versi aslinya. &lt;br /&gt;“Ini gimana loh, Trin, gue translate-nya begini…begono…”&lt;br /&gt;“Aku juga baru sampe sini lho…”&lt;br /&gt;Dan diskusi ini diakhiri dengan Elwen yg narik2 rambut sampe pada bediri semua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Novia berpendapat seharusnya setiap kali ada pertemuan bookaholic Kinokuniya harus jadi sponsor. Setelah diitung-itung Kino diuntungkan lebih dari sejuta rupiah setelah kita menyerbu. Beberapa jam di Kino bikin kita lapar lagi. Setelah ngerjain pramuniaga yg harus bolak-balik ngambil tuntutan kita, dan membuat macet line di kasir, kita cari makaaaan. Masih juga diterusin pembahasan mengenai buku lagi….buku lagi…. Menurut Elwen, belanja buku itu membuat kita psychologically exhausted. Soalnya kita harus tau kredit limit CC kita masih ada berapa, gigit jari karena keinginan tak terbendung untuk memiliki semua buku di toko dikalahkan oleh jeritan dompet kita yg tidak sanggup membayar, sakit kepala karena harus menelengkan kepala saat baca judul2 di rak (yg buku2nya disusun berdiri menyamping), memilih diantara puluhan judul bagus (mending yg ini dulu, apa yg ono dulu ya? Kalo beli yg ini dulu, yg ono bulan depan masih ada gak ya?). Aaaaargh! The pressure!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhirnya kita semua pulang dengan bahagia karena mendapatkan satu kantong penuh buku yg beratnya melebihi extra weight kalo naek pesawat terbang, meskipun dompet akhirnya jadi amat sangat enteng karena sekarang hanya terdiri dari kartu kredit (kartu Anda telah melebihi batas kredit), kartu debit (yg agaknya mulai kosong) dan kartu penduduk. Guys, let’s do it again! Nabung dulu biar banyak, supaya gaji masih ada sisanya kalo ketemuan lagi. It’s been GREAT fun! Thank you all my fellows bookaholic!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111060413533950311?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111060413533950311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111060413533950311' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111060413533950311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111060413533950311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/bookaholic-offline.html' title='Bookaholic Offline'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-111039098476475703</id><published>2005-03-10T00:56:00.000+07:00</published><updated>2005-03-10T00:56:24.763+07:00</updated><title type='text'>Joji!</title><content type='html'>&lt;BR&gt;&lt;IMG alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Cimg0006.jpg"&gt;&lt;BR&gt; My beloved...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-111039098476475703?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/111039098476475703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=111039098476475703' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111039098476475703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/111039098476475703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/joji.html' title='Joji!'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-110995261418148554</id><published>2005-03-04T23:05:00.000+07:00</published><updated>2005-03-04T23:10:14.183+07:00</updated><title type='text'>Back in Gondor</title><content type='html'>Fuih....setelah berbulan-bulan numpang di rumah Adar (Rivendell) karena PRT gak balik setelah Lebaran, baru hari ini pindahan lagi karena baru dapet PRT lagi. Komputer balik lagi...buku2 balik lagi...baju2 balik lagi...mainan Joji yg seabreg-abreg balik lagi...asal jangan sampe PRT yg ini gak betah juga, masa eike harus bolak-balik lagi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya gak bisa ngurus rumah yg cuma sebesar liang Hobbit ini, tapi Joji yg gak bisa diem (kata bapaknya, di pantatnya ada paku), jadi gak punya waktu buat kerja kalau tanpa ada yg bantuin nyuci, nyetrika, ngepel, nyapu, cuci piring...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-110995261418148554?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/110995261418148554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=110995261418148554' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/110995261418148554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/110995261418148554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/back-in-gondor.html' title='Back in Gondor'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-110995147895570154</id><published>2005-03-04T22:46:00.000+07:00</published><updated>2005-03-04T22:51:18.966+07:00</updated><title type='text'>Anagram</title><content type='html'>This one was posted in indo-harrypotter mailing list for NEWT event:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEWT MINGGU 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya menjabarkan anagram nama saya, saya ingin memberitahukan bahwa di dunia sihir para elf, kami memiliki dua nama, yaitu nama elf dan nama muggle. Maka saya resminya memiliki dua nama:&lt;br /&gt;POPPY DAMAYANTI CHUSFANI KARTADIKARIA (nama muggle)&lt;br /&gt;ARWEN ELDARIN (nama elf)&lt;br /&gt;Maka saya terpaksa membuat dua nama di setiap soal anagram. Here goes…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anagram Murni&lt;br /&gt;Nama muggle:&lt;br /&gt;POPPY DAMAYANTI CHUSFANI KARTADIKARIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anagram yang dapat saya buat dari nama ini adalah:&lt;br /&gt;I AM A HAPPY AUROR DANIA PYTANIFKIT D’SACK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, saya bisa berpura-pura menjadi penyihir blasteran Korea dan Italia. Nama depan saya menjadi DANIA, nama keluarga Ms. D’SACK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama elf:&lt;br /&gt;ARWEN ELDARIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anagram yang dapat saya buat dari nama ini adalah:&lt;br /&gt;REAL NEW DINAR&lt;br /&gt;Well, saya kurang suka dengan nama ini karena terlalu membeberkan karakter saya yang suka duit. Lagipula saya ogah jadi penyihir Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain adalah:&lt;br /&gt;DEAR LEAN WIRN&lt;br /&gt;Saya juga kurang suka karena WIRN adalah nama yang nggak cool sama sekali dan DEAR LEAN seakan-akan menunjukkan bahwa saya menyukai postur tubuh saya yang kerempeng, padahal saya ingin sekali gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anagram + Cermin Tarsah&lt;br /&gt;Nama muggle:&lt;br /&gt;POPPY DAMAYANTI CHUSFANI KARTADIKARIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anagram:&lt;br /&gt;AIRAKIDATRA KINAF SUHCITNA YAMADYPPOP&lt;br /&gt;OK, so I’ll be a witch from India atau dari Srilanka. Not bad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama elf:&lt;br /&gt;ARWEN ELDARIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anagram:&lt;br /&gt;NIRA D’LENEWRA&lt;br /&gt;Mengapa selalu jadi nama Italia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anagram + Cermin Tarsah + Nickname&lt;br /&gt;Nama muggle:&lt;br /&gt;POPPY DAMAYANTI CHUSFANI KARTADIKARIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anagram:&lt;br /&gt;POPPY AIRAKIDATRA KINAFSUHCITNA YAMAD&lt;br /&gt;Ms. Yamad? I don’t think so…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama elf:&lt;br /&gt;ARWEN ELDARIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anagram:&lt;br /&gt;ARWEN NIRADLE&lt;br /&gt;Terlalu ber-rima  dengan Riddle…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nickname + Character&lt;br /&gt;Nama muggle:&lt;br /&gt;POPPY DAMAYANTI CHUSFANI KARTADIKARIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Character:&lt;br /&gt;This is easy….POPPY POMFREY!&lt;br /&gt;Well….saya tidak terlalu suka bekerja sebagai helaer, karena menurut saya amat membosankan. Satu-satunya kesenangan healer di Hogwarts adalah memberikan Malfoy jus kaki landak yang berasap karena Malfoy biasanya amat cengeng dan manja walaupun hanya kelingkingnya yang terantuk kaki meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama elf:&lt;br /&gt;ARWEN ELDARIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Character:&lt;br /&gt;ARWEN McGONAGALL?&lt;br /&gt;ARWEN SNAPE?&lt;br /&gt;ARWEN POTTER?&lt;br /&gt;ARWEN GRANGER?&lt;br /&gt;None of these names are a match! I’ll stick with my muggle name then.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama yang dipilih&lt;br /&gt;So, nama yang akan saya pilih untuk character saya di milis adalah……saya bingung. OK, so far nama yang saya suka adalah DANIA PYTANIFKIT D’SACK. So I’ll be Ms. D’Sack! And I’m an auror too! And a happy one also!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And now, witches and wizards, the story begins….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Musim dingin yang lalu Ministry of Magic mengadakan konferensi Auror tingkat dunia di Pompeii, di kaki gunung Vesuvius, Italia. Nama konferensi itu adalah ACTION: Auror Convention for the Tabulation of Increasing Outstanding Newcomers. Artinya: Konferensi Auror untuk Mengolah bertambahnya Pendatang baru yang Ulung (disingkat KAMPUNG). Pemilihan tempat di Pompeii karena tidak banyak muggle yang akan bertandang ke sana pada musim dingin. Juga karena kota mati Pompei pada musim dingin tertutup untuk umum. &lt;br /&gt; Maka saya mendapatkan undangan yang bertuliskan nama saya: D.P. D’Sack. Dan saya diharapkan membawa salah satu murid yang saya anggap paling ulung di kelas saya. Maka saya memilih Hafiz, karena dia memang paling ulung di kelas DADA. Selain itu, saya boleh merekomendasikan seorang auror trainee dan sang auror trainee itu boleh membawa anak asuhnya. Setiap auror trainee tingkat akhir dianggap sudah layak memiliki anak asuh yang akan dijadikan penerusnya nanti. Maka saya memilih auror trainee kita yang kocak, Illyria Pfiffin. Ms. Pfiffin memiliki seorang anak asuh yang bernama Rosa Mbabutata, seorang penyihir asal Mombasa, Afrika. &lt;br /&gt; Dalam undangan disebutkan bahwa pada hari terakhir konferensi, kami akan menghadiri pesta dansa demi menghormati para calon auror ulung yang akan kami latih. Karena tidak banyak auror di dunia ini, maka kami tidak dapat membawa serta partner sendiri yang juga auror. Sedangkan orang-orang selain auror dilarang mengikuti konferensi. Tertulis di undangan bahwa kami diharapkan mengirimkan data-data anatomi tubuh kami sehingga panitia nanti dapat memasangkan kami dengan partner yang ‘sejenis dan sebangun’. Jadi kami memasrahkan urusan pencarian partner kepada panitia, walaupun sambil terus berdoa semoga kami tidak diberikan partner yang air liurnya muncrat saat berbicara atau kaki-kakinya begitu kaku sehingga menginjak kaki-kaki kami ketika berdansa atau badannya begitu bau sehingga kami terpaksa harus menutup hidung selama berdansa (yang amat menyusahkan tentunya karena kami harus dapat mengambil nafas sekali-sekali sewaktu bergerak).&lt;br /&gt; Berangkatlah kami berempat dengan portkey sebuah telur busuk di tong sampah di belakang restoran ‘Jakarta’ di daerah Soho, London. By the way, pemilik restoran adalah seorang wizard berasal dari Padang yang masakannya enak sekali sehingga bule-bule mengantri sepanjang 100 meter di luar restorannya demi mendapatkan tempat duduk. (Pernyataan ini adalah nyata, bukan khayalan saya).&lt;br /&gt; Setelah terpuntir dan terpelintir dan terantuk kepala masing-masing, kami muncul di tengah-tengah kota mati Pompeii, di tengah angin menderu-deru (untung kami semua memakai overcoat tebal dan balaclava karena yakin disana bakal sedingin kulkas). Di hadapan kami telah berdiri seorang wizard bernama Roberto Michaelangelo Conti, dan dengan bahasa Inggris yang beraksen Italia kental, ia berkata:&lt;br /&gt;“Bongiorno! Saya telah menunggu Anda berempat! Bagaimana perjalanan dari London? Mual-mual? Pusing? Kami menyediakan pil Angin Puting Beliung demi meredakan sakit kepala Anda semua!”&lt;br /&gt;“Saya tidak apa-apa, grazie,” kata saya.&lt;br /&gt;“Saya pusing sedikit karena tidak biasa memakai portkey yang bau amis,” kata Hafiz.&lt;br /&gt;“Kami agak sedikit terganggu dengan bau amisnya, tapi kami tidak pusing atau mual,” kata Illyria.&lt;br /&gt;“Bagus, bagus,” kata Roberto. “Maka ini satu pil untuk Anda,” lanjutnya sambil menyerahkan sebuah pil berwarna abu-abu butek kepada Hafiz yang langsung menelannya.&lt;br /&gt;“Silakan berjalan ke patung ibu-yang-sedang-membungkuk-mengambil-sendok-terjatuh di sebelah Timur, dan sebutkan password ‘pung-pung-tek anak capung mau netek’ maka akan terbuka jalan masuk ke bawah tanah tempat konferensi berlangsung,” kata Roberto setelah Hafiz tersedak sedikit dan mengeluarkan asap tebal dari hidungnya kemudian melayang terbang sekitar satu meter ke atas dan mendarat dengan selamat dan sehat wal’afiat di tanah kembali.  &lt;br /&gt;“Grazie! Grazie!” kata kami berempat.&lt;br /&gt;“Prego! Prego!” jawab Roberto.&lt;br /&gt;Dan melangkahlah kami ke patung ibu-yang-sedang-membungkuk-mengambil-sendok-terjatuh di sebelah Timur dan saya mengucapkan password ‘pung-pung-tek anak capung mau netek’ di depannya. Maka terbukalah sebuah jalan di bawah kaki kami (Illyria memekik saat jalan masuk itu terbuka persis di ujung jari kakinya, nyaris membuatnya terjungkal ke bawah sekitar 500 meter). Kami menuruni anak tangga ke bawah. Karena di dalam hangat, kami membuka balaclava dan overcoat kami. Jalan masuk itu berupa terowongan yang di dinding-dindingnya diterangi obor-obor berwarna biru. Wajah-wajah kami seperti orang-orang yang baru saja tenggelam ke dasar laut karena semburat warna biru menerpa pipi, bibir dan dahi kami. Rosa tak kuasa menahan tawa ketika jerawat saya memantulkan warna biru seperti tombol lift persis di tengah hidung saya.&lt;br /&gt; Tibalah kami di dasar tangga. Terdapat sebuah ruangan sempit sebelum kami melihat sebuah pintu yang membuka ke ruang duduk dimana orang-orang yang akan mengikuti konferensi menunggu sambil minum kopi jahe rasa lebah. Di ruangan itu berdiri seorang witch bertubuh kecil mungil berkacamata dengan bingkai merah. Ia memegang setumpuk perkamen yang tampaknya adalah daftar nama-nama peserta konferensi. Jubahnya terbuat dari sutera berwarna hijau kebiruan. Lensa kacamatanya yang tebal membuat matanya tampak seperti melotot keluar dari tengkoraknya. Saya segera menebak bahwa ia adalah seorang animagus, dan animaginya adalah seekor lalat hijau. Di atas kepalanya melayang sebaris kata ‘Marichella Bambito’ yang berwarna merah jambu dan wujudnya seperti asap bergoyang-goyang diterpa angin.&lt;br /&gt;“Bongiorno! Dapatkah Anda sekalian menyebutkan nama-nama Anda agar saya dapat mencoret daftar orang-orang yang telah tiba?” sapanya.&lt;br /&gt;“Kami dari London. Kami adalah D.P. D’Sack, I. Pfiffin, R. Mbabutata dan Hafiz,” saya memberitahunya.&lt;br /&gt;“OK,” kata wanita itu. “Saya akan menyebutkan nama-nama partner dansa Anda semua, agar Anda sekalian dapat berkenalan dengan mereka sebelum acara dimulai.”&lt;br /&gt;“Oh, bagus, bagus!” seru Illyria. “Jadi ada persiapan. Dan saya akan tahu sebelum acara dansa apakah saya akan membutuhkan charm penyaring saluran nafas anti bau-bauan.”&lt;br /&gt;Wanita itu menatap Illyria dengan heran selama beberapa detik. Illyria memasang wajah polos. &lt;br /&gt;“Nah, saya akan merapalkan mantera ‘name hovering charm’ kepada Anda semua agar nama Anda sekalian tetap melayang di atas kepala Anda kemanapun Anda pergi, sehingga orang-orang dapat menyapa Anda dengan benar serta mudah menemukan Anda di tengah kerumunan. Anda adalah…?” tanya wanita itu sambil menunjuk saya.&lt;br /&gt;“Saya D.P. D’Sack!” ujar saya dengan bangga.&lt;br /&gt; Wanita itu mengedip-ngedipkan matanya. Saya jadi teringat dengan katak bangkong milik Longbottom. Kemudian ia mengap-mengap tanpa mengeluarkan suara. Saya juga jadi teringat dengan ikan mas koki. &lt;br /&gt;“Segnorina…segnorina…Anda tidak apa-apa?” tanya Rosa terkejut, memandang wanita itu yang masih mengap-mengap seperti kehabisan nafas.&lt;br /&gt;“S-s-sa-saya….saya….,” wanita itu tergagap. “S-saya kira kami telah membuat ke-ke-kesalahan besar.”&lt;br /&gt;“Kesalahan apa?” saya berseru. “Apakah nama saya tidak terdaftar?”&lt;br /&gt;“Oh, nama Anda memang terdaftar,” jawabnya. “Di daftar ini tertulis…Mr. D.P. D’Sack!”&lt;br /&gt;“Mister! Mister?” saya berteriak. “Apakah saya terlihat seperti Mister menurut Anda?”&lt;br /&gt;“T-t-tentu saja tidak,” jawab Marichella ketakutan. “Begini….kami mengira Anda laki-laki, seorang wizard. Masalahnya, nama Anda hanya tercantum D.P. D’Sack di daftar auror dunia. Dan dengan nama itu kami berkesimpulan, maaf, bahwa anatomi Anda bakal mirip-mirip karung…”&lt;br /&gt;Wajah saya memerah dan pipi saya menggembung seperti habis ditiup.&lt;br /&gt;“Maaf…maaf…,” Marichella melanjutkan buru-buru. “Tapi kemudian Anda mengirimkan data ukuran tubuh Anda dan kami mengira bahwa Anda pastinya seorang wizard kecil mungil keturunan Italia. Banyak orang Italia yang bertubuh mungil, bukan?”&lt;br /&gt;“Stupido Italiano! Mafioso! Bandito! Sontoloyo! Nama depan saya DANIA!! Dan jangan mentang-mentang nama saya D’Sack maka saya harus mirip sack! Karung! Dan saya hanya seperdelapan Italia!”&lt;br /&gt;“Aduh, maaf…maaf sekali lagi,” Marichella mulai berkeringat dingin. “Tapi kami memberikan partner dansa yang juga kecil mungil…yaitu….saya!”&lt;br /&gt;Saya tersentak.&lt;br /&gt;Illyria terlonjak.&lt;br /&gt;Rosa tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;Hafiz bersembunyi di belakang Rosa (takut saya sewaktu-waktu meledak). Persamaan sukukata ‘ak’ di belakang kalimat-kalimat ini sungguh tidak saya sengaja, bukan ingin membuat semacam sajak. Well, ada ‘ak’ lagi!&lt;br /&gt;“Tunggu dulu…kalau terjadi kesalahan seperti ini…”saya berujar pelan-pelan setelah sadar dari kekagetan saya, “maka siapakah partner dansa Rosa Mbabutata?”&lt;br /&gt;“Erm….seorang wizard Amerika bernama Michael Kenney,” jawab Marichella.&lt;br /&gt;Kali ini saya yang tertawa terbahak-bahak sementara Rosa terbelalak dan tersedak. Sungguh, ‘ak’ disini juga tak disengaja!&lt;br /&gt;“Tapi saya LAKI-LAKI!” Rosa mengaum bagaikan singa. Marichella tampak akan jatuh pingsan kapan saja. “Rosa adalah nama laki-laki yang umum di Mombasa! Kacau sekali!”&lt;br /&gt;“Waduh, waduh,” Marichella menepuk pipinya yang pucat pasi. “Mr. Kenney bertubuh besar sekali, karena data anatomi yang Anda kirim membuat kami mengira Anda adalah saudara jauh Mme. Maxime. Sepupu jauhnya, Jaques Phillipe Lacroix, menikah dengan seorang witch dukun dari Kenya. Kami pikir Anda putri mereka. Dan pantas saja Anda bertubuh besar karena masih famili dengan Mme. Maxime!”&lt;br /&gt;“Madame Maxime!” teriak Rosa. “Ya ampun, ada apa dengan dunia sihir ini! Saya manusia tulen yang bertubuh besar, bukan setengah raksasa! Sekarang bagaimana?”&lt;br /&gt;“Bisa saja kita bertukar pasangan,” usul Marichella.&lt;br /&gt;“Maksud Anda, saya berpasangan dengan Michael Kenney dan Anda berpasangan dengan Rosa?” tanya saya. Hafiz mulai terkikik dari balik punggung Rosa dan segera menghentikan tawanya ketika saya melotot ke arahnya.&lt;br /&gt;“Y-y-ya…” jawab Marichella ragu-ragu.&lt;br /&gt;“Jadi, saya yang bertubuh mungil harus berpasangan dengan Mr. Kenney yang tinggi menjulang sementara Rosa yang berbobot seperti kuda nil (maaf, Rosa) harus berpasangan dengan Anda….yang seperti kumbang kepik seperti ini?”&lt;br /&gt;“Tak ada jalan lain,” jawab Marichella. “Semua orang sudah berpasangan.”&lt;br /&gt;Apa yang dapat kami lakukan? Untungnya akomodasi yang disediakan tidak bermasalah. Seharusnya saya sekamar dengan Hafiz dan Illyria sekamar dengan Rosa. Kami tinggal bertukar tempat. Maka pada hari terakhir kami terpaksa pasrah pada keputusan panitia. Setelah acara usai, leher saya sakit dan tak dapat mengendur karena terlalu lama meregang menengadah ke atas menatap wajah Mr. Kenney yang tak berhenti bicara selama dansa berlangsung. Ketiak saya sakit keseleo karena terlalu lama meraih pundak Mr. Kenney yang jauh di atas saya. Punggung Rosa sakit karena harus berdansa dengan Segnorina Bambito sambil membungkuk. Ia bahkan tak dapat meluruskan tubuhnya hingga Madam Pomfrey memberinya potion anti encok.&lt;br /&gt; Apalah artinya sebuah nama? PENTING SEKALI!! Jika saja nama kami berdua tidak membuat orang-orang keliru menebak jenis kelamin kami, kami tentu akan mendapatkan pasangan yang cocok dan tidak sakit encok seperti ini. Mulai sejak itu, saya tidak lagi mau memakai nama Anagram saya. Saya akan tetap memakai nama elf saya, ARWEN ELDARIN, sehingga tak akan ada lagi kesalahan serupa. Eldar merupakan nama elf, semua orang tahu. Jadi tak ada lagi yang memberikan saya hadiah berupa penutup telinga (Mana cukup? Telinga saya kan runcing di ujungnya!). Dan sukukata ‘Wen’ dalam Arwen menunjukkan wanita. Maka saya tak akan lagi disalahartikan sebagai seorang wizard!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-arwen eldarin, witch, elf, dan bertubuh kurus kecil kering tapi bertenaga dalam-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-110995147895570154?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/110995147895570154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=110995147895570154' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/110995147895570154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/110995147895570154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/anagram.html' title='Anagram'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-110995100824569711</id><published>2005-03-04T22:39:00.000+07:00</published><updated>2005-03-04T22:43:28.250+07:00</updated><title type='text'>JRR Tolkien</title><content type='html'>John Ronald Reuel Tolkien (1892-1973). Sebelum film trilogi LOTR&lt;br /&gt;meledak di dunia mungkin orang2 Indonesia tidak banyak yg tahu siapa&lt;br /&gt;dia. Saya termasuk yg beruntung karena mengenal buku2nya terlebih&lt;br /&gt;dahulu daripada filmnya. Dan beruntung juga saya karena membaca&lt;br /&gt;buku2nya dengan urutan yg benar: The Hobbit, The Fellowship of the&lt;br /&gt;Ring, The Two Towers dan The Return of the King. Tolkien dilahirkan&lt;br /&gt;di Bloemfontein, South Africa pada tanggal 3 Januari 1892, dari&lt;br /&gt;orangtua keturunan Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolkien adalah seorang profesor Anglo-Saxon di Oxford University.&lt;br /&gt;Sebagai seorang ahli bahasa kuno, ia menciptakan banyak bahasa untuk&lt;br /&gt;buku2 yg ditulisnya. Pada tahun 1937 Tolkien menulis 'The Hobbit',&lt;br /&gt;cerita yg ditulis untuk anak2. Sang publisher, Mr.Unwin, memberikan&lt;br /&gt;buku itu kepada anaknya yg masih berusia 10 tahun untuk dibaca&lt;br /&gt;terlebih dahulu sebelum ia mencetaknya. Anaknya amat menyukai 'The&lt;br /&gt;Hobbit', maka dicetaklah buku tersebut. 'The Hobbit' segera meledak&lt;br /&gt;di pasaran dan para fans meminta Tolkien untuk menceritakan&lt;br /&gt;kelanjutan kisah Bilbo Baggins, sang Hobbit petualang di buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada tahun 1954-1955 Tolkien menulis trilogi LOTR. Sebetulnya&lt;br /&gt;LOTR hanya berupa satu buku, tapi Mr.Unwin berpendapat buku itu&lt;br /&gt;terlalu tebal untuk dikeluarkan dalam satu volume, maka dibagilah&lt;br /&gt;menjadi tiga bagian. Tokoh utama berganti dari Bilbo Baggins menjadi&lt;br /&gt;Frodo Baggins, keponakan Bilbo. Frodo bertugas untuk menghancurkan&lt;br /&gt;cincin 'The One Ring' yg ditemukan oleh Bilbo secara tidak sengaja&lt;br /&gt;dalam cerita 'The Hobbit'. Frodo ditemani oleh delapan kawannya:&lt;br /&gt;Meriadoc Bradybuck dan Peregrin Took (para hobbit sepupu Frodo),&lt;br /&gt;Samwise Gamgee sang hobbit sahabat setia dan tukang kebun Frodo,&lt;br /&gt;Legolas Greenleaf sang pangeran elf dari Mirkwood, Gimli son of Gloin&lt;br /&gt;sang dwarf, Aragorn son of Arathorn seorang manusia keturunan raja&lt;br /&gt;Gondor, Boromir seorang manusia anak dari Steward Gondor: Denethor,&lt;br /&gt;dan Gandalf the Grey seorang wizard yg bertugas memimpin perjalanan.&lt;br /&gt;Mereka disebut The Fellowship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti 'The Hobbit', cerita LOTR lebih rumit dan kompleks,&lt;br /&gt;penuh dengan berbagai macam nama orang, makhluk dan tempat yg sulit&lt;br /&gt;diingat ketika pertama kali saya baca. Tolkien menciptakan berbagai&lt;br /&gt;bahasa bagi maklhuk2 ciptaannya. Para elf memiliki dua bahasa: Quenya&lt;br /&gt;(high elf) dan Sindarin. Manusia, hobbit, dwarf, orc memiliki bahasa&lt;br /&gt;mereka masing2. Maka nama2 pun bisa menjadi berbagai macam. Misalnya,&lt;br /&gt;The Black Riders adalah bahasa umum (common language) sementara&lt;br /&gt;mereka juga dikenal sebagai 'ringwaraiths' dan 'nazgul'. Aragorn son&lt;br /&gt;of Arathorn memiliki alias: Strider (nama yg dipakainya sebagai&lt;br /&gt;seorang ranger), Estel (nama yg diberikan oleh para elf), Elessar&lt;br /&gt;(nama yg dipakainya setelah dinobatkan menjadi raja), dll, dst. Tapi&lt;br /&gt;ajaibnya, saya dapat mengingat seluruh nama itu seperti mau ujian&lt;br /&gt;saja. Mungkin karena saya begitu jatuh cinta pada buku2 itu sehingga&lt;br /&gt;saya baca hingga puluhan kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, 'The Hobbit' dan LOTR dijadikan buku bacaan wajib murid2&lt;br /&gt;SMU dan mahasiswa bahasa, seperti kita dulu diwajibkan membaca Siti&lt;br /&gt;Nurbaya. Bahkan ada kursus bahasa elf! Kepiawaian Tolkien menciptakan&lt;br /&gt;bahasa tak ada tandingannya hingga hari ini. Banyak pengarang2 muda&lt;br /&gt;terinspirasi oleh Tolkien. Salah satunya adalah Christopher Paolini,&lt;br /&gt;penulis 'Eragon'. Kapan ya ada pengarang Indonesia yg bisa menulis&lt;br /&gt;cerita fantasy seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOTR terinspirasi dari PD II dimana Tolkien ikut serta sebagai Letnan&lt;br /&gt;dua di Lancashire Fusiliers. Tolkien menikah dengan Edith Bratt, yg&lt;br /&gt;tiga tahun lebih tua darinya. Selagi mereka berjalan-jalan di sebuah&lt;br /&gt;hutan, Edith menari untuknya. Dari sinilah tercetus ide tentang kisah&lt;br /&gt;Beren dan Luthien, yg terdapat dalam buku The Silmarillion. Kisah&lt;br /&gt;cinta sejati Beren dan Luthien terinspirasi dari kisah cinta mereka.&lt;br /&gt;Di batu nisan mereka tertulis John Ronald Reuel Tolkien, Beren, 1892-&lt;br /&gt;1973 dan Edith Mary Tolkien, Lúthien, 1889-1971.&lt;br /&gt;Walaupun di batu nisannya tertulis 'Beren', namun menurut para fans-&lt;br /&gt;nya Tolkien lebih berkarakter seperti Frodo Baggins.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Silmarillion. Buku ini diterbitkan setelah LOTR, tapi cerita di&lt;br /&gt;dalamnya mengisahkan zaman pertama dan zaman kedua, sebelum kurun&lt;br /&gt;waktu LOTR (zaman ketiga). Buku ini merupakan cikal-bakal cerita The&lt;br /&gt;Hobbit dan LOTR karena dimulai dari dibuatnya bumi oleh 'Eru'&lt;br /&gt;atau 'Iluvatar' yg merupakan dewa tertinggi seperti pada kisah2&lt;br /&gt;Yunani kuno. Iluvatar menciptakan elf, makhluk pertama dan paling&lt;br /&gt;sempurna. Luthien adalah seorang putri elf, sementara Beren adalah&lt;br /&gt;manusia. Pernikahan mereka adalah yg pertama yg terjadi antara elf&lt;br /&gt;dan manusia. Pada cerita LOTR pernikahan antar ras ini terjadi antara&lt;br /&gt;Aragorn II yg manusia dan Arwen Undomiel, seorang elf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terkagum-kagum akan kehebatan Tolkien membuat cerita&lt;br /&gt;Silmarillion yg penuh lika-liku dan cabang2 menceritakan asal muasal&lt;br /&gt;seluruh makhluk yg kemudian tinggal di Middle Earth. Family Tree yg&lt;br /&gt;terdapat di buku ini akhirnya saya jadikan panduan agar dapat&lt;br /&gt;mengingat siapa anak siapa dan siapa keturunan siapa. Disinilah saya&lt;br /&gt;mendapati bahwa Gandalf the Grey (later became Gandalf the White)&lt;br /&gt;sebenarnya adalah seorang Maia, seorang dewa pembantu dewa2 Valar&lt;br /&gt;(para dewa tertinggi setelah Iluvatar). Bahasa yg dipergunakan&lt;br /&gt;Tolkien di buku ini lebih membuat rambut keriting dibandingkan&lt;br /&gt;buku2nya yg lain. Mungkin ini salah satu sebabnya The Silmarillion&lt;br /&gt;belum diterjemahkan, karena walaupun cerita2 di dalamnya amat menarik&lt;br /&gt;(setidaknya bagi saya) buku ini lebih berkesan sebagai buku sejarah.&lt;br /&gt;Sejarah yg ditulis dan diciptakan oleh Tolkien. Buku ini terbit&lt;br /&gt;setelah kematian Tokien, diedit oleh Christopher Tolkien, putranya.&lt;br /&gt;Setelah itu Christopher mengedit berkas2 cerita yg belum sempat&lt;br /&gt;terselesaikan oleh ayahnya dan akhirnya diterbitkan dengan&lt;br /&gt;judul 'Unfinished Tales' dan 12 volume 'History of Middle Earth'!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Silmarillion terdiri dari tiga bagian:&lt;br /&gt;Ainulindale&lt;br /&gt;Valaquenta&lt;br /&gt;Akallabeth&lt;br /&gt;Salah satu sejarah perang menyedihkan di zaman kedua di cerita ini&lt;br /&gt;disebut Nirnaeth Arnoediad (tears unnumbered) mungkin terinspirasi&lt;br /&gt;dari kehancuran yg ditimbulkan oleh PD II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya saya belum sempat mengkoleksi semua buku Tolkien karena&lt;br /&gt;kurangnya waktu untuk membacanya. Salah satu yg paling saya inginkan&lt;br /&gt;adalah 'Map of Middle Earth', namun belum kesampaian karena harganya&lt;br /&gt;yg jahanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tersiar kabar bahwa LOTR akan difilmkan, terus terang saya&lt;br /&gt;pesimis. Karena belum pernah sekalipun saya menonton film yg diangkat&lt;br /&gt;dari buku yg benar2 dapat memuaskan imajinasi saya. Ternyata saya&lt;br /&gt;salah. Peter Jackson begitu hebatnya sehingga saya tidak menemukan&lt;br /&gt;cacat sama sekali! Hanya saja peran Arwen terlalu dibesar-besarkan,&lt;br /&gt;tapi saya maklum karena memang begitulah khas Hollywood. Kalau benar2&lt;br /&gt;setia dengan bukunya, maka LOTR akan menjadi film perang. Walaupun&lt;br /&gt;ada beberapa fans yg masih menanyakan 'dimana Elladan dan Elrohir?&lt;br /&gt;Dimana Gil Galad? Dimana Tom Bombadil? Mengapa Eowyn dan Faramir&lt;br /&gt;tidak diekspos?' tapi secara keseluruhan Peter Jackson sukses besar&lt;br /&gt;tanpa membuat fans Tolkien protes keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan bahasa Tolkien di buku2nya tak dapat tergantikan oleh&lt;br /&gt;terjemahannya. Bukan berarti saya bilang terjemahannya jelek, kalau&lt;br /&gt;saya yg disuruh menerjemahkan saya pasti mati kutu. Tolkien amat&lt;br /&gt;piawai bercerita sehingga buku setebal seribu halaman lebih tak dapat&lt;br /&gt;saya letakkan sebelum habis. Makhluk2 ciptaannya benar2 melegenda&lt;br /&gt;sehingga beberapa game komputer mengenai fantasy terinspirasi dari&lt;br /&gt;makhluk2 ciptaan Tolkien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tolkien-lah saya memakai nick arwen_eldarin sejak pertama kali&lt;br /&gt;kenal internet (btw, hanya ada dua orang yg 'ngeh' dengan nick saya&lt;br /&gt;karena mereka telah baca LOTR dan ini terjadi jauh sebelum film The&lt;br /&gt;Fellowship of the Ring beredar), karena Tolkien-lah saya memanggil&lt;br /&gt;suami saya Aragorn, dan karena Tolkien-lah saya menamakan putera saya&lt;br /&gt;satu2nya 'Eldarion', diambil dari nama raja Gondor zaman keempat,&lt;br /&gt;anak dari King Elessar (Aragorn II) dengan Queen Arwen Undomiel the&lt;br /&gt;evenstar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolkien guide untuk cerita2 Middle Earth:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Silmarillion&lt;br /&gt;The Hobbit&lt;br /&gt;The Lord of the Rings&lt;br /&gt;The History of Middle Earth:&lt;br /&gt;1. The Book of Lost Tales part one&lt;br /&gt;2. The Book of Lost Tales part two&lt;br /&gt;3. The Lays of Beleriand&lt;br /&gt;4. The Shaping of Middle Earth&lt;br /&gt;5. The Lost Road and Other Writings&lt;br /&gt;6. The Return of the Shadow&lt;br /&gt;7. The Treason of Isengard&lt;br /&gt;8. The War of the Ring&lt;br /&gt;9. Sauron Defeated&lt;br /&gt;10.Morgoth's Ring&lt;br /&gt;11.The War of the Jewels&lt;br /&gt;12.The Peoples of Middle Earth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Three rings for the Elven-Kings under the sky,&lt;br /&gt;Seven for the Dwarf-Lords in their halls of stone,&lt;br /&gt;Nine for Mortal Men doomed to die,&lt;br /&gt;One for the Dark Lord on his dark throne&lt;br /&gt;In the land of Mordor where the Shadows lie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One ring to rule them all, One Ring to find them,&lt;br /&gt;One Ring to bring them all and in the darkness bind them&lt;br /&gt;In the land of Mordor where the Shadows lie.'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-110995100824569711?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/110995100824569711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=110995100824569711' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/110995100824569711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/110995100824569711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/jrr-tolkien.html' title='JRR Tolkien'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11188063.post-110983417615800235</id><published>2005-03-03T14:12:00.000+07:00</published><updated>2005-03-03T14:16:16.163+07:00</updated><title type='text'>BOOKS, MY PARADISE</title><content type='html'>This was posted to one of my many mailing lists:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seorang kutu buku. Saya tergila-gila pada buku. Selagi kecil saya betah berada di toko mainan, lama memilih-milih mainan mana yang paling saya inginkan. Setelah remaja saya betah berada di toko kaset, membeli dan mencoba album-album mulai dari rock hingga klasik, dari Bon Jovi hingga Tchaikovsky. Setelah dewasa saya betah berlama-lama di toko kosmetik, mencoba mulai dari lipstik hingga parfum sampai kepala saya pening. Tapi satu yang tak pernah berubah sejak saya kecil. Saya betah nongkrong berjam-jam di toko buku. &lt;br /&gt; Toko buku adalah surga dunia buat saya. Rasanya saya ingin memiliki semua buku yang berjejer di rak-rak yang rapi itu. Saya dapat berkeliling dunia, membayangkan hal-hal yang belum pernah saya lihat, atau membayangkan hal-hal yang tak akan terjadi di dunia nyata. Itu semua karena buku. Dan saya dapat melakukan itu tanpa harus keluar rumah bahkan mengangkat pantat dari tempat duduk. Saya membaca dimana saja dan kapan saja. Di tempat tidur, di meja makan, di dalam bis, di restoran, di kereta, bahkan di dalam kelas. Selama enam tahun di SD sudah empat buku cerita saya yang disita oleh guru, karena saya membaca di balik buku matematika saya. Tapi bukan berarti saya jadi malas sekolah atau malas belajar. Dengan banyak membaca saya jadi lebih banyak memiliki pengetahuan umum. Kelas dua SD guru saya bertanya siapa yang tahu arti fatamorgana, hanya saya yang mengacungkan jari. Darimana saya tahu kata fatamorgana? Dari buku Lima Sekawan! Begitu pula sewaktu guru bertanya mengenai stalaktit dan stalakmit, saya menjawab saya pernah melihatnya di benak saya, ketika Julian, Dick, George, Anne dan Timmy menjelajah ke dalam gua.&lt;br /&gt; Karena saya senang membaca bukan berarti saya tidak bergaul. Sejak kecil hari-hari saya disibukkan oleh berbagai kegiatan mulai dari les balet, les tari Sunda klasik, latihan vokal dan paduan suara, les piano, drumband, tari modern, aktif di OSIS, main band dan lain-lain. Tapi saya selalu menyempatkan diri membaca setiap hari. Jika saya tidak memiliki bacaan, saya bagaikan anak ayam kehilangan induk. &lt;br /&gt; Kebiasaan membaca saya tiru dari kedua orang tua saya. Mereka amat mendukung minat baca saya sejak saya belum lagi bersekolah. Jatah saya untuk membeli buku adalah seminggu sekali, jika libur saya boleh membeli empat sampai lima buku sekaligus. Sampai sekarang mungkin koleksi buku saya sudah mencapai seribu judul, itu belum termasuk majalah dan komik. Buku-buku itu terpaksa banyak yang bergelimpangan karena rak buku sudah tidak mencukupi. Bahkan beberapa masih bertengger di rak buku di rumah orang tua saya. Kedua orang tua saya memiliki koleksi buku yang tidak sedikit, kebanyakan berbahasa Inggris. Karena saya begitu tertarik untuk membaca semua koleksi buku orang tua saya, saya bertekat untuk mempelajari bahasa Inggris sedini mungkin. Untungnya, salah seorang tante saya bekerja pada sebuah sekolah ekspatriat di kota saya dan beliau sering membawakan buku-buku cerita anak-anak berbahsa Inggris untuk saya pinjam. Pada awal tahun 1980-an, belum banyak buku cerita anak-anak berbahasa Inggris yang dijual di pasaran. Tahun pertama saya di SMP, saya telah sukses membaca sebuah novel berbahasa Inggris walaupun kamus ayah saya sampai lecek saya bolak-balik. &lt;br /&gt; Saya lebih menyukai karya-karya pengarang luar negeri. Kenapa? Karena saya pikir buku-buku hasil pengarang dalam negeri terlalu dekat dengan kenyataan. Jika saya tidak bisa ke luar negeri, mengapa tidak membaca saja tentang negara orang lain? Alhamdulillah, selama 31 tahun hidup saya, saya sudah beberapa kali mengunjungi negara-negara orang. Setiap kali berada di suatu tempat saya selalu berujar, “Oh, seperti inilah menara Eiffel..” atau “Oh, Amsterdam benar-benar seperti yang saya bayangkan…” karena saya telah membaca semua tempat itu di dalam buku. Saya jadi seperti telah berada disana sebelumnya.&lt;br /&gt; Saya juga lebih menyukai karya asli, bukan terjemahan. Karena dengan membaca karya asli saya dapat lebih mengerti jalan pikiran sang penulis. Maka dari itu saya harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan baik. Sayangnya, saya tidak sempat mempelajari bahasa-bahasa lain kecuali sedikit Jerman (itu juga sudah karatan) karena banyak sekali buku-buku menarik karangan penulis-penulis yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Saya harus berterima kasih kepada guru bahasa Inggris saya semasa SMP, Ibu Koes, yang walaupun galaknya setengah mati (saya bahkan pernah diusir dari kelas oleh beliau), memegang peranan penting dalam minat saya berbahasa Inggris. Karena beliaulah maka saya sekarang seperti ini. Beliau amat mendukung minat saya membaca karya-karya asli, bahkan mendorong saya untuk membaca karya-karya Shakespeare sementara teman-teman saya yang lain membaca Lupus! Jika bukan karena beliau, mungkin saya tidak akan menjalani profesi saya sekarang sebagai penerjemah. Tapi bukan artinya saya berbahasa Inggris dengan hebat. Tidak. Saya masih butuh kamus. Saya hanya seorang pengguna bahasa Inggris pasif. Jika teman-teman bule ayah saya menyapa saya, rasanya ingin ngumpet ke kolong meja, takut jawaban saya salah atau grammar yang saya pergunakan keliru. Tapi hanya dengan kemampuan bahasa Inggris pasif, saya dapat memperoleh penghasilan yang tidak sedikit. Dan sampai sekarang saya masih terus belajar.&lt;br /&gt; Karena saya lebih menyukai karya-karya pengarang luar negeri bukan berarti saya tidak suka membaca buku-buku karya pengarang dalam negeri. Saya mengkoleksi buku-buku karya Hilman Hariwijaya, Ayu Utami sampai Pramoedya Ananta Toer. Banyak buku karya pengarang dalam negeri yang ingin saya baca, tapi ternyata buku-buku karya pengarang luar negeri lebih banyak bertebaran sehingga pilihan saya kembali kepada mereka. Yang tidak saya sukai adalah membaca segala hal mengenai politik dan buku-buku self help. Politik membuat saya depresi dan self help membuat saya seakan-akan digurui. Saya paling suka dengan fiksi fantasi. Karena dengan membaca fantasi saya dapat pergi jauh ke dunia lain, dunia yang tidak akan saya temui dimanapun. Saya menganggap seorang pengarang buku fantasi adalah orang yang hebat, karena imajinasi mereka sungguh luar biasa. Buku yang paling saya cintai adalah Lord of the Rings, fantasi terhebat yang pernah saya baca.&lt;br /&gt; Membaca bagi saya adalah beristirahat. Memang bukan untuk mengistirahatkan mata (yang bisa kita lakukan dikala tidur) tapi untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Maka dari itu saya lebih suka membaca fiksi walaupun saya juga memiliki beberapa buku non-fiksi. Fiksi membuat daya khayal seseorang berkembang, bukan hanya membaca kejadian yang memang telah terjadi atau sedang terjadi. Fiksi fantasi lebih menantang imajinasi dan kreatifitas. Bukannya saya menganjurkan agar setiap orang sering mengkhayal, tapi setidaknya hidup akan lebih berwarna jika kita memiliki imajinasi. Orang-orang yang tidak memiliki imajinasi, hanya terpaku pada kenyataan, terlalu realistis dan kaku, sering saya kata-katai ‘garing’. Kita memang perlu realistis, perlu menyadari kenyataan, tapi bukan berarti kita harus jadi ‘garing’. Dengan membaca saya jadi memiliki imajinasi tinggi. Saya jadi dapat mendongeng tentang apa saja yang tidak masuk akal kepada anak dan keponakan saya dan mereka mendengarkan dengan antusias. Mudah-mudahan mereka juga akan memiliki imajinasi tinggi seperti saya. &lt;br /&gt; Setiap buku yang saya baca memiliki pesan moral yang dapat saya ambil, tak peduli apakah menurut saya buku itu bagus atau jelek, karya Roald Dahl atau Charles Dickens. Bedanya hanya cara penulisannya saja. Pengarang yang baik menurut saya haruslah dapat membuat kalimat-kalimat yang mengalir bagai air, tidak tersendat-sendat atau banyak pengulangan kata yang membuat mata saya gatal. Good versus evil memang cerita yang umum ditulis oleh siapa saja, dari sanalah moral dapat kita ambil. Dengan membaca saya mendapat pengetahuan, berimajinasi tinggi dan live a full life. Dan dengan membaca pula lah saya dapat menekuni profesi saya sekarang. &lt;br /&gt; Membaca adalah investasi. Bukan seperti menimbun uang (walaupun kalau sedang bokek beberapa buku mungkin bisa diloakkan) tapi menimbun pengetahuan. Saya tidak ragu dalam mengeluarkan uang demi buku-buku bagus, buku-buku yang akan menjadi surga dunia saya.&lt;br /&gt;Mari membaca, mari pergi ke tempat-tempat nun jauh disana yang tak akan teraih oleh kita, ke dunia khayal dimana tak ada yang tak mungkin, membuka pikiran kita selebar-lebarnya, memahami perbedaan di tiap negara dan tiap manusia serta adat-istiadat mereka, menghargai perbedaan-perbedaan tersebut sebagai anugerah yang diberikan oleh Tuhan, dan beristirahatlah dari kenyataan yang membuat kita ingin berteriak agar tidak menjadi orang yang depresi. Tapi tentu saja jangan sampai kita tak dapat membedakan mana yang khayalan dan mana yang kenyataan. Happy reading!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11188063-110983417615800235?l=peopleofthestars.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/feeds/110983417615800235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11188063&amp;postID=110983417615800235' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/110983417615800235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11188063/posts/default/110983417615800235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://peopleofthestars.blogspot.com/2005/03/books-my-paradise.html' title='BOOKS, MY PARADISE'/><author><name>Arwen Undomiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06923070852447393209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i2.photobucket.com/albums/y9/arwen_eldarin/Arwen.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
